Kencing tidak kencing, ajaklah anak duduk di kloset atau jongkok di kamar mandi.
Merasa sering kesulitan mengajari anak untuk ke toilet? Sebenarnya, ini hanyalah soal pembiasaan kok. Karena itu, tindakan mengajak anak duduk di kloset saat di kamar mandi, baik kencing ataupun tidak, bisa jadi pilihan untuk membiasakan toilet training bagi si kecil. Namun ingat, tidak boleh ada pemaksaan terhadap anak. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam melakukan latihan pipis di toilet ini.
Bagi anak yang suka menolak dan menangis, kemungkinan besar karena acara buang airnya terlalu dekat dengan jam tidur sehingga anak sudah dalam keadaan mengantuk. Inilah salah satu penyebab paling banyak mengapa anak cenderung menolaknya.
Yang penting, orangtua mesti sabar, sadari bahwa si kecil juga memiliki tahapan kesiapan tertentu untuk menjalani toilet training ini. Untuk mengetahui si kecil sudah siap atau belum, tanda paling penting adalah, anak menunjukkan bahwa ia sadar kalau ia ingin pipis atau buang air besar. Bisa dengan dia mengatakannya sendiri hendak pipis, atau terlihat dari perilakunya. Misalnya saja, tiba-tiba si kecil memegang-megang celananya dengan gerakan tubuh yang tidak bisa diam.
###
Umur berapa tepatnya si kecil siap pipis di kloset? Tidak bisa dijadikan patokan. Kemampuan untuk mengontrol kerja usus dan kandung kemih tidak secara langsung dimiliki oleh anak. Rentang umur 18 bulan sampai 4 tahun adalah waktu yang normal untuk mengajari anak pergi ke belakang.
Sebaiknya, sebelum latihan dimulai, beri si kecil gambaran tentang kegiatan yang akan dilakukannya. Biarkan ia melihat Anda menggunakan kloset sehingga ia merasa nyaman dengan itu. Ketika ia memakai kloset, tunjukkan bagaimana cara membersihkan dirinya (dari depan ke belakang untuk anak perempuan, agar bakteri dari bokong tidak tersebar ke vagina) dan basuh serta keringkan tangannya setiap kali selesai.
Tapi jika selama beberapa jam ia belum juga melakukannya, Anda tak perlu memarahinya. Beri kesempatan anak untuk mengetahui bahwa ia punya kontrol yang besar pada dirinya sendiri, dan ia bisa melakukannya kapan pun ia ingin. Ingat, tanpa pemaksaan ya, Ma.