Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Media and Technology Awareness > Belum Saatnya Pakai Hape | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Belum Saatnya Pakai Hape

Hati-hati Pa, membekali hape si prasekolah, justru membahayakan jiwanya lho.

“Pa, Adek beliin hape dong,” Indra merajuk kepada papa. “Memangnya Indra sudah bisa pakai hape?” Papa bertanya pada bocah 3 tahun itu. “Sudah Pa, Indra bisa main game. Belikan Indra yang seperti punya kakak ya Pa?”    

Memiliki handphone (hape) alias ponsel memang sepertinya saat ini telah menjadi kebutuhan--nyaris primer--bagi masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tercatat paling tidak terdapat 60 juta pengguna ponsel dengan angka pertumbuhan pada tahun 2005 mencapai 22,3%. Penggunaan hape ini tidak hanya oleh orang dewasa saja. Anak-anak usia sekolah dasar, taman kanak-kanak bahkan balita seperti Indra pun telah akrab dengan teknologi ini. Tidak hanya sekadar meminjam hape orangtua untuk nge-game, tapi mereka sendiri juga telah dibekali (atau meminta) hape oleh orangtuanya.

Memang dengan adanya ponsel ini orangtua akan lebih mudah memantau keberadaan anak. Sang anak juga lebih mudah melapor kepada orangtua jika terjadi sesuatu pada mereka di saat tidak bersama dengan orangtua. Misalnya, jika anak sudah waktunya pulang namun tak kunjung pulang juga, orangtua bisa mencarinya lewat hape anak.

###

Namun di samping sisi-sisi positif pemberian fasilitas ponsel pada anak itu, terdapat banyak juga sisi negatifnya. Seperti SMS atau MMS yang bebas masuk ke hape mereka tanpa mengenal batas usia, sehingga sering kali anak mendapat informasi yang seharusnya tidak (atau belum) mereka perlukan. Belum lagi dampak konsumerisme. Karena teknologi ponsel ini sangat cepat berkembang dan cepat sekali memunculkan jenis hape baru. Padahal belum tentu mereka bisa menggunakan dan memaksimalkan kecanggihan teknologi itu.

Sebaiknya sih memang ponsel diberikan ketika anak sudah remaja. Namun demikian, penting atau tidak membekali anak dengan ponsel sangat tergantung kepada kebutuhan dari masing-masing keluarga. Untuk anak-anak usia sekolah dasar, taman kanak-kanak apalagi usia prasekolah jangan dulu  dibekali dengan ponsel sendiri.

Membekali anak prasekolah dengan hape tentunya memiliki banyak risiko, selain dapat mengajarkan anak menjadi konsumtif, hal tersebut juga dapat mendatangkan bahaya bagi si anak karena dapat mengundang kejahatan. Selain itu, jika ditinjau dari segi pendidikan pun dampaknya kurang baik. Mereka belum dapat mengontrol pemakaian (pulsa), artinya secara tidak langsung anak diajarkan boros. Seharusnya mereka diajarkan berhemat agar nantinya mereka dapat me-manage keuangannya. Jelaskan saja belum saatnya si kecil menggunakan hape dengan tuntutan komitmen seperti itu.

###

Keberadaan ponsel dirasa penting apabila bentuk komunikasi antara anak dan orangtua semakin berkurang karena orangtua sibuk bekerja. Sementara anak juga mempunyai jadwal sekolah yang padat. Dengan kurangnya intensitas pertemuan orangtua dan anak, ponsel dapat dimanfaatkan untuk menjembatani proses komunikasi. Orangtua dapat mengecek keberadaan anak dengan ponsel. Meskipun secara fisik tidak bertemu, tetapi orangtua tetap ada untuk anak kapan pun diperlukan.

Selain itu, perlu adanya keseimbangan dalam proses komunikasi. Ketika di rumah, di mana orangtua dan anak telah bertemu, sebaiknya ponsel dimatikan supaya proses komunikasi tidak digantikan dengan ponsel. Dan sebaiknya orangtua juga memberikan contoh dengan tidak menerima telepon di depan anak atau berlama- lama bertelepon.

Nah, Pa. Untuk si batita sih sebaiknya jangan dulu diberikan ya, toh mereka juga belum mengerti benar fungsi hape. Jangan dituruti semua keinginannya. Asalkan diberi penjelasan, si kecil juga tidak bakalan merengek meminta kok, paling dia juga akan cepat melupakannya. Maklum, si tiga tahun kan sang peniru ulung, sekaligus pembosan juga.

Related Article

Indeks Back to Top