Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Media and Technology Awareness > Ajak Si Kecil Nonton Yuk! | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Ajak Si Kecil Nonton Yuk!

Menonton film di bioskop bisa mengajarkan banyak hal pada si kecil.

“Ma, kok gelap sih?”… “Wah, teve-nya besar, Ma!“... “Duh, Adek kaget! Gede sekali suaranya, Pa!“ Si kecil Faza (3 thn) nyerocos di dalam gedung bioskop. Hari itu, Mama dan Papa mengajak Faza nonton. Inilah pengalaman pertama Faza nonton bioskop.

Ruangan yang gelap dan banyaknya orang di gedung bioskop, pasti awalnya akan membuat anak menjadi tidak nyaman bila tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Belum lagi layar yang besar dan suara yang begitu kencang, justru bisa membuat si kecil kaget serta ketakutan.

Nah, bila itu yang terjadi, acara menonton bisa buyar karena si kecil akan rewel. Inilah pentingnya mempersiapkan mental si kecil menghadapi situasi di dalam gedung bioskop.

Saat ini bioskop semarak dengan film anak-anak, baik produksi lokal maupun asing. Sebut saja film Denias, atau film dalam negeri yang tengah menjadi box office, Laskar Pelangi, misalnya. Belum lagi sederet film asing bergenre anak-anak, Finding Nemo, Monster House, Ant Bully, dan sebagainya.

###

Meski film-film tersebut beredar dalam bentuk VCD atau DVD yang bisa disaksikan di rumah, nampaknya iklan yang gencar mempengaruhi hasrat ‘orangtua’ untuk menyaksikannya di gedung film, tentu saja dengan mengajak si kecil. Menonton film di bioskop memang bisa menjadi alternatif acara keluarga. Si kecil akan berkenalan dengan situasi yang berbeda dibanding yang ia lihat di rumah melalui TV.

Namun, mengajak anak batita ke bioskop tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan, misalnya, panjangnya waktu pemutaran serta suasana di dalam bioskop yang gelap dan ramai. Mengajak batita ke bioskop boleh-boleh saja, tapi sebaiknya dipersiapkan dulu mentalnya.

Mungkin tidak ada patokan usia yang tepat untuk mengajak anak ke bioskop. Namun anak-anak usia 3-4 tahun sebenarnya sudah mampu untuk diajak nonton. Pada usia ini, anak-anak sudah bisa diarahkan dan diberikan penjelasan tentang apa yang ia tonton.

Di sisi lain, ada baiknya orangtua selektif memilihkan film yang sesuai dengan usianya. Meskipun film anak-anak, namun belum tentu isi ceritanya bisa diterima dan baik untuk mereka. Pada beberapa film anak, banyak juga unsur kekerasan yang tentunya bukan contoh baik bagi mereka.

###

Film yang cocok untuk batita adalah film-film yang mengandung pesan moral dan pendidikan yang jelas diperlukan. Di samping itu, durasi penayangan film sendiri juga harus diperhitungkan. Untuk batita, pilihkan film yang durasinya tidak terlalu panjang. Film anak-anak yang berdurasi panjang, bisa membuat si kecil bosan. Akibatnya ia tidak bisa diam di kursi atau malah menjadi rewel.

Orangtua sepatutnya menyesuaikan film yang ditonton si kecil sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Apabila mengajak nonton film yang masih di atas kemampuan anak, tidak akan memberikan manfaat apa-apa baginya. Biasanya ada batasan yang tercantum pada film tersebut, misalnya, untuk semua umur, atau 13 tahun ke atas.

Memberikan penjelasan tentang apa yang ia akan hadapi nanti, akan membantu kelancaran acara nonton. Jelaskan padanya mengapa banyak orang yang ikut menonton, mengapa ruangan harus digelapkan, mengapa suara yang keluar begitu kencang dan mengapa ia harus duduk tenang selama film diputar. Penjelasan ini bisa menjadi persiapan mental yang cukup, akan apa yang akan hadapi nanti.

Pada saat di bioskop pun, orangtua juga harus tetap memberikan penjelasan pada si kecil. Apa pun film yang ia tonton, orangtua harus tetap menjelaskan apa yang boleh dan yang tidak boleh ditiru. Di usia ini, mereka belum bisa membedakan mana yang kejadian nyata dan yang bukan nyata. Sehingga penjelasan apa yang ia lihat, sangat penting diberikan.

###

Ma, Pa, mengajak anak ke bioskop, intinya adalah jangan hanya sekadar menonton saja. Tapi cobalah memberikan unsur pendidikan didalamnya. Selain persiapan mental, persiapan fisik pun perlu dilakukan terhadap si kecil. Antara lain, jelaskan peraturan selama di dalam bioskop, seperti tidak boleh berisik dan ngomong keras-keras. Cari posisi duduk yang sesuai usianya, tidak terlalu di depan, tidak juga terlalu di belakang. Pilih tempat duduk yang memudahkan si kecil untuk melihat dan keluar setiap saat. Selain itu, jangan lupa siapkan makanan kecil dan minuman. Sebelum pertunjukan dimulai, tanyakan apakah ia mau ke toilet atau tidak.

Nah, bila memang si kecil masih belum mampu menuruti 'aturan' menonton di bioskop, menonton film melalui VCD/DVD pun tidak masalah. Karena menonton film di bioskop toh masih belum urgent bagi si batita.

Related Article

Indeks Back to Top