Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Fun and Educative Activities > Bermain Komputer, Mengenal Huruf dan Angka | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Bermain Komputer, Mengenal Huruf dan Angka

Berbagai cara bisa dilakukan orangtua untuk mengenalkan si kecil huruf (alphabet) dan angka, salah satunya lewat komputer. Melalui media ini, belajar di rumah jadi makin menyenangkan.

Software khusus belajar huruf dan angka sudah banyak beredar. Misalnya dengan menekan angka tertentu ada gambar yang muncul dan menjadi simbol dari angka tersebut, begitu pula untuk huruf.

Namun, yang paling sederhana, ya mungkin dengan mengajarkan anak mencocokkan huruf dan angka dengan menekan tuts-tuts pada keyboard di komputer Anda. Jangan lupa agar tampak lebih jelas di layar monitor, pilih font huruf yang lebih besar. Kemudian huruf-huruf tersebut diberi warna. Belajar seperti ini pasti mengasyikan bagi si kecil.

Alphabet mulai dapat diperkenalkan sejak anak berusia sekitar dua tahun. Selain melalui komputer, bisa juga dengan flash card yang terdapat gambar di balik kartunya. Bisa juga menggunakan Alphabet bermagnit untuk ditempel di depan kulkas, atau dengan buku bacaan dan koran. Untuk waktunya, bisa satu hari 1-2 huruf kemudian diulang kembali.


###

“Selain lewat komputer, saya juga mengenalkan anak pertama saya huruf ABCD, dengan cara memasangnya di dinding. Jadi, setiap kali masuk kamar, huruf-huruf tersebut dinyanyikan. Kemudian si anak mencocokkan gambar dengan kata-katanya sampai akhirnya bisa membaca,” begitu pengalaman seorang Mama dalam sebuah blog pribadi.

Ma, mengenalkan huruf dan angka pada si kecil tentu saja baik, seperti halnya mengenalkan si batita pada stimulasi lainnya. Hanya saja, tak jarang orangtua terkesan memaksanya untuk bisa hafal abjad dari A sampai Z. Bahkan target pun dibuat agar anak bisa membaca dan berhitung sederhana di usia tiga tahun misalnya. Banyak orangtua beranggapan, makin cepat anak kenal huruf dan angka, makin mudah baginya untuk menjadi siswa berprestasi nantinya. Di sisi lain, tentu ada kebanggaan tersendiri bila si kecil lebih "pintar" ketimbang anak sebayanya. Nah, bagaimana agar pengenalan tidak mengarah pada pemaksaan?

Belajar huruf dan angka pada usia di bawah tiga tahun lebih pada menumbuhkan minat atau ketertarikan untuk mengenal, bukan agar anak bisa hafal di luar kepala. Boleh jadi, si kecil bisa hafal huruf dan angka karena mengikuti urutannya, yaitu A, B, C atau 1, 2, 3 dan seterusnya. Akan tetapi begitu huruf atau angka dibolak-balik atau diacak, ia "bingung" tak tahu huruf atau angka apa yang ditanyakan.



###

Perhatikan pula, apakah anak lebih tertarik membaca atau berhitung. Bila anak cenderung lebih tertarik berhitung, tentu jangan paksa dia untuk membaca. Demikian sebaliknya. Begitu pula bila si kecil belum menunjukkan minatnya entah membaca atau berhitung, maka tak perlu dipaksakan. Perlu diketahui, kemampuan tiap anak untuk mengenal huruf dan angka berbeda, ada yang cepat dan ada pula yang tidak cepat. Lagi-lagi, berpulang pada minat, ketertarikan atau kesiapan si anak itu sendiri.

Memang tak ada patokan khusus, mana yang harus dikenalkan lebih dulu; angka atau huruf dan harus dikenalkan secara berurutan atau tidak. Yang pasti, kenalkan dengan yang paling mudah diucapkan anak. Misalnya, mengenalkan huruf "O" ketimbang huruf "Q" yang pasti lebih sulit. Ingat, tak perlu menggunakan target ya Ma, karena di usia ini si kecil tak harus hafal angka maupun huruf. Selamat belajar!

Related Article

Indeks Back to Top