• SHARE
  • -
  • Sharing Central

Star Talk

Konsisten Terapkan Reward & Punishment

Konsisten Terapkan Reward & Punishment

Tidak ingin ngotot berkarier karena keluarga nomor satu, itulah prinsip Nadia Mulya, model dan presenter TV, mantan runner up 1 Putri Indonesia 2004. Perempuan yang meraih S-2 dari University of Reading England International Management ini juga bertekad mengurus Nadine Anjani Mulya Mudijana, putri semata wayangnya, tanpa bantuan baby sitter. Alhasil si kecil kerap dibawa pada setiap kesempatan sang mama yang blasteran Jawa-Belgia-Banten ini beraktivitas. Nadine juga kerap diajak Nadia berjualan, lho kok? Ya, mantan Wajah Femina 2001 ini memang punya toko perlengkapan bayi. “Buat back up plan kalau tidak ada syuting,” ujar bintang iklan dan video klip ini. Bersama suaminya Dustin Mirjaya Budiyana, Nadia mengaku punya rutinitas yang paling disukai bersama si kecil, yakni bercanda-canda bertigaan sebelum tidur. “Mesraaaa sekali…” begitu perempuan kelahiran 19 Februari 1980 itu menggambarkan. Yuk, simak wawancara Morinaga selengkapnya dengan presenter infotainment Insert Investigasi ini. 
 

Sejak eksis di jagad model dan presenter, praktis kesibukan bertambah, bagaimana Anda memandang karier saat ini?

Saya menyebutnya berkah. Karena saya melakukan hal yang saya sukai dengan waktu yang fleksibel sehingga selalu tersedia waktu untuk anak dan suami. Saat ini selain menjadi presenter, model dan MC, saya juga sibuk mengelola babyshop kecil yang merupakan cita-cita saya sejak hamil. Namanya bbb (bumps babies birthdays) bertempat di Jalan Cikajang no.11. Toko ini menyediakan perlengkapan untuk ibu hamil, perlengkapan bayi, dan kado ulang tahun. Di sini  saya bisa membawa anak sembari menjaga toko. Toko ini  merupakan back up plan saya kalau cuti hamil dan tidak bisa bekerja di TV.

Sebagai seorang public figur dengan segudang kegiatan, bagaimana membagi waktu antara aktivitas di luar dan di rumah?

Skala prioritas. Urusan keluarga pasti nomor satu. Beruntung saya memiliki keluarga yang sangat mendukung, jadi kami bisa membagi tanggung jawab. Sebisa mungkin, akhir pekan adalah milik keluarga, saya jarang sekali mengambil job sabtu dan minggu. Sejak Nadine sekolah, saya jadi punya lebih banyak waktu sendiri untuk mengurus toko, seperti bertemu supplier, meeting, dan sebagainya. Saya juga tidak ngotot dengan pekerjaan, beda saat masih sendiri. Saya benar-benar percaya soal rejeki, Tuhan yang tentukan. Kalau memang mengganggu jadwal keluarga, ya akan saya tolak. Karena itu saya tidak tertarik sinetron yang sangat menyita waktu.

Mengurus sendiri si kecil atau menggunakan jasa baby sitter?

So far saya tidak menggunakan baby sitter karena saya banyak mendapat bantuan dari keluarga terutama ibu dan ibu mertua. Namun semakin Nadine besar, semakin aktif, dan semakin banyak kegiatan saya, alhasil saya banyak meminta pembantu untuk membantu mengasuh Nadine. Misalnya saat saya syuting Insert, Nadine menunggu di ruang make up ditemani pembantu. Atau kalau syuting lokasinya kurang enak, Nadine di rumah dengan si mbak.

Saya lebih percaya jasa pembantu daripada baby sitter, kebetulan karena ia sudah ikut dengan keluarga sejak lama, jadi mengenal Nadine sejak lahir. Namun tetap saja saya membatasi tugas si mbak. Membuat makanan tetap menjadi tanggung jawab saya. Baru-baru ini si mbak saya perbolehkan memandikan Nadine, tapi itupun kalau kepepet banget, seperti kalau ada syuting pagi. Saya tidak mau anak saya lengket dan bergantung sama orang lain, jadi sebisa mungkin sayalah yang paling banyak mengurus Nadine.

Pola asuh seperti apa yang diterapkan kepada si kecil?

Saya dan suami maunya sih yang liberal. Kami tidak ingin terlalu memaksakan kehendak pada anak meski tetap ada disiplin dasar. Kami berusaha mengikuti kemauannya sejauh tidak membahayakan. Namun kami berusaha konsisten dalam menetapkan reward and punishment. Kami kerap menghujani Nadine dengan pujian setiap ia melakukan sesuatu yang positif. Namun kalau ia melakukan hal yang salah atau tantrum, kami akan bersikap lebih keras dan menunjukkan bahwa apa yang ia lakukan unacceptable. Biasanya kami biarkan ia tantrum sendiri sampai marah dan tangisnya reda.

Bagaimana perkembangan Nadine saat ini?

Alhamdulillah sangat baik. Nadine jarang sakit dan sangat aktif. Seminggu tiga kali ia sekolah di preschool yang dekat rumah dan seminggu sekali les balet. Walaupun bicaranya masih belum lancar, mungkin karena campur antara bahasa Inggris dan Indonesia, ia sudah pintar menyanyi, menghitung dan alfabet. Bahkan bisa juga menghitung satu sampai sepuluh dalam bahasa Spanyol, ini gara-gara nonton film Dora.

Saat apa dari si kecil yang paling disukai?

Saat tidur. Ia masih tidur diantara saya dan suami, dan tidurnya cukup malam. Biasanya jam 11 malam. Kami punya ritual bermain-main di atas tempat tidur, kemudian Nadine mengambil posisi di pelukan saya sambil minum susu. Ia bilang “Oh, mama” sambil mengusap mukaku. Mesraaaa sekali. Dan ini hanya ditujukan untuk mamanya saja. 

Sempat memberikan ASI eksklusif?

Iya, hingga Nadine berumur 1 tahun 11 bulan,  setelah itu ia mendapat tambahan susu sapi UHT.

Bagaimana dulu mengatur  waktu untuk memberikan ASI di tengah kesibukan?

Nadine selalu ikut dengan saya ke lokasi pekerjaan. Bahkan saat saya jadi MC di Bali pun Nadine dan suami ikut. Kalau syuting iklan yang dari pagi sampai pagi lagi, Nadine akan diantar pada jam-jam menyusui. Tentunya semua ini berkat dukungan keluarga, termasuk mengingatkan agar saya banyak makan daun katuk, kacang hijau, tahu tempe dan minum susu. 

Apa tantangan terberat yang dirasakan selama mengasuh Nadine?

Setiap masanya ada keunikan dan tantangan sendiri. Saat ini, Nadine sering adu keras dengan saya (karena kami sama-sama keras kepala hehehe). Kalau saya bilang A dia pasti akan minta B. Sepertinya di ingin mengetes sejauh mana kami menuruti kemauannya. Misalnya dia kekeuh keluar rumah pakai piyama! Kalau sebatas ke supermarket saja saya ikuti. Tapi kalau acara formil, saya akan bersikeras ia harus memakai baju rapi. Namun untungnya Nadine adalah anak yang mudah lupa dan tidak hold a grudge. Jadi selesai tantrum, dia akan ketawa-ketawa lagi seperti biasa.

Apa pesan mbak Nadia untuk para ibu Indonesia?

Nikmatilah masa-masa pertumbuhan si kecil, because they grow up so fast!