• SHARE
  • -
  • Sharing Central

Star Talk

Semua Diawali dari Niat

Semua Diawali dari Niat

Kesibukan seabrek dan kegiatan yang menuntut komitmen tinggi, ternyata tak menghalangi Arzetti Bilbina untuk memberikan yang terbaik bagi ketiga anaknya, Bagas (3 tahun), Dimas (2 tahun) dan Gendis (8 bulan). Bahkan, meski harus pontang-panting dengan semua bisnis dan kegiatan sebagai artis, ia berhasil memberikan ASI eksklusif bagi semua anaknya. Dukungan suaminya, Aditya Setiawan, disebutnya sebagai salah satu faktor penting yang membuatnya berhasil memberikan ASI eksklusif untuk semua anaknya. Faktor lain yang tak kalah penting, adalah niat dan kemauan kuat. Berikut petikan wawancaranya di sela kegiatan olahraga bersama keluarga di Stadion Gelora Bung Karno, beberapa waktu silam:
 

MorinagaPlatinum (MP): Rutin olahraga bersama keluarga ke sini Mbak?

Arzetti Bilbina (AB): Yah, kalau tidak ada kesibukan, saya pasti mengajak anak-anak olahraga ke Senayan. Daripada wisata ke mal-mal, mendingan ke sini, anak-anak bisa berinteraksi dengan orang lain dan berolahraga.

MP : Mereka masing-masing diasuh oleh satu babysitter ya?

AB : Yah, memang. Tapi porsinya kalau saya sedang tidak ada kesibukan, pasti saya yang pegang langsung. Sebab, kedekatan dengan orangtua kan tidak bisa digantikan oleh siapapun.

MP: Dengan seabrek kesibukan, bagaimana mengatur waktu untuk tiga anak sekaligus?

AB: Saya sangat terbantu dengan Mas Didit (Panggilan suaminya, Aditya Setiawan). Dia yang sangat mendukung saya setiap saat. Kadang kami bergiliran, siapa pegang siapa. Tergantung mana yang memang sedang lowong. Tapi yang pasti, kami saling dukung sehingga perhatian pada anak juga maksimal di tengah kesibukan masing-masing.

MP: Tipnya apa sih, sehingga bisa benar-benar memaksimalkan waktu untuk anak meski punya banyak kesibukan?

AB: Semua itu diawali dari Nawaitu (niat, red). Dengan kemauan yang kuat, kita pasti bisa melakukan semuanya. Dan, sejak awal memang saya sudah berniat untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya. Mungkin, itu juga dipengaruhi oleh ibu saya, karena beliau membesarkan kami, saya tujuh bersaudara, semua juga diberikan ASI. Dan terbukti, ketika saya juga berikan kepada anak-anak, mereka jarang sakit. Daya tahan tubuh anak-anak sangat kuat dan mereka pun jadi anak yang pintar. Inilah kehebatan ASI, mereka jarang sakit, jadi saya pun bisa lebih fokus bekerja juga.

MP: Itu yang membuat Mbak dinobatkan jadi Duta ASI ya?

AB: Untuk masalah itu sebenarnya saya nggak kepikiran, yang ada di benak saya waktu itu hanya ingin jadi ibu yang baik buat anak-anak, dan ASI kan sebenarnya adalah hak mereka. Karena itu, dengan komitmen yang kuat, Alhamdulillah tiga-tiganya bisa dapat ASI eksklusif. Tapi, waktu itu kemudian dipercaya jadi Duta ASI oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan. Dengan itu, saya kemudian ingin menyampaikan juga ke ibu-ibu Indonesia, bahwa dengan kita bekerja, tidak berarti kita tidak bisa memberikan ASI. Itu pendapat yang sama sekali salah!

MP: Tapi ada yang kadang mengatakan susah memberi ASI di tengah kesibukan. Mbak sendiri mengaturnya bagaimana?

AB: Kalau ada niat, insya Allah pasti diberi banyak kemudahan. Dan, semua ibu hamil pasti diberikan susu. Jadi, tinggal bagaimana kita menjalankan, karena sebenarnya niat awal itulah yang penting. Kalau nggak ada niat dari awal, ya sudah pasti susah. Kalau saya, dengan kesibukan, jika masih di Jakarta, saya akan bawa anak bersama. Tapi, kalau memang sulit, saya peras ASI dan saya masukkan ke plastik-plastik terus dimasukkan ke freezer. Yang penting, pintar-pintar saja kita mengatur bagaimana pemberian ASI-nya.

MP: Dukungan suami untuk ini bagaimana?

AB: Sangat luar biasa. Misalnya aku lagi pegang Gendis, maka otomatis dia akan pegang kakaknya yang dua. Kalau bangun malam, dia juga yang akan langsung membantu aku ngurusin semuanya. Pokoknya bagi tugas di antara kami sudah jelas dan semua dinikmati saja.

MP: Ada pesan untuk para ibu?

AB: Sebagai ibu, pokoknya dinikmati saja, jangan mengeluh, jangan cari-cari alasan. Inilah tanggung jawab kita sebagai ibu. Dan, rasanya pasti sangat luar biasa jika kita bisa membesarkan dan mendidik anak-anak dengan maksimal.