Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Spiritual Balancing For Children > Berdoa Yuk, Nak! | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Berdoa Yuk, Nak!

Pada usia batita, konsep agama dan ketuhanan adalah hal yang masih abstrak. Anak  belum mengerti, agama itu apa dan Tuhan itu apa. Orangtua bisa mulai mengenalkannya lewat cara beribadah dan berdoa.

Setiap kali mau makan, Dina, mamanya Galih, selalu mengingatkan agar Galih tak lupa berdoa. Lantas ucapan amiiin pun melengking nyaring keluar dari mulut gadis kecil berusia 2,5 tahun itu ketika selesai doa makan yang dipimpin ayah.

Setiap anak yang lahir pada dasarnya telah membawa bakat agama mereka masing-masing. Ketika Anda berdoa, lewat bernyanyi, sembahyang atau membaca kitab suci, panca indera anak akan menangkapnya, dan secara otomatis memorinya merekam. Panca indera anak inilah gerbang pengetahuan si kecil.

Sedangkan untuk mengenalkan sesuatu yang abstrak dalam agama, misalnya tentang keberadaan Tuhan, waktu yang tepat adalah ketika mereka beranjak batita hingga balita, atau pada saat anak sudah bertanya tentang Tuhan. Dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan si kecil, berarti ia sudah siap menerima pengetahuan agama. Sebaiknya Anda memulai dari hal yang konkret seperti mengenalkan ritual agama yang bisa dilihat dan diikuti  anak dalam kegiatan spiritual Anda sehari-hari sesuai agama yang dianut, misalnya sholat, ke gereja, membaca kitab suci ataupun beramal.

###

Mengenalkan anak pada agama dengan berdoa dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya saat mau makan, mau minum, kala hendak tidur, saat ingin berpergian, ketika akan memberikan sesuatu kepada orang lain, kalau hendak belajar, mau mandi, dan sebagainya.

Kalau perlu, saat akan memulai segala aktivitas, biasakan pada si kecil untuk berdoa. Itu salah satu cara kita mengajarkan kepada anak untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Dari kebiasaan ini anak akan mulai mengerti bahwa agama itu harus senantiasa ada dalam setiap sisi kehidupannya. Lambat laun si kecil juga akan mulai mengerti konsep Tuhan sebagai pemilik dan pencipta segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini

Nah, agar si kecil makin mengenal siapa yang menciptakannya, berikut beberapa hal yang mungkin bisa Anda lakukan:
•    Kenalkan konsep ketuhanan pada si kecil lewat ciptaan-Nya, seperti burung yang cantik, bunga warna-warni, kupu-kupu, termasuk tubuh kita. Niscaya anak akan lebih mudah memahaminya.
•    Katakan pada anak, kalau ia harus bersyukur memiliki hidung, jadi kita bisa mencium bau-bauan. Memiliki mata jadi bisa melihat.
•    Kenalkan pada anak sifat-sifat Tuhan. Misalnya, Maha pemurah, penyayang, pengasih, dan lain-lain.
•    Ajak anak secara rutin ke rumah ibadah, sesuai agama yang dianut.


###

Anak juga harus dilatih untuk memiliki budi pekerti yang baik, hormat pada orangtua, sayang terhadap sesama, dan bersyukur. Beri ia pengertian bahwa sikap-sikap seperti itulah yang diinginkan Tuhan.

Anak usia prasekolah juga masih sebatas ikut-ikutan. Jadi, jangan terkejut kalau nanti ayah atau bunda mendapati si kecil meniru ritual agama lain. Pokoknya, jangan panik. Mungkin saja ia hanya sekadar copy cat alias meniru dari televisi, tetangga, atau bahkan pembantu di rumah. Tindakan meniru ini tidak untuk seterusnya kok, namanya juga anak-anak.

Yang perlu dilakukan orangtua adalah memberitahu dengan bijak cara beribadat yang benar sesuai dengan agama yang dianut. Selanjutnya, adalah tugas orangtua untuk menanamkan ritual agama dan keyakinan agama yang dianut tanpa menabukan adanya agama-agama lain. Jangan lupa, penjelasannya harus disertai contoh agar batita mudah mengerti. Selamat berdoa!

Related Article

Indeks Back to Top