Tanggung jawab perlu dipupuk sejak dini agar anak terbiasa menjalani. Ajarkan tanggungjawab secara bertahap. Termasuk untuk urusan makan. Ini juga akan mengembangkan kemampuan motoriknya.
Makan sebenarnya adalah wujud tanggung jawab paling dasar yang bisa dikenalkan pada anak. Karena itu, jika memungkinkan, ajarkan si kecil menyuap makanannya sendiri lebih dini. Tentunya, ayah dan bunda harus melihat usia dan tahap perkembangan otak anak.
Pada dasarnya, sejak umur 18 bulan, umumnya anak sudah bisa diajarkan tanggung jawab. Pada masa ini seorang anak mulai mengalami perkembangan individu dan punya ekspektasi sosial. Nah, ayah dan bunda harus bisa menyesuaikan perkembangan dua aspek ini. Contohnya, saat diberi finger food, anak bisa mengambilnya kemudian memasukkan ke dalam mulutnya. Pada tahap ini anak sudah bisa menentukan pilihan bentuk atau rasa yang ingin dimakan. Atau ketika si kecil sudah bisa memegang gelas bergagang dua, meminum isinya, lantas menaruhnya dengan baik tanpa dibanting atau terjatuh.
Agar si kecil tertarik makanan yang ada dihadapannya, ajarkan dengan fun dan melalui proses pembiasaan. Misalnya, ajarkan secara bertahap mulai dari duduk di kursi, memegang sendok, hingga memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Tapi orangtua harus sabar dan fleksibel. Sebab, anak biasanya memang memerlukan pelajaran yang berulang-ulang.
###
Contoh lain, saat si kecil berteriak meminta susu, orangtua bisa mengajarkan cara meminta dengan sopan. Ingatkan selalu agar anak menghabiskan minuman dan makanan yang sudah dipilihnya. Dengan begitu, anak akan berpikir, memilih dan mengambil keputusan diikuti konsekuensi serta tanggung jawab terhadap pilihannya tersebut. Jangan sampai orangtua memaksakan kehendak. Anak tidak bisa dituntut untuk bertanggung jawab atas apa yang bukan menjadi pilihannya. Untuk itu, sebaiknya tanggung jawab merupakan komitmen orangtua dan anak.
Membiasakan anak bergantung pada pengasuh bukan merupakan tindakan yang tepat. Mempercayakan pengasuh untuk menemani si anak makan boleh-boleh saja, namun berikan batasan-batasan yang jelas bagian mana yang dapat dilakukan pengasuh dan yang tidak. Misalnya, pengasuh sejak awal diminta mengingatkan anak akan waktunya makan. Jika anak menolak dan kemudian merasa lapar, anak harus diberitahu oleh pengasuh akan konsekuensi yang ia diterima, yakni mengurus keperluan makannya sendiri. Kedengarannya memang terlalu keras, tapi sebenarnya hal ini baik untuk memupuk sikap mandiri anak.
###
Seiring usia, kemampuan anak pun berkembang. Saat berumur 2-3 tahun perkembangan motorik dan koordinasi gerak anak sudah menunjukkan kemampuan mengurus kepentingannya sendiri, seperti memakai baju dan sepatu sendiri.
Jadi, dengan hal-hal sepele, kita ternyata bisa sekaligus belajar mengembangkan kemampuan motorik anak.