Di jaman serba digital sekarang ini, menuntut orangtua untuk mau tak mau mulai memperkenalkan anak pada dunia teknologi sejak dini, antara lain melalui permainan game di komputer.
Masih banyak pro dan kontra tentang efek bermain game di komputer terhadap anak. Yang kontra menyatakan bahwa kegiatan pasif seperti nonton TV dan main game di komputer atau televisi menjadi penyebab buruknya kemampuan atau kecerdasan bermain (Play Quotient) anak. Padahal, kategori bermain yang dapat meningkatkan PQ adalah aktivitas-aktivitas outdoor.
Memang, memilih permainan yang mengutamakan gerakan fisik masih dianggap yang terbaik karena bersifat spontan sesuai dengan perkembangan jiwa anak, serta melibatkan semua indra. Bermain fisik juga memperlihatkan karakteristik tersendiri, yakni aktif bergerak, berada dalam kelompok, dan memiliki sejumlah aturan main yang wajib dipatuhi.
Namun, sebenarnya, tak ada yang salah dengan mengenalkan game di komputer kepada anak. Sebab, kemampuan mengadaptasi teknologi harus mulai diperkenalkan sejak dini, bahkan sejak usia batita, agar kelak mereka terbiasa dengan perangkat teknologi yang di masa depan akan semakin umum digunakan. Apalagi kini game di komputer ada yang masuk dalam kategori education-games (edu-games). Game jenis ini dianggap berguna merangsang kerja otak anak, asalkan game-nya dipilih yang mudah dicerna.
###
Kini, software yang menawarkan edu games sudah banyak dijual di toko-toko buku dan komputer. Memang tidak ada unsur agresivitas dalam edu-games layaknya permainan yang mengandalkan gerak atau fisik. Namun, edu games merangsang kinerja otak anak sehingga kemampuan kognitifnya lebih terlatih karena banyak mengajarkan tentang logika dan pendidikan. Game jenis ini juga mengajarkan anak tentang beberapa hal yang mungkin belum dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya game yang diadaptasi dari serial popular Dora the Explorer, di sana anak bebas bertualang dan belajar tentang banyak hal yang mungkin sulit dilakukan di alam nyata.
Agar fungsi game bisa maksimal, sebenarnya peran orangtualah yang perlu diperhatikan. Menemani si kecil saat di depan komputer adalah langkah tepat. Sembari orangtua mengajarkan cara bermain dari game yang ada, orangtua juga harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul dari si kecil. Orangtua mesti lebih proaktif menjelaskan tentang hal-hal yang ada dalam game tersebut. Misalnya, si kecil tiba-tiba berkata, ”Kok ini sapinya bisa omong ya Bunda?” Atau, ”Apakah Adek bisa punya peta kayak punya Dora?”
Oh ya, yang tak boleh luput diperhatikan juga adalah posisi si kecil saat berhadapan dengan komputer. Jangan biarkan anak bermain game dalam keadaan mata yang lelah. Sesekali istirahat dan buang pandangan ke tempat lain selain monitor komputer. Segera matikan game jika si kecil merasa ada yang aneh pada pandangannya. Untuk lebih aman, gunakan pelindung cahaya untuk monitor.
###
Untuk terus mengembangkan kemampuan si kecil, orangtua memang harus kreatif memberikan lebih banyak variasi permainan. Lebih baik jika orangtua mampu menyeimbangkan jenis permainan yang diberikan kepada si kecil, antara permainan yang aktif dan pasif. Jadi, sambil mengenalkan teknologi, kemampuan gerak anak di luar pun tetap terasah.
Bagaimana bunda?