Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Communicating With Your Child > Kompak Belajar Bersama | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kompak Belajar Bersama

Apa pun yang dilakukan anak sehari-hari dapat menjadi bahan pelajaran baginya. Pergunakan waktu belajar bersama dengan komunikasi semaksimal dan seefektif mungkin. Anda dan buah hati bisa jadi teamwork yang oke loh


”Bunda masak apa?” Tiba-tiba Imel merangsek masuk ke dapur sambil menenteng-nenteng boneka kumbang kesayangannya. ”Masak sayur sop pakai wortel. Coba Imel tunjuk wortel yang mana?” Bunda balik bertanya. ”Kentangnya ada berapa ya, coba bantu Bunda menghitungnya dong.”  

Melalui kegiatan belajar bersama ini, minat si batita bisa meluas ke berbagai bidang pengetahuan loh. Mulai dari berhitung, hingga ke aneka pengetahuan umum. Tentunya, minat yang luas akan mendukung proses belajarnya kelak. Dan, hal ini bisa maksimal jika kita bisa sekaligus melibatkan indra sang buah hati sebagai alat belajar.

Apa saja yang harus dilakukan orangtua agar belajar bersama menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi si kecil?


###

Pertama, dukung daya eksplorasinya akan berbagai hal baru. Biarkan ia melakukan berbagai percobaan sejauh tidak membahayakan keselamatannya. Sediakan sarana percobaan tersebut, misalnya mencampur pewarna kue di baskom, mengocok telur, memasukkan potongan daging ayam ke dalam tepung, dan sebagainya.

Kedua, kenalkan anak dengan berbagai pengalaman yang dialami sehari-hari. Tentunya disertai penjelasan dan jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan si kecil. Misalnya, pengalaman menanam bunga, mencampur adonan kue, menata meja makan, menyalakan tombol lampu, dan lain-lain. Sambil si anak melakukan berbagai kegiatannya, orangtua bisa menjelaskan tentang berbagai hal. Misalnya menghidupkan lampu, orangtua bisa mengatakan lampu bisa hidup dari listrik.

Ketiga, kenalkan batita dengan berbagai situasi. Tentunya, situasi yang dirasa aman bagi anak. Ini juga akan memberikan pengalaman belajar tersendiri. Contoh, mengunjungi taman bermain, kebun binatang, supermarket, toilet umum, rumah sakit, dan sebagainya. Anak dapat menyerap banyak hal dari pengamatannya. Orangtua dapat mengajukan pertanyaan dari hasil pengamatan si kecil.

###


Keempat, kenalkan dengan daya khayal alias imajinasi. Ini akan memperkuat anak untuk berpikir kreatif. Misalkan dengan kemampuan bermain peran. Ajak anak untuk berpura-pura menjadi sesorang, misalnya pedagang sayur, sementara Anda sebagai pembelinya. Ajarkan proses tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Kemampuan bermain peran menunjukkan kemampuan si kecil menyerap pengalaman sehari-hari.  

Kelima, dukung proses belajar, membina harga diri anak. Tumbuhkan perasaan bangga akan keberhasilan yang telah diraih si kecil. Jangan sungkan memberikan pujian. Penghargaan berupa tepuk tangan atau pelukan hangat, misalnya, tetap diperlukan anak agar ia memiliki konsep diri yang positif.

Keenam, Jadikan pengalaman belajar bersama ini menyenangkan. Hindari suasana yang membuat anak tidak nyaman, misalnya memaksakan anak melakukan aktivitas tertentu. Ikuti saja minatnya dan apa yang menjadi daya tariknya hari itu. Ingat, menyenangkan bagi orangtua belum tentu menyenangkan bagi batita.

###

Ketujuh, berikan teladan. Jangan pernah tunjukan rasa lelah dan bosan saat belajar bersama si kecil. Tunjukkan selalu antusiasme Anda untuk mau mencoba kegiatan baru, menjelajah, atau bermain-main dengan peran. Semangat Anda untuk mau terus belajar akan menular kepada si kecil hingga kelak ia dewasa nanti.

Yuk, bentuk teamwork yang solid! Komunikasi yang dikembangkan dengan belajar bersama si kecil tentu akan bertambah menyenangkan.

Related Article

Indeks Back to Top