Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Child Development > Development Milestones > Eksistensi Diri | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print
Also in Development Milestones :

Eksistensi Diri

Ketika masih bayi (umur 0-1 tahun), Si Buah Hati belum sadar bahwa dia dengan ibu adalah dua hal yang terpisah. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan emosinya, Si Buah Hati mulai menyadari bahwa dia memiliki tubuh, pemikiran dan perasaannya sendiri.

Dia semakin percaya diri. Dan tentu saja, semakin meningkat keinginannya untuk melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Dia ingin eksis.

Perkembangan

Kepribadian Si Buah Hati dari waktu ke waktu semakin berkembang. Pada usia 6-7 bulan, dia mulai menyadari bahwa ternyata eksistensi dirinya terpisah dari Anda, dan mulai berpikir jangan-jangan nantinya Anda akan meninggalkannya sendirian.

Hal ini telah menimbulkan sebuah gejala sindroma ‘kegelisahan akan perpisahan’ –sebuah fase yang biasanya terjadi pada anak usia sekitar 2 tahun.

Sebenarnya sejak dia telah mampu bersosialisasi dan lebih percaya diri, ia telah siap untuk ditinggalkan di tempat penitipan anak (playgroup) atau pada baby sitter, dan memberinya peluang untuk lebih maju dan membangun identitasnya sendiri.

###

Umur 12 – 18 Bulan

Awal usia tahun ke-2, proses pencarian jati diri dimulai. Ini adalah masa transformasi dari seorang bayi takberdaya menjadi sosok individu yang lebih mandiri.

Sebagai hasilnya, bayi sering berubah-ubah antara kondisi ‘bad mood’ dan ‘good mood’ secara ekstrim. Tetapi dengan mengerti alasan-alasan dibalik sikap-sikapnya yang mungkin akan terasa ekstrim, akan lebih membantunya memahami dan bersikap.

Sekarang Si Buah Hati sudah mempunyai kecakapan fisik dan jiwa untuk menjelajahi dinya sendiri, sehingga ia ingin bisa melakukan banyak hal.

Tetapi ia belum tahu sampai dimana batas kemampuannya. Kadang ia akan naik setinggi langit dan tidak tahu caranya turun, atau kadang dia tidak mempunyai harapan apapun.

Dan ketika ia sadar bahwa ia belum mempunyai kapasitas yang cukup dan gagal untuk melakukan sesuatu, ini akan menyebabkan Ia mengalami frustasi dan ketakutan.

Tetapi disinilah justru nilai/pelajaran dari semua yang dia lakukan –proses itu akan membuatnya berkembang menemukan jati diri.

Pada usia ini Si Buah Hati juga mulai belajar bahwa Anda adalah sebuah entitas yang terpisah darinya, dan dapat pergi meninggalkannya sewaktu-waktu.

Tetapi dia belum siap melihat Anda meninggalkannya. Sindroma ‘ketakutan perpisahan’ ini, akan sering menghantui-nya berulang-ulang selama masa Batita, dan dia akan sering berada dalam terombang-ambingnya sikap.

Kegelisahan-ketakutan ini akan memuncak pada sekitar bulan ke-18, tetapi kemudian akan secara perlahan memudar hilang pada usia 3 tahun.

Perilaku ini bisa kita lihat, seperti pada waktu pertama kali Anda meninggalkannya di playgroup school atau tempat penitipan bayi, dia akan menangis meraung-raung karena perpisahan sementara.

Dan akan amat senang ketika bertemu kembali dengan Anda pada waktu pulang.

###

Umur 19 – 24 Bulan

Pada usia ini, mulai muncul kesadaran diri (Self-awareness) dari Si Buah hati. Sebuah studi menunjukkan yang membandingkan antara bayi berusia dibawah 12 bulan dan bayi umur 21 bulan menunjukkan hal ini.

Bayi umur 12 bulan ketika diberikan cermin di depan wajahnya, dan dia melihat bayangannya sendiri di cermin, ternyata dia menganggap bayang di cermin itu adalah orang lain, dia akan menyentuh bayangan dalam cermin itu dan mencoba mengajaknya bermain-main.

Perlakuan yang sama dilakukan pada anak umur 21 bulan, yang diberikan tanda merah di hidungnya. Ternyata ketika melihat di cermin, bukan tangannya mencoba meraih menyentuh bayangan dalam cermin, tetapi ia menyentuh hidungnya sendiri yang mendapat tanda merah. Ia tahu bahwa bayangan di cermin, bukan dirinya.

Tidak hanya Si Buah Hati semakin baik pemahamannya terhadap dirinya sendiri, kemampuannya untuk segera pulih dari serangan sindroma ‘ketakutan perpisahan’ juga semakin baik.

Pada usia ini, jika Anda meninggalkan dia di playgroup school atau di tempat penitipan bayi, kekhawatiran akibat perpisahan semakin cepat hilang, dan dia segera merasa aman di tempat barunya.

Pengalaman ini karena berdasarkan memori pengalamannya, bahwa nantinya Anda akan kembali lagi menjemputnya di playgroup school. Bahwa kepergian Anda hanya sebentar, sehingga ia tidak menangis lagi.

Anda telah berhasil membangun kepercayaan yang terus-menerus dan menunjukkan padanya bahwa Anda menyayanginya dan mempunyai perhatian padanya.

Sehingga rasa mandiri sekaligus kepercayaannya pada Anda semakin meningkat.

Umur 25 – 30 Bulan

Antara umur 2 – 3 tahun, Si Buah Hati akan terus menerus berusaha untuk lebih mandiri. Jika Anda marah dan meninggalkan dia di suatu ruang atau di suatu acara karena ia telah melakukan kesalahan, dia sudah tidak menangis atau ketakutan lagi, dan dia percaya Anda akan kembali lagi.

"Aku bisa melakukan sendiri," mungkin adalah kata yang paling sering didengungkannya, meski tidak secara eksplisit. Dan kepercayaan dirinya semakin meningkat.

###

Umur 31 – 36 Bulan

Jika Si Buah Hati Anda seperti kebanyakan batita lain, ia akan sudah mampu mengatasi sindrom ‘ketakutan perpisahan’ pada hari ulang tahunnya yang ke-3. Namun sesekali sindroma ini akan muncul lagi, pada saat-saat tertentu.

Seperti ketika hari pertama ke sekolah, waktu pertama ikut perkemahan, atau bahkan ketika pertama kali harus perpindah kota untuk kuliah di perguruan tinggi.

Menolong dan melatihnya untuk mampu mengatasi sindroma ‘ketakutan perpisahan’ akan membantu dan membuat masa depannya akan lebih mudah dilalui.

Perlakuan

Pada usia ini, Si Buah Hati memerlukan sebuah jaminan keyakinan dan perhatian dari kamu bahwa sebelum ia berpindah dan menjelajahi dunia di luar rumahnya, ia berada dalam jaminan keamanan.

Pada saat yang sama, dia juga memerlukan kebebasan untuk menguji sampai dimana batas kemampuan dirinya untuk eksis, dan mencoba hal-hal baru.

Disini, faktor rumah menjadi faktor penting, lingkungan rumah yang aman dan penuh perhatian, akan amat membantunya melewati masa-masa yang penuh cobaan.

Jauhkanlah dia dari obyek-obyek yang membahayakan diri di rumah, dan pastikan rumah aman dan tenang.

Related Article

Indeks Back to Top