Optimalkan kemampuan bersih-bersih diri si prasekolah.
“Duh kesal deh, Reza (3 thn) kalau pipis masih di sembarang tempat aja. Kalau lagi main di halaman, ia pipis di carport atau di rumput taman. Habis pipis pun alat kelaminnya gak pernah dibasuh, langsung celananya ditutup. Kalau diperingati pura-pura gak dengar.” Mama Dian mengeluhkan kebiasan putra pertamanya itu.
Kucing saja buang air dibersihkan, masakan manusia tidak bisa? Kalau hingga usia seperti Reza anak masih pipis di sembarang tempat, orangtua mesti introspeksi sudahkah mengajarkan toilet training kepadanya dengan tepat?
Ma, harusnya begitu anak bilang ingin pipis, minta ia segera ke toilet dan membuka celananya sendiri. Usai pipis, ajari anak untuk membasuh alat kelaminnya dengan menyiramkan air pakai gayung atau semprotan air. Anak usia prasekolah sudah bisa kok memegang dan menyendok air dengan gayung kecil, juga menekan semprotan air sendiri.
###
Jangan salah lo Ma, menahan pipis dan buang air besar sampai menemukan tempat yang tepat sebenarnya adalah salah satu ciri kemampuan anak prasekolah. Jadi, di usia ini sesungguhnya si kecil telah mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik, tapi juga sosial dan emosional.
Beberapa bentuk kemandirian yang sudah terbentuk/mulai dirintis sejak kecil sudah semakin menunjukkan kesempurnaan. Di antaranya ya kemampuan bersih diri tadi. Yang dimaksud dengan kemampuan bersih diri di sini, si prasekolah sudah mampu mandi sendiri disamping mampu membersihkan alat kelaminnya setelah buang air kecil (BAK) ataupun buang air besar (BAB).
Bentuk kemandirian ini setidaknya terlihat dari kemampuan anak dalam mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB. Anak sudah tahu kapan dia ingin BAK atau BAB sekaligus mampu menahan keinginan tersebut sampai ia masuk ke dalam toilet/kamar mandi. Secara fisik mereka juga sudah bisa jongkok atau duduk dengan baik di kloset.
###
Selain itu, mereka juga sudah mengetahui apa saja perlengkapan kamar mandi maupun fungsi dan cara pengoperasiannya masing-masing. Contohnya, sehabis buang air di kloset, si bocah prasekolah ini akan langsung menarik atau memencet tombol otomatis penyiram air. Begitu pula bila harus menggunakan gayung ataupun shower untuk membersihkan diri sesudah BAK/BAB.
Usai membersihkan diri, umumnya anak prasekolah sudah dapat mengeringkan bagian tubuhnya dengan handuk/tisu khusus. Selanjutnya ia juga sudah bisa mengenakan celana/roknya kembali. Beberapa anak memang masih perlu bantuan orang dewasa. Namun bila model baju atau celananya sederhana biasanya anak prasekolah sudah bisa melakukannya sendiri. Aktivitas lain yang juga sudah dikuasai tanpa bantuan/bimbingan lagi adalah mencuci muka dan tangan.
Kendati demikian, sebaiknya secara berkala orangtua memonitor anak dalam melakukan aktivitas-aktivitas seputar toilet ini. Nah, kalau tahapan kemandirian ini belum dijumpai saat si kecil memasuki usia prasekolah, bukan salah si kecil Ma, jadi kalau Mama dan Papa kesal pun sia-sia. Solusinya, cepatlah mengejar ketertinggalan pembelajaran toilet training ini agar tidak semakin merugikan si kecil di kemudian hari.