Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Media and Technology Awareness > Tayangan yang Berbahaya bagi Anak | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Tayangan yang Berbahaya bagi Anak

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sempat mengeluarkan daftar tayangan teve yang boleh dan tidak untuk ditonton anak-anak. Seharusnya, peran orangtua tetap dominan.


Anak anteng main di rumah sambil nonton teve? Eit, ibu jangan senang dulu, mentang-mentang tidak perlu kesulitan menjaganya, anak dibebaskan nongkrong di depan teve semaunya. Sebaiknya, mulai perhatikan apa yang ditonton si kecil.
KPI dan sejumlah lembaga yang peduli terhadap kualitas tayangan teve kita menyebutkan, tak sedikit acara teve khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual sehingga tak pantas dikonsumsi anak. Daftar sejumlah program yang layak tonton dan tidak bagi si kecil, dipublikasikan. Terbagi ke dalam tiga kategori: aman, hati-hati, dan bahaya.

Aman, berarti tayangan tersebut menghibur dan memberi manfaat lebih, misalnya  pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan. Hati-hati, adalah kategori tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan negatif. Selain ada nilai hiburan, pendidikan dan nilai positif, namun juga mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa kasar yang tidak mencolok. Bahaya, adalah kategori tayangan yang mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa kasar, dan disajikan secara intens. Sehingga bukan lagi menjadi bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita.



###

Lantas, bagaimana peran orangtua dalam hal ini? Yang pasti, ada beberapa hal yang perlu terus diperhatikan. Pertama, selalu dampingi anak saat menonton teve agar dapat menjelaskan kepada anak jika terlihat ada sajian yang tidak sesuai untuk mereka. Jika harus mendelegasikan tugas itu kepada pengasuh, yakinkan bahwa pengasuh itu bisa memahami misi kita dengan baik.

Kedua, membentuk kultur menonton yang baik. Meliputi mengarahkan anak bagaimana memilih tontonan yang baik dan membuat jadwal atau pembatasan waktu menonton. Idealnya, untuk usia prasekolah, paling lama menonton teve 2 jam saja setiap hari dengan konten yang sudah diseleksi orangtua.

Oh ya, agar makin yakin, berikut ini adalah daftar program teve anak yang masuk kategori yang telah disebutkan di atas tadi sebagai panduan:

Aman: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7), Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer, Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama Anak-anak (TV One)


###

Hati-hati: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon, Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper, Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie (TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De Angel (TVG)

Bahaya: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV), Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry (TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).

Nah, Bu. Lebih berhati-hati ya…

Related Article

Indeks Back to Top