Sejak eksis di jagad model dan presenter, praktis kesibukan bertambah, bagaimana
Anda memandang karier saat ini?
Saya menyebutnya berkah. Karena
saya melakukan hal yang saya sukai dengan waktu yang fleksibel sehingga selalu tersedia
waktu untuk anak dan suami. Saat ini selain menjadi presenter, model dan MC,
saya juga sibuk mengelola babyshop
kecil yang merupakan cita-cita saya sejak hamil. Namanya bbb (bumps babies
birthdays) bertempat di Jalan Cikajang no.11. Toko ini menyediakan
perlengkapan untuk ibu hamil, perlengkapan bayi, dan kado ulang tahun. Di sini saya bisa membawa anak sembari menjaga toko. Toko
ini merupakan back up plan saya
kalau cuti hamil dan tidak bisa bekerja di TV.
Sebagai seorang public figur dengan segudang kegiatan, bagaimana membagi
waktu antara aktivitas di luar dan di rumah?
Skala prioritas. Urusan keluarga
pasti nomor satu. Beruntung saya memiliki keluarga yang sangat mendukung, jadi
kami bisa membagi tanggung jawab. Sebisa mungkin, akhir pekan adalah milik
keluarga, saya jarang sekali mengambil job sabtu dan minggu. Sejak
Nadine sekolah, saya jadi punya lebih banyak waktu sendiri untuk mengurus toko,
seperti bertemu supplier, meeting,
dan sebagainya. Saya juga tidak ngotot dengan pekerjaan, beda saat masih
sendiri. Saya benar-benar percaya soal rejeki, Tuhan yang tentukan. Kalau
memang mengganggu jadwal keluarga, ya akan saya tolak. Karena itu saya tidak
tertarik sinetron yang sangat menyita waktu.
Mengurus sendiri si kecil atau menggunakan jasa baby sitter?
So far saya tidak
menggunakan baby sitter karena saya banyak mendapat bantuan dari
keluarga terutama ibu dan ibu mertua. Namun semakin Nadine besar, semakin
aktif, dan semakin banyak kegiatan saya, alhasil saya banyak meminta pembantu
untuk membantu mengasuh Nadine. Misalnya saat saya syuting Insert,
Nadine menunggu di ruang make up ditemani pembantu. Atau kalau syuting lokasinya
kurang enak, Nadine di rumah dengan si mbak.
Saya lebih percaya jasa pembantu daripada
baby sitter, kebetulan karena
ia sudah ikut dengan keluarga sejak lama, jadi mengenal Nadine sejak
lahir. Namun tetap saja saya membatasi tugas si mbak. Membuat makanan tetap
menjadi tanggung jawab saya. Baru-baru ini si mbak saya perbolehkan memandikan
Nadine, tapi itupun kalau kepepet banget, seperti kalau ada syuting pagi.
Saya tidak mau anak saya lengket dan bergantung sama orang lain, jadi sebisa
mungkin sayalah yang paling banyak mengurus Nadine.
Pola asuh seperti apa yang diterapkan kepada si kecil?
Saya dan suami maunya sih yang
liberal. Kami tidak ingin terlalu memaksakan kehendak pada anak meski tetap ada
disiplin dasar. Kami berusaha mengikuti kemauannya sejauh tidak membahayakan.
Namun kami berusaha konsisten dalam menetapkan reward and punishment.
Kami kerap menghujani Nadine dengan pujian setiap ia melakukan sesuatu yang
positif. Namun kalau ia melakukan hal yang salah atau tantrum, kami akan bersikap
lebih keras dan menunjukkan bahwa apa yang ia lakukan unacceptable. Biasanya
kami biarkan ia tantrum sendiri sampai marah dan tangisnya reda.
Bagaimana perkembangan Nadine saat ini?
Alhamdulillah sangat baik. Nadine jarang sakit dan sangat aktif.
Seminggu tiga kali ia sekolah di preschool
yang dekat rumah dan seminggu sekali les balet. Walaupun bicaranya masih belum lancar,
mungkin karena campur antara bahasa Inggris dan Indonesia, ia sudah pintar
menyanyi, menghitung dan alfabet. Bahkan bisa juga menghitung satu sampai
sepuluh dalam bahasa Spanyol, ini gara-gara nonton film Dora.
Saat apa dari si kecil yang paling disukai?
Saat tidur. Ia masih tidur
diantara saya dan suami, dan tidurnya cukup malam. Biasanya jam 11 malam. Kami
punya ritual bermain-main di atas tempat tidur, kemudian Nadine mengambil
posisi di pelukan saya sambil minum susu. Ia bilang “Oh, mama” sambil mengusap
mukaku. Mesraaaa sekali. Dan ini hanya ditujukan untuk mamanya saja.
Sempat memberikan ASI eksklusif?
Iya, hingga Nadine berumur 1
tahun 11 bulan, setelah itu ia mendapat
tambahan susu sapi UHT.
Bagaimana dulu mengatur waktu
untuk memberikan ASI di tengah kesibukan?
Nadine selalu ikut dengan saya ke
lokasi pekerjaan. Bahkan saat saya jadi MC di Bali pun Nadine dan suami ikut.
Kalau syuting iklan yang dari pagi sampai pagi lagi, Nadine akan diantar pada
jam-jam menyusui. Tentunya semua ini berkat dukungan keluarga, termasuk
mengingatkan agar saya banyak makan daun katuk, kacang hijau, tahu tempe dan minum
susu.
Apa tantangan terberat yang dirasakan selama mengasuh Nadine?
Setiap masanya ada keunikan dan
tantangan sendiri. Saat ini, Nadine sering adu keras dengan saya (karena kami
sama-sama keras kepala hehehe). Kalau
saya bilang A dia pasti akan minta B. Sepertinya di ingin mengetes sejauh mana
kami menuruti kemauannya. Misalnya dia kekeuh keluar rumah pakai piyama!
Kalau sebatas ke supermarket saja saya ikuti. Tapi kalau acara formil, saya
akan bersikeras ia harus memakai baju rapi. Namun untungnya Nadine adalah anak
yang mudah lupa dan tidak hold a grudge. Jadi selesai tantrum, dia akan
ketawa-ketawa lagi seperti biasa.
Apa pesan mbak Nadia untuk para ibu Indonesia?
Nikmatilah masa-masa pertumbuhan
si kecil, because they grow up so fast!