Berikut penjelasan Dita Mediasari.
Q. Bisa dijelaskan apa itu sebenarnya fobia sekolah?
A. Fobia sekolah atau disebut pula school phobia/school reluctance dapat didefinisikan sebagai penolakan anak untuk masuk sekolah dan belajar di kelas atau kesulitan anak untuk tetap berada di sekolah seharian penuh. Fobia sekolah merupakan bagian dari gangguan emosi yang dialami oleh anak.
Q. Apa saja ciri-ciri anak mengalami fobia sekolah?
A. Cirinya antara lain perasaan cemas yang berlebihan, baik dalam intensitas maupun durasi belajar yang tak sesuai usianya (Anxiety disorder). Saat mau berangkat sekolah, anak fobia sekolah biasanya akan bertingkah antara lain berpura-pura sakit atau tubuhnya benar-benar sakit seperti pusing, sakit perut, sampai sakit tenggorokkan. Semua sakit tersebut tiba-tiba sembuh jika ia diperbolehkan tinggal di rumah. Keesokkan hari ketika ia harus pergi ke sekolah, semua penyakit sejenis kambuh kembali.
###
Q. Anak usia berapa yang biasanya terkena fobia sekolah dan apa penyebab mereka terkena fobia sekolah tersebut?
A. Fobia sekolah sering dialami anak-anak usia 5-6 tahun dan 10-11 tahun. Keadaan ini juga sering muncul ketika anak sebelumnya sudah melewati waktu yang cukup panjang dengan orang tua dan harus kembali ke sekolah. Misalnya setelah libur panjang. Alasan anak untuk menolak pergi ke sekolah bermacam macam. Di antaranya, kesulitan mengikuti peraturan di luar rumah untuk pertama kali, seperti aturan sekolah dan guru-guru yang tidak dikenal. Perasaan takut gagal di sekolah juga bisa jadi alasan kuat. Beberapa anak juga merasa takut pergi ke sekolah karena ia takut diganggu atau digoda anak lain, takut dikritik atau dihukum guru, takut berpisah dengan orang tua, serta pikiran-pikiran takut dipermalukan orang lain.
Penolakan anak untuk pergi ke sekolah untuk pertama kalinya sebetulnya merupakan reaksi yang normal. Sebab, anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan tututan sosial yang lebih luas untuk pertama kalinya. Namun hal ini menjadi masalah ketika anak tak kunjung mampu beradaptasi dan malah mengembangkan kecemasan-kecemasan yang makin lama makin tak masuk akal. Hal ini bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan sepanjang tahun.
Q. Bagaimana cara mengatasi fobia sekolah ini?
A. Cara mengatasi masalah ini sangat tergantung kepada alasan anak bersangkutan tak mau sekolah (baca bagian alasan di atas). Namun secara umum terdapat beberapa metode untuk mengatasi gangguan kecemasan ini satu di antaranya dengan terapi psikolog. Beberapa terapi tersebut adalah:
- Behavior therapy. Anak dibimbing mengenali hal yang membuatnya cemas dan cara mengatasinya. (Silverman & Kurtines,1996)
- Cognitive-behavioral therapy. Metode ini mengajar anak memahami bahwa pikiran mereka dapat berkontribusi terhadap kecemasan yang mereka rasakan. Lalu mereka diajarkan cara memodifikasi pikiran-pikiran mereka yang "tidak normal" tersebut untuk menurunkan gejala-gejala kecemasannya. (Kendall & Treadwell, 1996)
Sementara untuk kasus-kasus normal yang belum terlalu mengganggu, penolakan untuk pergi ke sekolah dapat ditangani oleh orang tua. Caranya seperti menemani anak ke sekolah terlebih dahulu dan membantu anak berkenalan dengan anak lain. Kemudian secara bertahap anak bisa ditinggal sedikit demi sedikit. Misalnya hari pertama orangtua bisa diam di kelas menunggui anak. Kemudian hari berikutnya di luar kelas. Setelah itu, menunggu di mobil atau di luar pagar sekolah. Ketika anak makin mandiri, anak bisa ditinggal sepenuhnya.
###
Intinya, pahamilah alasan anak Anda tak mau sekolah selama kurun waktu berkepanjangan. Semakin orang tua memahami alasan anak, semakin tepat bantuan yang dapat orang tua berikan pada anak.