Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Parenting > Communicating With Your Child > Dampingin Anak Saat Bermain | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Dampingin Anak Saat Bermain

Apalah arti mainan yang banyak jika orangtua tidak mau menemani si kecil bermain?


Miranda termasuk wanita karier. Karena itu, ia mempercayakan asuhan anaknya pada baby sitter dan orang di rumahnya. Untuk melengkapi pendidikan anak, ia acapkali hanya membelikan mainan—yang menurutnya—akan membantu perkembangan kreativitas anak. Menurut Miranda, mainan itu akan membantunya bisa tetap memberikan pendidikan yang terbaik bagi buah hatinya. Puzzle dan mainan balok, serta beberapa mainan canggih yang edukatif selalu diberikannya pada si kecil. Tapi, apakah semua itu cukup untuk menggantikan keberadaan Miranda bagi si kecil?

Barangkali, tak sedikit orangtua seperti Miranda. Dengan alasan kesibukan, maka komunikasi dengan anak menjadi sangat kurang. Tak jarang ada orangtua yang tak mau repot. Mereka lepaskan si kecil dengan mainannya tanpa pendampingan. Padahal, tanpa ditemani orangtua, anak tak mampu mengerti fungsi dari mainan tersebut. Dan celakanya, komunikasi sebatas sapaan dan belaian di malam hari dianggap sudah cukup untuk berkomunikasi dengan anak.

Kebanyakan orangtua seperti Miranda berdalih bahwa mainan yang disodorkan kepada si kecil sudah tergolong edukatif, seperti balok susun atau puzzle, jadi tidak perlu lagi khawatir jika toh si kecil main sendiri. Tanpa perlu berinteraksi maksimal, si kecil akan bisa berkembang, apalagi sudah ditambah asuhan baby sitter.


###

Sebenarnya, apapun jenis mainan yang diberikan kepada anak, tak jadi soal. Biarpun itu tergolong mainan non edukatif seperti pistol-pistolan maupun robot-robotan. Justru lebih baik anak memainkan kedua mainan tersebut tetapi tetap didampingi orangtua ketimbang si anak dibiarkan bermain sendirian. Komunikasi intensif yang ditunjukkan orangtua saat anak bermain justru lebih penting dari arti mainan itu sendiri.

Pentingnya orangtua mendampingi si kecil bermain, minimal agar dapat mengenalkan sesuatu yang baru pada anak lewat media mainan. Saat anak bermain pistol-pistolan, mama dan papa bisa menjelaskan kegunaan senjata tersebut bahwa pistol digunakan bukan untuk tujuan sadisme tetapi untuk tujuan lain yang lebih positif.

Dengan kata lain, mainan apa pun bisa menjadi edukatif selama orangtua bisa menggunakan mainan tersebut sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan kepada anak. Terlebih di usia prasekolah dimana penanaman nilai-nilai sosial banyak diperkenalkan, mainan bisa menjadi media yang efektif, loh.



###

Kalau bisa, sisihkan juga waktu khusus di tengah kesibukan untuk selalu berkomunikasi dengan si kecil. Misalnya, buat jadwal setiap Sabtu atau Minggu menjadi hari bebas urusan kantor. Maksimalkan kualitas komunikasi pada hari itu. Misalnya, dengan permainan yang Anda belikan tadi, Anda bisa bercanda, bermain, dan membangun kedekatan hubungan dengan si kecil. 
Yuk, dampingi si kecil Ma, Pa..!

Related Article

Indeks Back to Top