Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Others > Injuries and Accidents > Amankah Rumah Buat Si Kecil? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Amankah Rumah Buat Si Kecil?

Rumah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan terlindungi, ternyata bisa juga mendatangkan masalah bagi si kecil.


Bunda Mira senang-senang saja melihat Aditya (2,5 tahun), bermain di rumah. Hanya saja Aditya tergolong anak yang sangat aktif. Meski main di rumah, kerjaannya lari sana lari sini. Bunda pun jadi was-was, takut ia terjatuh atau menabrak sesuatu di dalam rumah. Namun Bunda Mira juga menyadari bahwa melarang aktivitas Aditya bermain di rumah, bukanlah merupakan tindakan yang bijaksana.

Barangkali, masalah serupa sering juga Anda alami. Jadinya, kalau ingin membiarkan anak bermain secara bebas di rumah, kadang yang muncul justru kekhawatiran berlebih. Tak salah memang. Tapi, jangan sampai kemudian hal ini malah menghalangi pertumbuhan sang buah hati.

Memang, pada dasarnya, cedera yang dialami anak-anak justru sering terjadi dalam rumah. Hal ini juga ditegaskan dalam sebuah pertanyaan yang dikeluarkan oleh American Association of Neurological Surgeons (AANS). Nah, berarti, memang harus diwaspadai jika kita melihat anak sangat aktif dalam rumah. Lantas, bagaimana agar cedera dapat dicegah, namun tak mengganggu aktivitas si bocah?


###

Intinya, sebenarnya cedera fisik merupakan kondisi yang dapat dicegah dan dapat dihindari. Untuk itu, perhatikan berbagai kondisi yang dapat mencelakakan anak. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi di rumah, aman atau tidak bagi si kecil. Beberapa hal kecil yang Anda lakukan, mungkin akan sangat berarti bagi keselamatan anak, dan juga anggota keluarga yang lain.

•    Inilah beberapa tindakan preventif yang mungkin bisa Anda lakukan untuk menghindarkan anak dari cedera dalam rumah:
•    Singkirkan benda-benda yang tercecer di lantai, seperti mainan atau kabel, agar anak tidak tersandung.
•    Lantai yang basah dan licin sangat berbahaya. Segera lap dan keringkan jika ada air yang tumpah. Kamar mandi yang kering sangat disarankan untuk keamanan anak, selain itu tutup pintu kamar mandi jika tidak digunakan agar anak tidak mondar-mandir.
•    Selama si kecil belum mengerti bahaya, simpan benda-benda hiasan pecah belah jauh dari jangkauan anak. Jika ada, letakkan dalam lemari pajangan yang terkunci.
•    Simpan semua benda "berbahaya" semisal benda-benda tajam seperti pisau atau gunting,  cairan pembersih rumah, serta obat-obatan, di tempat yang aman dan sulit diraih si kecil.
•    Awasi alat permainan anak, hindari mainan yang terlalu kecil untuk menghindari agar tidak sampai tertelan.
•    Letakkan panci panas dengan gagang mengarah ke belakang untuk menghindari jangkauan si kecil yang bermain-main di dapur.
•    Tutup stop kontak listrik dengan penutup atau halangi dengan lemari.
•    Secara bertahap, ajari si kecil tentang masalah keamanan agar ia bisa membedakan mana benda yang boleh dimainkan dan mana yang berbahaya.

Nah tak terlalu sulit bukan? Mari Bunda, kita cegah hal-hal yang membahayakan bagi si kecil di rumah.

Related Article

Indeks Back to Top