• SHARE
  • -
  • Sharing Central

Star Talk

Alya Rohali - Melatih Anak Mandiri

Alya Rohali - Melatih Anak Mandiri

Sejak menjuarai ajang Putri Indonesia 2006, wajah Alya Rohali mulai dikenal publik tanah air karena sering menghiasi layar kaca. Mulai dari menjadi MC, main sinetron, bahkan kini, menjadi produser sebuah album anak-anak. Dengan aktivitas yang seabrek itu, ibu dari Namira Adjani Ramadini (9 tahun) dan Diarra Anissa Radini (1 tahun), tak jarang harus pulang larut malam. Namun Alya dan sang suami, Faiz Ramzy Rachbini, adalah tim yang kompak, mengurus anak bagi mereka berarti saling berbagi peran. Jadi, tak ada yang merasa direpotkan dengan kesibukan masing-masing. Justru keduanya saling memberikan support. Berikut petikan wawancara Morinaga Platinum dengan Alya Rohali di tengah kesibukan mempersiapkan ujian S2-nya, beberapa waktu lalu.
 

Morinaga Platinum (MP): Menjadi MC, main sinetron, dan kini  memproduseri sebuah album anak-anak, bagiamana menyikapi pencapaian karier selama ini?
Alya Rohali (AR): Ah kebetulan saja ada tawaran yang datang kepada saya. Tapi kini berberapa aktivitas sudah mulai saya batasi, main sinetron misalnya, jadwal syutingnya kan sangat padat, sedangkan saya sudah punya 2 putri yang harus saya monitor dengan baik. Sementara kalau menjadi MC masih  jalan terus, karena tidak memakan banyak waktu. Kalau menjadi produser, awalnya saya ingin men-support Alika, yang kebetulan keponakan saya. Namun di luar itu, saya memang suka dunia anak. Saya pikir  kalau saya terlibat langsung dalam dunia anak-anak, dengan memproduseri album Alika ini, itu akan berdampak juga pada anak-anak saya.

MP: Karena kecintaan pada dunia anak ini barangkali yang menyebabkan mbak Alya pernah dinobatkan menjadi Duta Bayi Sehat?
AR: Kalau itu saya tidak tahu pasti, lagipula cuma satu event tertentu saja kok. Mungkin karena kebetulan waktu itu saya sudah menjadi seorang ibu. Tapi dari situ saya banyak tahu informasi seputar anak, terutama seputar mendidik mereka.

MP: Pola asuh seperti apa yang diterapkan selama ini?
AR: Kemandirian. Saya ingin menjadikan anak-anak saya lebih mandiri. Saya tidak ingin anak-anak ketergantungan terhadap saya. Saya biarkan mereka berkreasi sejak dini.  Saya juga membebaskan anak saya untuk memilih aktivitas apa saja yang ingin ia ikuti, dan saya latih mereka sejak kecil untuk mengambil keputusan sendiri.

MP: Bagaimana memonitor anak dengan kesibukan mbak yang padat?
AR: Jika ada waktu saya selalu sempatkan membantu langsung mengerjak PR-nya Andjani, dalam konteks saya hanya men-supervisi saja ya. Kalau dibantu sepenuhnya bisa menyebabkan ketergantungan. Saya biarkan dulu semampu dia, pagi harinya sebelum dia berangkat sekolah, baru saya cek benar-benar. Saya juga suka minta bantuan suami untuk mengeceknya, apalagi kalau saya pulang larut malam, saya akan minta suami untuk pulang lebih cepat.

MP: Saat ada libur, apa yang biasanya dilakukan?
AR: Karena rentang usia anak-anak cukup jauh, jadi mereka tidak bisa main bareng. Ya paling biasanya kita ke mall saja. Karena Diarra masih sangat kecil, terkadang saya ajak main di play mall seperti melihat sirkus. Kalau Andjani sih lebih senang main di Timezone.

MP: Kalau orangtua sibuk di luar rumah, anak-anak sama siapa?
AR: Diarra sama baby sitter, kalau Andjani kebetulan punya kegiatan setelah pulang sekolah, biasanya ditemani pembantu. Tapi kalau saya ada di rumah, saya yang menemani mereka. 

MP: Sempat memberikan ASI untuk keduanya?
AR: Iya, tapi waktu Andjani saya berikan ASI hanya sampai 4 bulan, karena waktu itu kesibukan saya padat sekali. Tapi pas Diarra Alhamdulillah eksklusif sampai 6 bulan, setelah itu campur dengan susu formula.

MP: Ada pesan untuk para ibu?
AR: Buat ibu-ibu Indonesia, saat ini bangsa kita mau tak mau telah ikut dalam arus globalisasi. Untuk itu berikan waktu semaksimal mungkin kepada anak-anak kita, bekali mereka dengan nilai-nilai agama dan moral yang baik, supaya kelak mereka punya bekal yang cukup untuk menghadapi globalisasi ini.