Pelajaran seperti Bahasa, IPS, Sejarah, Agama, Kesenian, dan Matematika memberi peluang kepada anak mengasah sembilan kecerdasan pada dirinya.
Kecerdasan majemuk yang dicetuskan Dr. Howard Gardner, seorang peneliti dari Harvard, sedang jadi primadona di masyarakat kita sejak beberapa tahun terakhir.
Gardner menyebut ada 9 kecerdasan yang memungkinkan diasah pada manusia, yaitu cerdas bahasa, cerdas gambar, cerdas musik, cerdas tubuh, cerdas matematika dan logika, cerdas sosial, cerdas diri, cerdas alam, dan cerdas spiritual.
Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut.
Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.
Ayah ibu tentu berharap anak bisa mencapai kecerdasan majemuk walau skornya tidak sampai kombinasi 4 atau 5 kecerdasan. Menyikapi fakta bahwa terdapat berbagai macam kecerdasan tersebut, maka sekolah sebenarnya telah menjangkau hal ini.
Buktinya terdapat beragam pelajaran yang disuguhkan untuk murid. Paul Suparno dalam bukunya "Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah", menyebutkan bahwa untuk mengajarkan kecerdaan bahasa terdapat pada Bahasa, IPS, Sejarah, Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Sementara untuk membuat murid cerdas dalam logika, budaya, atau jasmani bisa dengan cara belajar matematika, IPA, olahraga, dan kesenian.
Dengan metoda pengajaran yang tepat dan efisien, mata pelajaran tersebut tentu dapat diserap oleh para murid.