Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Media and Technology Awareness > Si Kecil Tertarik HP dan Komputer? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Si Kecil Tertarik HP dan Komputer?

Jaman sekarang manusia tak bisa dipisahkan dengan teknologi. Bagaimana memperkenalkan teknologi yang ’aman’ bagi si kecil?

"Vinaaa, taruh hape-nya!"… “Duh, cantik, gak boleh mencet-mencet keyboard laptop mama, nanti rusak!"

Teriakan-teriakan itu dulu sering terdengar. Saya hanya nyengir waktu mamanya Vina, alias kakak saya, berteriak dan menegur anaknya seperti itu, padahal Vina (3 tahun) terlihat menunjukkan ketertarikan mempelajari hape atau komputer. Saya kok jadi ragu, benar gak sih tindakan sang mama?

Ma, ketertarikan batita terhadap sesuatu hal sebaiknya tidak dibatasi. Ini karena memang pada usia tersebut anak sedang dalam proses belajar banyak hal tentang sekelilingnya. Larangan seperti itu rasanya tidak bijaksana apalagi jika yang ingin diketahuinya adalah handphone alias hape dan komputer, perangkat teknologi yang kini sudah menjadi bagian hidup keseharian kita. Sejak dini anak perlu juga diperkenalkan dengan teknologi agar kelak ia terbiasa menggunakannya. Tentu saja perkenalannya hanya sebatas pada  hal-hal bersifat positif.

Ingat ma, larangan tanpa penjelasan yang jelas dapat membuat si kecil penasaran. Bisa jadi, ia justru akan melanggar larangan tersebut secara sembunyi-sembunyi, tanpa pantauan orang dewasa yang lebih tahu. Efeknya, karena kebanyakan dilarang, anak kelak menjadi pribadi yang pasif, penakut, merasa bodoh, serta tidak percaya diri. Hal ini karena dari awal sudah ada ketidakpercayaan orangtua terhadap kemampuannya.


###

Nah, untuk itu, bagi anak seusia Vina, ada baiknya ia diperkenalkan game-game yang terdapat pada hape, tentu yang mudah untuk dicerna olehnya. Atau, menggambar dan mengenal huruf serta angka di komputer.  Pasti si kecil akan senang sekali. Dan, ia menjadi cepat akrab dengan teknologi. Mungkin saja ini menjadi kelebihannya ketika bersosialisasi dengan teman-temannya sebaya, yang lain belum tahu, tapi si Vina sudah mengerti lebih dulu.

Benar jika ada anggapan teknologi bukan segalanya, bahkan dapat memunculkan  dampak negatif. Namun, sejauh orangtua memberikan arahan dan selalu memantau si anak, efek negatif tersebut dapat tersaring dengan sendirinya kok. Misalnya, hindarkan anak dari game-game yang berbau kekerasan. Kalau ia tetap penasaran ingin melihat lantas mengajukan pertanyaan mengapa kok ia dilarang, jelaskan pada si kecil bahwa tindakan memukul tak bisa dilakukan sembarangan, hal itu hanya berlaku dalam permainan, sedangkan kalau dilakukan dalam hidup sehari-hari akan ada akibat buruk yang ditimbulkan.

Nah, mudah-mudahan mama bisa selalu memantau aktivitas anak  di rumah,  mengajak anak-anak melakukan permainan yang menyenangkan dengan atau tanpa bantuan perangkat teknologi. Selamat bermain dengan buah hati...

Related Article

Indeks Back to Top