• LEARN
  • -
  • Experts Corner

Expert Interview

Wawancara Dengan Dita Mediasari S.psi

Mengajari Anak ke Toilet

Ngompol adalah masalah klasik yang dijumpai pada anak-anak. Namun, dengan pelatihan yang benar, anak akan mudah dibiasakan ke belakang saat ingin buang air. Bagaimana cara melatihnya agar ini jadi kebiasaan anak?
 

Berikut jawaban dan tips ringan dari Dita Mediasari tentang potty training:

Q: Bagaimana cara membiasakan anak untuk melatih toilet/potty training?

A: Yang perlu dilakukan adalah dengan melihat kebiasaan anak. Kapan ia biasa buang air, jika sudah terlihat keteraturannya, ajak dia segera ke kamar mandi saat akan buang air. Kemudian, jangan lupa juga untuk mengajak anak sebelum tidur untuk ke kamar mandi dulu guna membuang air. Dan, jika saat malam ia terbangun, tanyakan apakah ia mau pipis? Kalau mau, ajak segera ia ke kamar mandi. 

Q: Apa saja yang harus dilakukan jika anak terus menolak menggunakan toilet?

A: Jika anak terus menolak ke toilet, lihat dulu apakah penyebab ia malas ke toilet. Bisa jadi, karena anak melihat kloset yang terlalu besar buat dia jadi dia takut kecebur. Kalau ini penyebabnya, kita yang sebaiknya membantunya. Kita bisa mencoba menyiapkan kloset dengan dudukan khusus yang lebih kecil, sehingga anak bisa menggunakan dengan nyaman. Atau jika tidak, yakinkan anak bahwa Anda akan memegangi anak sehingga ia tidak akan terjatuh. Lakukan beberapa hal yang membuat anak merasa aman dan nyaman, sehingga ia tak kan lagi menolak menggunakan toilet.

Q: Seberapa sering seharusnya kita membiasakan anak untuk mau benar-benar menggunakan toilet? Dan, kalau ia masih sering ngompol, bagaimana mengatasinya? 

A: Tentang frekuensi ke toilet, mungkin tidak ada jumlah yang pasti. Yang pasti, lakukan dengan teratur dan konsisten, dan caranya juga harus tepat. Misal, kalau anak masih mengompol walaupun sudah sering ke toilet, sebagai orangtua kita jangan serta merta memarahi anak. Tapi, cobalah untuk memahami. Apalagi untuk anak-anak yang masih muda (1-2 tahun), dia masih butuh pembiasaan yang lebih panjang. Untuk itu kita jangan bosan-bosan mengatakan "Kalau mau pipis bilang ya... biar kita ke kamar mandi..." atau "Kalau pipis di kamar mandi ya..."dan tetap mengantarkannya ke kamar mandi.

###

Q: Apa yang seharusnya dilakukan agar anak merasa nyaman dengan toilet yang bukan di rumahnya?

A: Jangankan anak, kita juga kadang-kadang tidak nyaman dengan toilet yang bukan di rumah kita, terutama toilet umum.... Tetapi jika terpaksa, mau tidak mau kita harus menggunakan toilet tersebut. Anak juga demikian, mungkin anak menolak menggunakan toilet umum. Jika ini yang terjadi, kita bisa mengatakan padanya, bahwa tidak ada toilet lain dan kalau mengompol kan lebih tidak enak rasanya dan malu celananya basah... Dan, supaya anak merasa nyaman, kita perlu memegangi anak jika kloset terlalu besar. Bersihkan juga terlebih dahulu kloset dan lapisi dudukan dengan tissue jika anak tidak mau duduk karena jijik.

Q: Apa saja yang perlu dilakukan orangtua agar anak aman dari kecelakaan kecil di toilet?

A: Untuk anak yang masih sangat muda, tetap harus diawasi ketika ke kamar mandi, jangan sendirian. Sedangkan untuk anak yang lebih besar, bisa dibantu dengan menyiapkan dudukan khusus anak-anak pada kloset. Kalau tidak, kita bisa memasang pegangan di dekat kloset supaya dia dapat menahan badannya agar tidak tercebur. Selain itu, biasanya lantai toilet memang licin. Untuk itu, hal ini bisa diatasi dengan melapisi lantai toilet dengan karet khusus untuk lantai toilet sehingga mengurangi kemungkinan terpelesat

Dita Mediasari S.psi

Psikolog alumni Universitas Padjajaran, Bandung. Sehari-hari bekerja sebagai dosen di Universitas Ahmad Yani, Bandung.