Dengan mendengarkan orang lain, anak Anda akan berlajar bagaimana sebuah kata diucapkan dan menempatkannya pada sebuah kalimat.
Sebagai seorang bayi, pertama dia akan belajar bagaimana mengucapkan bunyi itu, menjadikannya bunyi itu sebagai kata. Kata 'mama', 'papa' 'dada' atau 'baba' sudah akan bisa diucapkan pada umur 4-5 bulan.
Pada saat dia umur 1 tahun, dia telah mahir untuk menirukan berbagai kata yang terdengar di sekitarnya. Pada saat itu, Anda akan menamukan Si Buah Hati mengalami pertumbuhan yang pesat, dari hanya mampu mengucapkan beberapa kata sederhana menjadi bisa bertanya, memberikan tanggapan, beberapa bahkan sudah mampu bercerita.
Perkembangan
Anak yang berkembang di lingkungan yang mengenal dwi-bahasa, misal bahasa Indonesia dan bahasa lokal, dia akan belajar mengucapkan kata dari kedua bahasa.
Umur 12 – 18 Bulan
Pada ulang tahunnya yang pertama, anak Anda mungkin sudah bisa mengucapkan 1 – 5 kata. Pada umur 14 bulan, sudah akan mampu mengucapkan sampai 7 kata, meski beberapa ada yang mampu sampai 20 kata.
Dia mungkin mengucapkannya masih 'cadel' tapi sudah bisa dimengerti, beberapa kata yang ia sukai, akan ia ucapkan dengan intonasi yang tinggi.
Anak Anda mungkin sudah bisa menggunakan kemampuannya itu dalam sebuah pembicaraan sederhana. Hingga dia akan menggunakan lebih banyak kata untuk mendapatkan ide dalam komunikasinya.
Dia mungkin akan mengucapkan kata "boneka' ketika tangannya berusaha meraih boneka. Pada umur ini, kata-kata lebih banyak ia ucapkan untuk menunjuk sebuah benda.
Pada usia ini anak-anak juga sudah bisa 'beracting' menggunakan alat tubuhnya sebagai bahasa komunikasi, misal ia akan menutup wajahnya dengan kedua tangan ketika ia malu, atau memukulkan tangannya ketika ia marah.
Pada umur 16 bulan, Buah Hati Anda mungkin akan mulai menggunakan banyak konsonan dalam pengucapannya, seperti t, d, n, w dan h.
Jangan berharap dulu semua suara akan secara benar mengemukakan sebuah kata, karena dia masih sering 'cadel'. Tetapi Anda akan mendengar ia berulang-ulang mengucapkan sebuah kata, sambil ia terus bermain.
###
Umur 19 - 24 Bulan
Anak Anda mungkin telah mengerti sampai 200 kata. Meskipun ia kemungkinan hanya menggunakan 50-75 kata yang paling sering ia ucapkan secara berulang-ulang.
Kebanyakan adalah kata-kata yang berkaitan langsung dengan aktivitas kehidupannya sehari-hari atau yang ia temui setiap hari, seperti 'susu', 'bubur', 'pintu.' Pada umur 18 - 20 bulan, dia mungkin sudah mampu menyerap 10 atau lebih kata-kata baru setiap hari.
Jika dia memfokuskan untuk belajar mengucapkan kata saja, dapat menambah 1 kata baru setiap 90 menit. Sehingga Anda harus hati-hati ketika berbicara di sekitarnya.
Dalam fase ini, anak Anda mulai belajar menyusun kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. Seperti 'minum susu', 'adek makan'. Tata bahasa belum berkembang, karena ia masih cadel.
Pada ulang tahunnya yang ke-3, Buah Hati Anda sudah mampu mengucapkan kalimat yang terdiri dari 3 kata, atau menyanyi dengan intonasi sederhana. Dia juga sudah bisa mengemukakan keinginannya atau perasaannya.
Misal, 'tidur', 'ngantuk'. Atau 'adek ingin susu.' Semua diucapkan masih dengan cadel dan kadang suaranya terasa menggemaskan.
###
Umur 25 - 30 Bulan
Pada umur ini, anak anda sudah lebih banyak menguasai kata dan kalimat sederhana. Ia akan mulai bermain-main dengan modulasi. Mungkin ia akan berbicara dengan intonasi tinggi ketika bicara normal, dan ahanya bersuara pelan/lemah ketika menjawab pertanyaan Anda.
Dia juga mulai bisa menggunakan perbadaan kata 'saya,' 'kamu' atau 'aku'. Antara umur 2- 3 tahun, perbendaharaan kata yang ia kuasai telah naik sampai 300 - 900 kata. Dia sudah bisa menggunakan kata 'saya pergi sekarang'.
Dia juga sudah mampu membicarakan aktivitas yang telah berlalu. Seperti 'saya berlari', saya berenang'.
Pada umur ini dia juga mulai bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti 'apakah kamu ingin minum', 'apakah kamu lapar,' 'dimana sepatu kamu.'
Jika Anda mendapati anak Anda hanya menirukan dan mengulang-ulang pertanyaan Anda, tanpa pernah menjawab, atau bahkan hanya 'cuek' padahal dia mengerti kalau sedang ditanya ?
Lebih baik Anda segera membawa anak Anda ke dokter anak, mungkin ia mengidap Autis, sehingga memerlukan pelatihan-pelatihan dan perlakukan tertentu.
Umur 31-36 tahun
Pada usia ini, Buah hati Anda sudah bisa menjadi pembicara normal. Dia sudah mampu berbicara panjang dengan menggunakan intonasinya, berpidato, dan mampu menggunakan intonasi yang menggambarkan sebuah suasana pada orang lain yang diajaknya berbicara. Dia juga telah bisa memperkenalkan dirinya, dengan mengeja nama depannya maupun nama belakangnya dengan benar.
###
Perlakuan
Bicara :
Penelitian mengatakan, anak yang memiliki orang tua atau Ibu yang terus-menerus mengajaknya bicara dan bercerita sejak masih bayi, menunjukkan bahwa si anak berkecenderungan memiliki IQ tinggi dan kaya akan perbendaharaan kata dibanding anak yang lain.
Tidak perlu berarti Anda perlu ngomong terus-menerus, tetapi cukup selalu mengajaknya berbicara ketika kamu sedang bersam-sama dengan dia. Ungkapkan apa yang sedang kamu lakukan, hal-hal penting dari suatu masalah, ajukan pertanyaan, atau nyanyikan lagu-lagu padanya.
Ingat, bayi akan belajar mengatakan sesuatu seperti yang ia dengar dari pembicaraan anda. Jadi berkata-katalah yang benar, tertata, dan sopan.
Membaca :
membaca atau membacakan cerita padanya adalah cara yang paling bagus untuk membantu Buah Hati Anda mengenal kata, cara pengucapannya, konteksnya dalam sebuah kalimat, dan alur dari sebuah cerita.
Tetapi jangan hanya membaca kata-kata, tanyakan pada anak sesuatu dalam ilustrasi cerita, atau apa yang terjadi dengan tokoh-tokohnya dalam cerita itu. Mintalah dia untuk mendeskripsikan.
Mendengarkan :
Ketika Buah Hati Anda berbicara dengan kamu, jadilah kamu pendengar yang baik. Tatap matanya, dan berilah respon sesuai pertanyaan-pertanyaan atau isi ceritanya. Jadilah teman curhatnya yang baik.
Dia akan lebih banyak bercerita, ketika ia tahu kamu tertarik dengan apa yang ia ceritakan.