• SHARE
  • -
  • Sharing Central

Star Talk

Yang Penting, Komunikasi Dua Arah

Yang Penting, Komunikasi Dua Arah

Belakangan ini kita semakin sering melihat wajah cantiknya wara wiri di teve, mulai dari menjadi host  program gosip hingga bintang tamu dan pemain tetap di program parodi. Ya, dialah Meisya Siregar. Dunia hiburan telah membawa ibu dari Lyrics Syabila Musaqeena (3 tahun) tenggelam dalam kesibukan jadwal syuting yang padat. Beruntung, istri dari musisi dan penyanyi bersuara khas Bebi Romeo ini, dikelilingi orang-orang yang memberikan dukungan penuh terhadap aktivitasnya, baik sebagai ibu maupun entertainer. Bagaimana kiatnya menyeimbangkan kedua peran itu, berikut ini wawancara Morinaga dengan Meisya disela-sela syutingnya di studio 8 Trans TV, 14 Oktober lalu.
 

Morinaga Platinum (MP): Sebagai ibu, Mbak punya peran yang super komplit, berkarier, juga mengurus rumah dan anak. Bagaimana membagi waktu?

Meisye Siregar (MS): Sebenarnya intinya, bagaimana kita me-manage waktu tersebut. Walaupun kesibukan di luar rumah seabrek, begitu tiba di rumah, keinginan pribadi sih maunya langsung istirahat,  tapi setelah melihat anak, rasa capeknya jadi hilang, kemudian peran sebagai ibu dimulai.

(MP): Biasanya apa saja yang dilakukan bersama si kecil setiba di rumah?

(MS): Aku berusaha memanfaatkan waktu semaksimal mungkin bersama dia walaupun hanya satu atau dua jam. Aku mencoba terlibat dengan kegiatan dia, misalnya makan, nonton teve, main, atau jika dia lagi belajar aku tidak hanya sekadar memantau tapi ikut terjun langsung membantu proses belajarnya.

(MP): Kalau punya waktu luang lebih banyak, apa yang dilakukan?

(MS): Biasanya aku ajak Syabila jalan-jalan. Yang paling sering sih ke mal. Pertimbangannya, karena sekarang kan sudah ada play mal untuk anak. Permainan yang ada di sana tidak hanya melatih motorik kasarnya saja, seperti mainan perosotan, mandi bola dan sebagainya, tapi juga melatih motorik halusnya.

Aku juga mengarahkan Syabila untuk kreatif, misalnya bermain sticker pasir yang diberi warna agar dia bisa belajar mewarnai lebih rapi. Ini melatih ketelitian si kecil loh. Atau permainan di Time Zone, itu juga sebenarnya bisa sebagai media pembelajaran, misalnya, memasukkan bola ke dalam keranjang, dan sebagainya. Semua itu merangsang otaknya bekerja. Ada pula permainan bowling untuk anak, yang berguna untuk melatih keseimbangan tubuhnya. Yang penting orangtua sabar menemani dan mengarahkan. Dan Syabila termasuk anak yang cerdas, dia cepat belajar.


(MP): Sempat memberikan ASI eksklusif untuk si kecil?

(MS): Ya, saya memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. ASI sangat penting, itu memberikan semua manfaat gizi yang dibutuhkan anak, dengan ASI anak semakin cerdas. Itulah alasanku dulu memberikan ASI eksklusif.

(MP): Jika Mbak sedang tidak di rumah, Syabila bersama siapa?

(MS): Ada baby sitter, kebetulan Bebi (suami; red) studionya di rumah. Dan kebetulan juga, rumah mertua saya dekat. Jadi mereka yang membantu aku mengawasi Syabila kalau aku tidak di rumah. Jadi sebenarnya lingkungan saya sangat kondusif, aku merasa aman jika meninggalkan rumah. Mereka juga selalu memberikan report ke aku jika ada apa-apa dengan Syabila. Ini jelas sangat membantu aku untuk tetap ikut me-monitoring Syabila meski tidak secara langsung.

(MP): Pola asuh seperti apa sih yang diterapkan Mbak Meisya terhadap Syabila?

(MS): Yang paling penting, pertama, aku memposisikan diri sebagai ibu dari Syabila. Artinya, dia harus menghargai aku sebagai ibunya. Kedua, aku juga ingin menjadi sahabatnya. Untuk itu, aku selalu sharing dengan dia, seperti menanyakan kegiatannya sehari-hari di sekolah, atau di rumah selama aku tidak ada. Aku selalu pancing dia untuk cerita apapun. Pokoknya, aku pengin selalu ada saat dia membutuhnya.

(MP): Ada pesan buat para ibu ?

(MS): Bu, dengan anak itu yang penting komunikasi dua arah. Jangan kita sebagai orangtua hanya menuntut saja dari anak, tapi sebaiknya juga mau mendengarkan apa keinginan anak. Misalnya, ketika kita sedang kesal atau marah pada si kecil, kita inginnya ini dan itu, tanpa berusaha memposisikan diri bagaimana kalau kita di posisi anak. Dengan mencoba berada di posisi anak, kita akan makin mengerti dunia mereka.