Nama lengkapnya Deddy Cahyadi Sundjojo, tapi khalayak mengenalnya dengan Deddy Corbuzier. Pria yang lebih senang dijuluki mentalis dibanding pesulap ini selalu tampil dengan gaya yang khas. Potongan rambut yang hanya separuh batok kepala (dikuncir seperti dalam film-film kungfu.red) serta alis dan janggutnya dicat hitam pekat. Begitupun busananya yang gampang sekali dikenali, berbentuk jubah dan selalu berwarna hitam. Siapa yang menyangka dibalik gaya bepenampilannya yang selalu tampak “angker” ini ternyata di rumah, Deddy adalah seorang bapak yang penuh perhatian pada Azkanio Nikola Corbuzier (2,5 thn), putra semata wayangnya. “Dia paling senang membawa Azka putar-putar kompleks naik motor,” ujar Kalina, sang istri. Pria keturunan Tionghoa yang lahir di Jakarta 28 Desember 1976 itu juga selalu menyediakan hari Sabtu-Minggu untuk keluarga tercinta. Tim Morinaga berkesempatan menemui pasangan ini.
Sibuk apa sekarang, Mas?
Saat ini saya sedang dikontrak oleh sebuah bank
untuk mengisi program tetapnya di sebuah stasiun teve. Selain itu saya
juga masih mengajar sebagai dosen tamu di sejumlah universitas untuk
mata kuliah psikologi, dan yang pasti mengurus bisnis restoran saya
yang kini sudah hadir di Jakarta, Tangerang, Bali dan Malaysia.
Waktu untuk berkumpul dengan keluarga, cukup?
Duh, di Jakarta ini kan kendalanya kemacetan
ya. Saya ingin sekali meluangkan waktu dengan keluarga setiap harinya.
Tapi karena kemacetan ini, terkadang tidak memungkinkan saya untuk
pulang lebih awal. Untuk itu, khusus Sabtu dan Minggu saya melonggarkan
jadwal kerja saya. Jika tidak terikat kontrak pekerjaan, maka dua hari
itulah waktu untuk keluarga.
Arti karir buat Mas Deddy?
Bagi saya, kesibukan yang saya jalani saat ini
semuanya untuk keluarga. Kalau saya tidak bekerja, nantinya istri dan
anak saya mau makan apa – kasarnya kan seperti itu. Semua yang saya
kerjakan, semua yang saya lakukan semata untuk keluarga, dan masa depan
anak saya. Saya termasuk orang yang tidak bisa diam tanpa aktivitas.
Saya liburan saja langsung sakit kepala.
Kalina Oktarina, wanita yang dinikahi Deddy pada 25 Februari silam,
telah memberinya Azkanio Nikola Corbuzier. Bocah berusia 2,5 tahun itu
kini tengah lucu-lucunya. Untuk urusan anak, Deddy merasa lebih nyaman
jika si kecil hanya dipegang Kalina. Bahkan dalam suatu kesempatan
Deddy pernah bilang tidak akan menggunakan jasa babysitter. Bagaimana
keduanya berbagi peran mengasuh si kecil? Morinaga juga mewawancarai
Kalina.
Mba Kalina sering mendampingi aktivitas Mas Dedy?
Saat ini saya sudah mulai jarang mendampingi
mas Deddy. Sejak melahirkan Azka saya sibuk mengurus si kecil.
Terkadang ikut mendampingi bersama Azka itu pun jika lokasi show-nya
memungkinkan.
Bagaimana kabar perkembangan Azka kini?
Azka saat ini sudah bisa berhitung 1-10, bisa
mengerti percakapan bahasa Cina karena neneknya orang Cina, dan bisa
menyebutkan 1-10 dalam bahasa Inggris. Azka juga sudah mulai mengenal
warna, hampir semua warna dia tahu. Sejauh ini, perkembangan Azka cukup
bagus meski dia hanya belajar sendiri dari kami di rumah.
Sempat memberikan ASI?
Sampai sekarang dia masih minum ASI. Melihat
usia Azka seharusnya memang dia sudah berhenti minum ASI, tapi karena
dia belum mau lepas dari ASI maka kami membiarkannya. Sempat kami coba
menghentikannya dari ASI sewaktu berusia satu tahun, kami kombinasikan
dengan susu formula, ternyata tidak berhasil karena Azka tidak
menyukainya. Tiga bulan terakhir ini setelah Azka sakit, Azka mulai mau
minum susu formula meski sedikit.
Apa saja kebandelan Azka saat ini?
Kebandelan Azka saat ini masih sewajarnya anak
seusianya yang suka “berantakin” semua mainan usai bermain. Saya
sebagai ibu terkadang cerewet, inginnya agar Azka merapikan sendiri
mainannya setiap kali usai bermain.
Bagaimana pola pengasuhan mas Dedy untuk Azka?
Mas Dedy dan saya mempunyai pola mengasuh yang
berbeda terhadap Azka. Mas Dedy lebih membebaskan anak untuk melakukan
segala aktivitas dan tidak pernah melarang. Kalau saya, yang namanya
ibu-ibu kan cenderung cerewet ya. Saat Azka misalnya makan makanan yang
berminyak sedikit, saya langsung melarang. Saya juga ingin Azka
disiplin dengan waktu, sementara Mas Dedy sangat memberikan kelonggaran.
Bagaimana sosok Mas Dedy dalam keluarga?
Saya akui bahwa Mas Dedy sebagai bapak
tergolong sangat perhatian sekali terhadap anaknya. Sekalinya ada
waktu pasti Mas Dedy mengkhususkan hari itu untuk anak, sampai-sampai
terkadang mamanya dilupain, hehehe. Karena Azka termasuk anak yang
aktif, aktivitas yang Azka sukai bersama Mas Dedy adalah berkendara
naik motor keliling kompleks.
Apa pesan untuk keluarga Indonesia, terutama kiat mengasuh sang buah hati?
Selama apa yang anak lakukan masih masuk di
akal, tidak masalah memberikan kelonggaran kepada anak. Jangan terlalu
mengekang anak, tapi anak tetap harus dikasih aturan agar disiplin.