Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Communicating With Your Child > Mama Mengerti Nak... | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Mama Mengerti Nak...

Komunikasi yang intens sangat penting saat menghadapi anak sakit. Perhatian dan sentuhan dari ayah-ibu akan memperbaiki keadaan si kecil.

“Ah, kalau bisa memilih, biarkan saja penyakitnya untuk Ayah dan Bunda saja, Nak.” Ibu Siska bergumam sendiri di depan si kecil Reta (3 th) yang tengah berbaring di salah satu tempat tidur di ruang kelas utama sebuah rumah sakit swasta.  

Menghadapi si kecil yang sakit dibutuhkan kesabaran dan ketabahan yang besar dari orangtua. Anak sakit lebih membutuhkan banyak perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman, hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan.

Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan bisa bermain kembali.

Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi, karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh.

###

Pun jika si kecil dinyatakan mesti dirawat inap di rumah sakit. Mulanya perasaan cemas akan menghantui orangtua. Berbagai pertanyaan pasti bermunculan, bagaimana kalau nanti tangan mungilnya mesti diinfus, bagaimana bila ia harus diambil darahnya. Begitu banyak kekhawatiran yang terjadi, tapi kita seperti tak punya pilihan lain dan apa pun akan dilakukan demi kesembuhan si kecil. Lantaran itulah menginap di rumah sakit mesti dijalani.

Namun, sebaik apa pun pelayanan yang diberikan, rumah sakit tetap saja merupakan lingkungan yang asing buat si kecil. Maka usahakanlah agar ayah-ibu selalu menemaninya. Pada saat-saat seperti ini ia membutuhkan perhatian yang terus-menerus dari orang-orang terdekat. Tunjukan bahwa betapa Anda sangat memahami kondisinya yang serba tidak nyaman saat ini.

Umumnya, pihak rumah sakit membolehkan orangtua untuk menjaga anaknya. Namun untuk jenis penyakit tertentu, izin mendampingi terkadang tidak berlaku. Biar bagaimanapun, usahakan agar pihak rumah sakit mengizinkan orangtua untuk dapat menemani si kecil. Jika ditinggal, bisa-bisa dia tambah rewel dan akhirnya menghambat proses pengobatan atau penyembuhannya.

Perlu diketahui, kerewelan si kecil takkan berhenti kalau hanya sekadar didampingi. Ia perlu diberi sentuhan-sentuhan halus dan lembut yang bisa menentramkannya. Misalnya dengan mengelus-elus kepala, lengan, dan pipinya. Sentuhan ini merupakan petunjuk bagi si kecil bahwa dia tak ditinggal sendirian. Kalau perlu ibu tinggal di rumah sakit, dengan begitu kedekatan emosional bisa terus terjalin dan secara psikologis anak merasa aman dan nyaman.

###

Aturlah jadwal sedemikian rupa agar si kecil selalu ada yang menjaga. Kalau ayah berhalangan, maka ibu yang menjaga. Begitu juga sebaliknya. Cara bergiliran seperti ini juga bermanfaat agar orangtua tetap dalam kondisi fit karena ayah-ibu tua juga membutuhkan istirahat. Kalau memungkinkan, mintalah kerabat dekat untuk ikut menjaga. Perhatikan juga ketenangan lingkungan. Jangan sampai ramainya orang saat jam besuk membuat tidur si kecil terganggu.

Meskipun sedang sakit, anak tetap membutuhkan hiburan. Ciptakan suasana di rumah sakit sama menyenangkannya seperti ketika di rumah. Bawalah mainan favorit anak. Juga, jangan lupa membawa barang kesayangan, seperti selimut atau bantal yang bisa membuatnya nyaman. Si kecil akan merasa lebih baik begitu melihat sesuatu yang sering dilihatnya di rumah. Hal ini setidaknya dapat mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang dialami, entah karena penyakitnya atau karena tindakan perawatan seperti saat disuntik, diinfus, maupun setelah tindakan operasi.

Kebiasaan-kebiasaan di rumah pun bisa dilakukan di rumah sakit. Jika si kecil biasa dibacakan dongeng, bawalah serta buku-bukunya lalu mendongenglah seperti biasa. Yang jelas, usahakan anak tetap terhibur dan senang meskipun dalam keadaan sakit.

Related Article

Indeks Back to Top