Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Child Development > Physical Development > Si Kurus Nan Lincah | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Si Kurus Nan Lincah

Mungkin karena sudah sering mendengar 'gemuk identik dengan sehat dan makmur', para orangtua, khususnya ibu-ibu merasa malu jika anaknya kurus, meski terbilang lincah dan aktif.

Resi (2,5 th) dijuluki “si eyot”, asal kata dari “si peyot” oleh tante, om dan sepupu-sepupunya. Sebenarnya Mama tak suka anaknya dipanggil begitu. Tapi ya mau gimana lagi, Resi memang kurus dan peyot untuk anak seusianya, meski Resi tergolong anak yang lincah dan pintar.  Akhirnya, Mama pun tak kalah sibuk terus mencari tahu bagaimana menaikkan berat tubuh buah hatinya itu, mulai dari memberikan beragam vitamin sampai memilihkan susu yang sangat selektif.

Duh Ma, kenapa sih  "alergi"  sama anak kurus? Kenapa kita para mama lebih nyaman  dengan anak montok daripada sehat.  Sebenarnya, kita tidak perlu cemas berlebihan kalau anak kita kurus. Pokoknya selama dia tidak malnutrisi, selama tumbuh kembangnya baik sesuai usianya, ya santai saja Ma. Jika masih penasaran, konsultasikan kesehatan ke dokter, jika dokter bilang anak Mama sehat meskipun kurus, redamlah obsesi “penggemukan” si kecil.

Pendapat bahwa gemuk adalah lambang kemakmuran rasanya sudah tidak relevan lagi saat ini. Stop untuk tidak 'melanjutkan' pendapat yang salah. Sekadar menunjuk fakta, di Singapura, anak-anak usia  SD yang dinilai memiliki kelebihan berat badan (BB) diwajibkan menjalani olahraga ekstra untuk menurunkan BB-nya, karena pemerintah Singapura mengharapkan generasi penerusnya harus generasi sehat jasmani rohani.

###

Anak montok memang menggemaskan Ma, tapi tidak selalu sehat loh. Kurus juga bukan merupakan indikasi kalau anak kita kurang gizi atau sakit. Tidak ada yang salah kalau anak kita kurus, dalam arti kurus yang masih dalam batas normal dan ada faktor keturunan atau genetik. Kalau orangtuanya mungil kok anaknya mau montok?

Semua anak memiliki keunikan sendiri, Ma. Yang harus selalu jadi perhatian para Mama  adalah tumbuh kembangnya, apakah motorik kasar dan halusnya terbentuk sesuai dengan usianya. Makanan yang bergizi harus diutamakan. Biar otaknya cerdas dan badannya sehat.

Mungkin karena sudah sering mendengar 'gemuk identik dengan sehat dan makmur', para orang tua, khususnya ibu-ibu merasa malu jika anaknya kurus, meski terbilang lincah dan aktif. Ingat loh, kondisi kegemukan pada anak berakibat tidak baik untuk jangka panjang. Makanya mengontrol berat badan pada harus dilakukan sejak usia dini. Kegemukan (obesitas) pada anak akan menjadi masalah karena sekitar 15% anak dengan kegemukan akan berlanjut ke masa dewasa.

Nah Ma, masih terobsesi si kecil harus “montok”?

Related Article

Indeks Back to Top