Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Toddlers > Child Care > Bathing & Grooming > Minyak dan Bedak, Perlukah? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Minyak dan Bedak, Perlukah?

Merawat anak gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang perawatan yang benar.


Perlu tidaknya penggunaan minyak kayu putih atau telon dan bedak pada si kecil adalah salah satu topik hangat yang kerap ditanyakan para orangtua. Dan selalu saja kontroversial, sebab ada yang pro dan kontra. Lantas, sebenarnya seberapa besar pengaruh minyak dan bedak terhadap kesehatan dan tumbuh kembang si kecil?

Ma, Pa, pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah. Hanya ada dua faktor; seberapa besar konsentrasinya dan seberapa iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu putih yang asli, misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi yang ditimbulkan pun berbeda.

Jadi, tak ada larangan orangtua memakaikan minyak kayu putih pada anaknya, tergantung seberapa iritatif dan sensitif kulitnya. Apalagi pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Pori-pori ini digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit. Akibatnya, kulit jadi kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja dan dikeringkan.


###

Lalu, bagaimana mengatasi bayi kembung, perlukah misalnya, pemakaian minyak telon? Bila anak kembung, cukup  ditelungkupkan atau ditengkurapkan. Kalau banyak angin di perutnya, akan keluar kentut. Sebab, dengan ditelungkupkan, gas di perut akan mencari tempat yang lebih tinggi untuk kemudian keluar.

Pemakaian minyak telon jika berdasarkan keyakinan orangtua tak apa-apa, maka silakan. Sekadar informasi saja bahwa  minyak telon juga bisa menyebabkan kulit si kecil merah-merah, meski tak membahayakan. Tapi memang itu sifatnya iritasi.
Sementara untuk penggunaan bedak, sebetulnya di Indonesia tak perlu penggunaan bedak, baby oil, baby lotion, dan segala macam. Sebab, tingkat kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering.

Praktik lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah yang basah karena keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik untuk tumbuh kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh kuman. Itu sebabnya, bila tak mandi, terjadi pembusukan oleh bakteri yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher, selangkangan, yang lebih cepat terjadi pembusukan.


###

Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang ada nanah-nanah kecil di lipatan seperti leher. Solusinya, anak dimandikan, namun jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin sekali. Pakailah sabun khusus, selain untuk membersihkan juga menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman. Oke, selamat merawat si kecil!

Related Article

Indeks Back to Top