Anak anda kencanduan televisi? Penelitian menunjukkan anak dua sampai 12 tahun rata-rata menonton televisi selama 25 jam seminggu.
DAISY, 30 tahun, geleng-geleng kepala mengetahui anak temannya kecanduan televisi. Adi, nama anak temannya, berteriak dan mengangis keras jika televisi dimatikan.
Televisi di rumah temannya itu baru istirahat jika Adi tidur atau diajak pergi. “Jangan sampai deh Jason (putra semata wayangnya) kecanduan tv seperti Adi,” Daisy membatin.
Daisy bukan satu-satunya ibu yang khawatir putranya terkena sihir televisi. Kecemasan ini beralasan.
Menurut penelitian Nielsen, anak-anak berusia dua sampai 12 tahun rata-rata menghabiskan 25 jam seminggu untuk menonton televisi.
Apakah putra dan putri Anda juga termasuk di antara anak-anak ini?
Saat ini ada belasan televisi yang menayangkan beragam program untuk anak-anak. Namun, Anda harus benar-benar memilih tayangan yang sesuai dengan usia si kecil. Program televisi yang baik mesti mengedepankan nilai-nilai pendidikan.
Tayangan untuk anak-anak antara lain mengajarkan pengendalian diri, toleransi, kejujuran, kerja sama, berbagi, dan menghargai orang lain.
Jangan membiarkan si kecil menonton acara anak-anak dengan kata-kata kasar, adegan kekerasan, dan contoh yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan yang Anda ajarkan.
###
Televisi menjadi alat penenang si kecil. Carilah sarana hiburan lain bagi si kecil agar dia dapat mengembangkan imajinasinya.
Anda bisa memilih satu acara anak-anak yang tidak ada iklan dan menontonnya bersama si kecil.
Di sini Anda bisa menunjukkan dan menjelaskan benda-benda, orang, hewan, dan apa yang terjadi.
Nikmatilah saat-saat ketika si kecil tertawa atau menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti musik saat tokoh kesayangannya muncul di televisi.