Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Child Development > Physical Development > Si Kecil Kegemukan Tidak Ya? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Si Kecil Kegemukan Tidak Ya?

Anak montok tanda sehat  atau justru kegemukan ya?

“Ih lucunya!” Begitu komentar para ibu jika bertemu dengan anak yang gemuk. Itu pun sering kali diikuti dengan tindakan mencubit pipi si anak. Menggemaskan memang. Ujung-ujungnya, jika anaknya sendiri tak segemuk anak yang ditemuinya itu, ia akan membandingkan anaknya dengan bocah yang lebih gemuk itu. ”Itu loh, kayak si Andi. Dia doyan makan, makanya badannya gede dan sehat...”

Untuk anak dalam masa pertumbuhan, badan gemuk memang terlihat menggemaskan. Karena itu, biasanya orangtua girang melihat anak yang badannya gembul, dagu berlipat, dan pipi montok. Tak heran jika gemuk pada anak diidentikkan dengan gizi yang cukup. Mungkin inilah yang menyebabkan para ibu pun berlomba-lomba menggemukkan badan anaknya. Ibu yang anaknya gemuk akan bangga, sedangkan ibu yang anaknya kurus akan risau meskipun anaknya terlihat sehat dan aktif

Tapi, jangan keburu senang dulu. Jika hal itu terus berlanjut sampai ia berumur lebih dari dua tahun, sebagai orangtua kita patut waspada. Apalagi, jika kemudian si kecil tumbuh jauh lebih besar ukuran badan dibanding anak seusianya. Bisa jadi,  ini tanda kegemukan pada anak. Kegemukan yang sering disebut obesitas, disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain genetika atau keturunan, kelainan hormon (endoktrin), serta faktor pola makan yang tinggi lemak dan kalori. Risiko kegemukan juga bisa terjadi sejak awal pertama kelahiran, terutama bagi anak yang terlalu dini diberikan makanan padat.


###

Berbagai penelitian telah menunjukkan anak obesitas lebih rentan mengalami berbagai penyakit seperti gangguan jantung dan pembuluh darah saat menginjak usia dewasa kelak. Jadi, hati-hati loh...

Nah, untuk itu para orangtua sebaiknya  tidak terobsesi punya anak gemuk. Anak yang berat badannya proporsional, sehat dan aktif, justru jauh lebih baik daripada anak yang gemuk tapi mudah lelah dan malas bergerak. Maka satu hal yang harus diingat adalah pemberian makannya jangan berlebihan.

Oh ya, agar tahu anak kita gemuk atau tidak, informasi berikut mungkin bisa jadi patokan. Normalnya, anak berumur lima bulan berat badannya tidak lebih dari dua kali berat badan saat lahir. Sedangkan ketika berusia setahun, biasanya beratnya mencapai tiga kali berat lahir. Ada juga patokan yang bisa dijadikan pegangan, yakni dengan melihat Kartu Menuju Sehat (KMS). Dengan KMS, kita dapat mengetahui perkembangan berat badan menurut usia. Nah, jika lebih dari patokan itu, apalagi jika si kecil tak suka banyak gerak, suka mengemil makanan yang manis, berlemak dan berkalori tinggi, maka orangtua perlu memberi perhatian lebih pada asupan makanan si kecil.

Dan, jangan lupa, doronglah anak untuk lebih banyak melakukan kegiatan bermain yang bergerak, seperti bersepeda, main bola, dan sebagainya.

Dengan begitu, risiko kegemukan pada anak bisa diminimalisir. Toh, itu juga demi kebaikannya kelak.

Related Article

Indeks Back to Top