Komunikasi yang intensif dan berhasil terlihat dari keseriusan Anda saat membantu si kecil bermain.
“Mama jadi robot ya, duduk sini, nanti kalau Adek bilang, Mama buka mulut, buka ya...” Atau “Mama diam ya, Adek olesin bedak mukanya, pakai lipstik, nanti Mama jadi cantik deh.”
Anda menjadi robot yang hanya bergerak jika diperintah si kecil? Kelihatannya memang menggelikan, tapi demi si kecil agar bergembira, tertawa dan tersenyum lebar, Anda pasti akan melakukannya. Jangan lupa, perlihatkan keseriusan Anda untuk membantunya.
Jika dia sudah merasa senang dan tenang bermain, dengan sendirinya dia akan lebih percaya diri. Selain bermain sendiri di rumah, anak juga tetap membutuhkan Anda agar memperoleh teman, di luar lingkungan bermain sehari-harinya. Misalnya, dengan memasukkan mereka ke sanggar yang sesuai dengan ketertarikan si anak.
###
Berbagai jenis permainan fisik dapat membantu mengembangkan keterampilan anak. Mama juga bisa membantunya memberi kesempatan untuk mencoba berbagai jenis permainan. Misalnya, lompat tali, naik sepeda, dan lain-lain. Jangan anak dilarang-larang hanya karena takut jatuh dan terluka. Justru dengan permainan fisik ini anak akan menjadi lebih kuat, kemampuan koordinasinya juga turut berkembang. Contoh, ketika anak usia 3 tahun bermain menyusun balok menjadi menara, sebetulnya dia tidak saja belajar mengenai gravitasi dan keseimbangan, tetapi juga mengembangkan keterampilan mengkoordinasikan mata dengan tangan.
Dengan menemaninya bermain, dan mengarahkan akan hal-hal yang positif, akhirnya akan tumbuh rasa percaya diri si kecil, dan dia pun akan belajar untuk lebih mandiri jika banyak kesempatan yang Mama berikan kepadanya. Lewat permainan, anak bisa dikenalkan apa yang namanya menunggu giliran, perasaan senang karena menang dan sedih karena kalah, dan lainnya.
Nah, supaya si kecil bersemangat melakukan aktivitas fisik, Mama harus memberi contoh, daripada cuma nonton teve, misalnya, ajak si kecil menari, main petak umpet, main bola atau sepeda.
###
Dengan bermain bersama, komunikasi intensif dengan anak akan lebih mudah terjalin. Dan, tanpa disadari, anak akan banyak belajar bagaimana melakukan banyak hal, misalnya cara mengatasi emosinya. Oleh sebab itu, berilah terus ia contoh-contoh yang baik, beri si kecil pengarahan, bagaimana ia harus berperilaku saat bermain. Ketika ia mulai pandai berkata-kata, selalu beri jawaban jika ia bertanya, perlihatkan kegembiraan, ajak ia tertawa, buatlah lelucon yang secara tak langsung mengajarkannya emosi yang baik.
Peran Anda besar sekali dalam membantu menemaninya bermain. Beri ia kesempatan untuk memilih mainan yang disukainya. Sehari-hari, memang Anda yang mengatur anak, tapi saat bermain bersama anak ikuti saja dunia imajinasi anak mereka.