Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Spiritual Balancing For Children > Tuhan Itu Lelaki atau Perempuan? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Tuhan Itu Lelaki atau Perempuan?

Kekritisan si kecil kadang butuh jawaban cerdas, termasuk soal agama yang dianut.

Pada sebuah mailing list yang berisikan komunitas ibu muda, beberapa waktu lalu muncul pertanyaan dari seorang ibu muda yang memancing reaksi beberapa orang. Pertanyaan yang diajukan sebenarnya sepele, tapi membutuhkan jawaban cerdas dan penuh kearifan. Kira-kira, begini pertanyaannya, “Anak saya tiba-tiba bertanya, apakah Tuhan itu laki-laki atau perempuan ya? Saya bingung menjawabnya. Maka, saya hanya menjawab, Tuhan itu beda dengan manusia. Karena itu, Tuhan bukan laki-laki atau perempuan. Benar atau salahkah jawaban saya itu untuk mendidik anak?”

Beragam tanggapan muncul sebagai jawaban atas pertanyaan ibu itu. Ada yang mendukung, ada pula yang justru menambah bingung. Memang, pertanyaan itu cukup sensitif jika diajukan oleh anak usia dini. Jika tak siap jawaban, kadang anak yang makin kritis justru bisa mendapat jawaban yang kurang tepat dari lingkungan bermainnya. Karena itu, orangtua saat ini memang dituntut untuk lebih “cerdas” dalam memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan sang buah hati.

Kembali ke soal pertanyaan ibu tersebut, sebenarnya untuk anak usia batita, memang belum benar-benar memahami apa yang ditanyakannya. Tapi, dengan pengertian yang disesuaikan dengan nalar mereka, anak pun akan lebih mudah memahami. Seperti jawaban ibu itu pada anaknya, setidaknya hal tersebut akan membuat si anak mengerti, bahwa Tuhan memang berbeda dengan manusia.

###

Namun, alangkah baiknya jika penjelasan orangtua pun disertai dengan contoh yang masuk di logika anak. Tentunya, cara penyampaiannya pun bisa berbeda, tergantung pada daya serap anak tentang pengertian soal agama. Misalnya, jika anak mulai tahu tentang perbedaan sesuatu yang berwujud dan tidak, bunda bisa memberi contoh sederhana. Cubitlah si kecil. Tanyakan padanya, apakah ia merasa sakit? Kalau iya, tanyakan, apakah sakit itu ada wujudnya? Setelah itu, tanyakan pula padanya apakah wujud rasa sakit itu ada jenis kelaminnya? Tentu, penyampaiannya pun tetap dengan bahasa si kecil, sehingga tidak justru membingungkannya.

Kalau ia menjawab tidak, itu bisa dijadikan jalan untuk makin menjelaskan tentang perbedaan Tuhan dan manusia. Dari sana, bunda bisa menjelaskan betapa Maha Kuasanya Tuhan. Karena itu, memang Tuhan berbeda dengan manusia. Tuhan jugalah yang menciptakan segala yang ada di bumi, seperti gunung, matahari, dan beraneka tumbuhan.

Intinya, jika anak menanyakan tentang konsep ketuhanan, cobalah beri penjelasan dengan bahasa yang dimengertinya. Pertama, jelaskan konsep itu dengan memberikan gambaran sifat keagungan Tuhan. Misalnya, di manapun kita berada, pasti selalu menemukan ciptaan Tuhan. Ada hewan, tumbuhan, gunung, matahari, bumi, langit, dan berbagai hal yang bisa dengan mudah diketahuinya.

###

Kedua, ajak anak mensyukuri nikmat Tuhan yang melekat padanya. Misalnya tangannya ada dua, matanya ada dua, kakinya ada dua, itu semua adalah ciptaan Tuhan. Dengan cara ini, akan memunculkan kekaguman anak pada Tuhan. Jika ini terjadi, maka penjelasan tentang konsep ketuhanan ini akan lebih mudah disampaikan kepadanya.

Ketiga dan yang paling penting, bersabarlah dalam memberikan konsep agama pada anak batita. Kesabaran orangtua akan membuat si kecil lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan. Dan, tentunya, jangan lupakan juga bahwa si kecil adalah anak yang masih bertumbuh. Karena itu, kesabaran ayah bundalah kunci utama untuk memberikan pendidikan—apapun jenis pendidikan, termasuk soal agama—kepada si kecil.

Related Article

Indeks Back to Top