Lebih enak mengawasi anak yang bermain di dalam lingkungan rumah dibanding di luar rumah. Namun orangtua tetap perlu waspada.
Neska (2 th) tidak seperti kebanyaan anak seusianya. Bocah mungil berambut ikal ini jarang sekali keluar rumah untuk bermain. Neska lebih memilih untuk main di rumah. Bila ada teman-teman yang mengajaknya main, ia akan lebih senang membawa para sebayanya itu main di rumah.
Kebanyakan orangtua mungkin senang mendapati anak seperti Neska. Lebih mudah mengawasi dan menjaganya, karena lingkungan bermainnya cuma di dalam rumah. Namun bunda, sebaiknya bunda juga perlu melihat kegiatan fisik anak supaya seimbang. Lewat kegiatan bermain di rumah, lihatlah, apakah kegiatan fisik anak sudah cukup atau belum.
Sebaiknya, permainan untuk anak seusia Neska tak hanya yang bersifat stationery karena anak masih harus mengembangkan, paling tidak, keseimbangan tubuhnya. Jadi, kegiatan atau permainan di luar ruangan juga perlu untuk merangsang otot dan melatih keseimbangan anak.
###
Jadi, orangtua juga punya tugas untuk melatih fisik anak karena otot besar anak usia ini masih harus dilatih. Berenang dan naik sepeda sangat dianjurkan untuk kegiatan fisik mereka. Bermain bola, menangkap, atau melempar juga bagus untuk koordinasi. Biasanya, anak usia ini juga senang meniti semisal jalan di pinggir trotoar. Nah, ajaklah si kecil melakukannya.
Jika pun anak lebih memilih bermain di rumah, orangtua berkewajiban menciptakan suasana rumah yang nyaman, aman, dan tidak mendatangkan petaka bagi si kecil. Rumah sebaiknya diatur sedemikian rupa agar si kecil bisa bebas beraktivitas, termasuk yang melibatkan fisiknya.
Si kecil tentu ingin bisa bermain di seluruh ruangan di rumah, termasuk kamar ayah, bunda, atau kakak-kakaknya. Pastikan bahwa barang-barang berbahaya seperti parfum, pewarna kuku, benda tajam, dan obat-obatan, berada jauh dari jangkauannya. Selain itu, periksa karpet agar tidak membuat si kecil tersandung. Atau lebih baik gulung karpet untuk sementara waktu. Jangan lupa periksa kabel-kabel dari meja ke stop kontak agar tidak terlalu panjang. Stop kontak yang letaknya bisa dijangkau oleh si kecil sangat berbahaya. Lebih baik stop kontak ditutup dengan plester jika sedang tidak digunakan. Usahakan pula semua perhiasan, obat, korek api tidak tergeletak sembarangan.
###
Intinya, pastikan rumah sebagai tempat si kecil beraktivitas dan bermain dalam keadaan aman. Di dalam atau di luar rumah bukan masalah, asalkan si kecil tidak kehilangan haknya untuk bermain dan mengembangkan kemampuan fisiknya.