Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Child Care > Toilet Training > Cuci Tangan Sehabis Buang Air | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Cuci Tangan Sehabis Buang Air

Cuci tangan setelah keluar buang air menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan buah hati.


Tangan harus selalu bersih, apalagi jika sedang makan. Mengapa? Karena bibit penyakit pada kedua tangan kita bisa menjadi sumber penyakit yang dapat menularkan ke diri sendiri ataupun orang lain. Di antaranya diare, demam, flu, radang tenggorokan, muntaber, infeksi telinga, kolera, infeksi saluran pencernaan, dan tifus. Nah, tentu tak ingin kan buah hati kita sakit hanya gara-gara lupa cuci tangan. Karena itu, biasakan cuci tangan, termasuk setelah buang air sebagai bagian dari latihannya ke toilet.

Kesadaran akan pentingnya mencuci tangan di masyarakat kita memang masih belum tinggi. Mencuci tangan yang dimaksud di sini adalah dengan sabun lho, bukan sekadar membilas dengan air saja. Tanpa sabun, bakteri dan virus tidak akan hilang. Air hanya sebatas menghilangkan kotoran yang tampak, tetapi tak menghilangkan pencemaran mikrobiologis yang tidak tampak.

Memang akan lebih baik jika cuci tangan menggunakan sabun antiseptik seperti yang digunakan di rumah sakit. Tetapi tak perlu sampai memaksakan diri karena pada dasarnya semua sabun memiliki asam lemak yang mujarab menghilangkan kotoran dan kuman serta bakteri.

###


Produk gel pembersih tangan juga baik dan bisa dijadikan alternatif pilihan untuk mencuci tangan, terlebih dalam situasi dan kondisi yang susah air. Tetapi kelemahannya, produk ini tidak bisa membersihkan kotoran-kotoran yang menempel, seperti tanah, oli, dan sebagainya.

Sebuah penelitian menyebutkan perilaku mencuci tangan dengan sabun bisa mengurangi insiden diare sebanyak 42-47%. Artinya, sekitar satu juta anak di dunia dapat diselamatkan tiap tahun dengan cuci tangan. Hanya saja ada yang perlu diperhatikan dalam prosesnya, yaitu harus menggunakan sabun dan membilas tangan menggunakan air mengalir.

Untuk mengukur keberhasilan mencuci tangan anak, lihat apakah masih ada noda kotoran atau tidak pada tangan hingga sela-sela kuku dan lipatan kulit. Selain itu, tanyakan pada anak, apakah tangannya baunya tidak sedap atau masih bau sabun? Jika ya, berarti kita belum bersih menggosok dan membilasnya. Terakhir, suruh anak rasakan, apakah tangannya terasa segar, bersih, dan lembut kembali? Jika ya, berarti proses cuci tangan yang dilakukan sukses.

###


Inilah bagian penting dari pelatihan si kecil sehabis buang air besar dan kecil. Meski kadang dianggap sepele, cuci tangan bisa menyehatkan loh. Oke, selamat mencuci tangan!

Related Article

Indeks Back to Top