• SHARE
  • -
  • Sharing Central

Star Talk

Pandai Urus Anak Berkat Rajin Cari Informasi

Pandai Urus Anak Berkat Rajin Cari Informasi

Saat ini, berbagai media interaktif bisa dengan mudah kita dapatkan. Online bisa setiap saat, sehingga informasi bisa diperoleh kapan dan di mana saja. Karena itu, bagi ibu seperti Mona Ratuliu, kemajuan teknologi sangat membantu. Ibu dua anak ini merasa bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, dengan informasi yang didapatnya. Bagaimana memaksimalkan peran teknologi informasi tersebut, berikut penuturannya saat dijumpai di rumahnya yang asri di daerah Cipete, Jakarta Selatan.
 

Apa kabar Mbak? Sejak kelahiran anak kedua, sepertinya kesibukan di dunia keartisan agak berkurang ya?
Bisa dikatakan begitu, karena memang saya punya komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati saya. Saya kan ingin memberikan ASI eksklusif. Bahkan, untuk anak kedua saya ini, saya ingin kalau bisa sampai dua tahun. Tapi kegiatan bukan berhenti total. Pokoknya, kalau kerjaan masih memungkinkan, seperti nge-MC atau syuting yang jadwalnya masih bisa, ya baru dijalanin, Atau, misalnya memandu acara talkshow juga asal waktunya tidak panjang ya masih dilakukan. Tapi, tetap fokus pada anak saya. Itu yang utama.


Apakah memang komitmen ini sudah jadi tujuan utama?
Ya memang. Anak pertama dulu, Davina (Davina Shafa Felicia, putri pertama yang lahir 11 Juni 2003, red), saya juga selalu berusaha semaksimal mungkin saya yang pegang. Karena itu, yang kedua ini saya juga berusaha memberikan perhatian hampir full ya, dari A sampai Z saya yang tangani. Dari memberikan ASI, sampai memberikan berbagai macam stimulasi.


Stimulasi seperti apa yang banyak diberikan?
Ya banyak. Yang pasti, saya memberikan sesuai dengan usia dan perkembangannya. Raka (Baraka Rahadianezar, lahir 31 Maret 2009, red) kan sekarang baru jalan lima bulanan. Karena itu, saya memberi stimulasi seperti sering mengajak ngobrol, membacakan banyak cerita, membelikan mainan yang mengajarkannya fokus, hingga permainan sederhana seperti memegang-megang muka sambil memberi tahu apa nama bagian wajah yang dia pegang.


Sepertinya mbak sudah sangat menguasai bagaimana memaksimalkan perkembangan anak. Belajar dari mana saja ilmunya?
Saya belajar dari berbagai hal. Mulai dari pengalaman membesarkan anak pertama, dari orangtua, dan dari banyak orang. Saya banyak mengobrol dan bertanya dengan orang-orang yang saya anggap memiliki pengalaman lebih banyak. Kemudian, saya juga banyak membaca literatur. Kalau dibandingkan dengan zaman Davina dulu, pastinya pengetahuan yang ada sekarang jauh lebih banyak dan komplit ya. Sehingga, saya pun lebih mudah mencari informasi untuk memaksimalkan perkembangan anak saya. Misalnya, karena sudah menginjak lima bulan, saya bisa mendapatkan informasi apa saja yang sudah bisa dilakukan anak pada usia tersebut.


Konon, perempuan kelahiran Jakarta, 31 Januari 1982, istri dari Indra Brasco ini memang sudah mem-planning jauh-jauh hari tentang masa depan keluarganya. Termasuk, soal urusan anak. Mulai dari urusan rumah yang cukup luas. “Kami beli rumah ini kan memang didesain untuk kebebasan anak-anak bermain,” ujar Mona.  Kemudian, mereka juga merencanakan jeda antar-usia anak. “Dulu kami inginnya jarak Davina dengan adiknya sekitar lima tahunan lah. Jadi, biar yang pertama sudah lebih mandiri, baru punya adik.” Intinya, semua yang dilakukan Mona dan Indra, sudah direncanakan dengan matang.


Sebagai keluarga, Mbak sudah sangat terencana. Pengetahuan tentang hal itu biasa diperoleh dari mana?
Saat ini, kita kan sudah sangat dimudahkan oleh kemajuan perkembangan teknologi ya. Mulai dengan adanya Blackberry hingga Facebook. Dengan media seperti itulah saya bisa sharing dan tukar pengalaman dengan siapa saja. Itulah yang membuat saya merasa lebih mudah untuk tahu seputar apa saja yang kami perlukan untuk perkembangan keluarga dan anak. Teknologi memang membuat kita jadi tahu banyak. Jadi, kalau dibanding kakaknya, yang sekarang ini kita bisa lebih banyak mendapat informasi dari mana saja.


Jadi, teknologi sangat membantu ya?
Ya pasti, tentu itu sangat membantu sekali. Tapi, saya juga banyak mendapat informasi dari media lain seperti buku bacaan dan bahkan arisan. Saya kan ikut sampai tiga arisan. Dari komunitas seperti itulah, saya juga bisa menggali berbagai macam informasi. Saya misalnya, juga ikut arisan artis. Di sana saya juga bisa memperoleh berbagai macam hal yang bermanfaat dari rekan artis yang lebih senior. Jadi, memang banyak media dan banyak cara yang bisa saya maksimalkan kini untuk membantu perkembangan si kecil.


Apakah termasuk soal bagaimana menangani anak pertama ketika adiknya lahir?
Oh ya, kalau soal itu, sebenarnya sudah sejak sebelum lahir, Davina sudah kami biasakan. Bahkan, sebenarnya dia kan juga sudah mengharapkan adik karena teman-teman seusianya rata-rata sudah memiliki adik. Tapi ya, tetap saja, begitu lahir, perhatian yang terbagi kadang membuatnya protes. Namun, anak seusianya kan sudah bisa diberi pengertian sehingga dia malah bisa ikut merawat adiknya. Nah, di sini peran saya dan Indra jadi bisa saling mengisi untuk merawat anak-anak sehingga semua mendapat perhatian yang maksimal.


Wah, harmonis sekali. Ada yang bisa disampaikan pada pembaca sehingga bisa belajar juga dari pengalaman Mbak Mona?
Menurut saya, mengurus anak itu tidak ada yang namanya salah dan benar. Yang pasti, seorang ibu haruslah selalu aktif karena dialah yang tahu pasti apa yang terbaik untuk anak-anaknya. Karena itu, sesibuk apa pun, haruslah ibu yang mengontrol semua. Jangan sampai melewatkan masa-masa keemasan pertumbuhan anak agar keluarga juga bisa tumbuh maksimal.