Bermain sembari belajar memperkaya kosakata si kecil harus sering-sering dilakukan. Ciptakan suasana belajar dan bermain yang menyenangkan dengan menyebut nama benda-benda di sekitar rumah.
”Ini A, ayo Adek, apa yang dimulai dengan huruf A?” tanya Mama kepada si kecil Dira yang baru berusia dua tahun. Mama pun membantu dengan menunjuk kumpulan buah apel yang ada di meja makan. “Apel, Ma!” ujar Dira. “Duh, pintar anak Mama.”
Anak batita biasanya akan mengembangkan kemampuan berbicaranya dengan tahap yang berbeda-beda. Ada yang menunjukkan peningkatan kata baru dalam satu hari, ada yang mengoceh dengan meluncurkan banyak kata-kata baru, ada juga yang tidak banyak berbicara sampai mendekati akhir tahun kedua.
Jumlah kata-kata yang diucapkan anak batita tidak sepenting cara yang digunakannya untuk berkomunikasi. Anak batita tetap menggunakan banyak bahasa tubuh untuk mengekspresikan keinginan.
Sebagaimana dalam setiap tahap perkembangan bahasa, pada tahap ini peran orangtua lebih dari sekadar memperkaya perbendaharaan kata, melainkan juga membangun suatu hubungan. Intinya, orangtua tidak hanya mengajarkan kata-kata kepadanya, tapi juga mengajarkan kepercayaan kepada si kecil.
###
Untuk itu, ciptakan permainan memperkaya bahasa yang menyenangkan di rumah. Dengan cara ini, anak Anda akan dapat belajar bahwa semua benda dan orang di dunia memiliki nama. Pada saat Anda mengelilingi rumah misalnya, sebutlah nama segala hal yang Anda temui. Dengan menyebutkan nama semua hal yang Anda temui, hal itu juga menolong untuk menenangkan anak yang tidak dapat diam. Kata-kata akan membangun ”ingatan”, dan lebih mudah menyimpan hal yang memiliki nama daripada hal yang tidak memiliki nama dalam ingatan anak yang sedang tumbuh.
Selain itu, lakukan pengecekan untuk melihat apakah anak Anda mengingat. Contohnya, nama alat rumah tangga. Saat Anda menunjuk suatu benda, misalnya sendok, tanyakanlah, ”Apa itu?” Bila ia menjawab, ”Sendok,” pujilah anak Anda karena dapat menjawab dengan benar. Kemudian Anda bisa mengulangi lagi, ”Itu adalah sen...dok,” Saat ucapkan itu, sebutkan dengan intonasi yang jelas, walaupun tidak dengan nada membetulkan.
Nah, jika si kecil sudah dibiasakan dengan hal ini, maka bersiaplah untuk mendapat serangan frasa tanya anak batita yang klasik, “Apa itu, apa itu?” Sekali anak Anda belajar bahwa semuanya memiliki nama, ia akan secara alami ingin mempelajari semua nama. Pada saat Anda melakukan permainan menamai segala hal, bila melihat anak Anda melihat ke suatu benda secara sungguh-sungguh, segeralah menyebutkan namanya—”Itu adalah cicak.” Beberapa menit kemudian, kembalilah ke dinding rumah Anda, dan periksalah ingatannya dengan menunjuk ke arah dinding dan bertanya ”Apa itu?” Yakinlah, permainan ini akan menjadi salah satu hal yang menyenangkan bagi buah hati Anda di rumah. Jadi... apa ini namanya, Adik?