Merawat anak gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang perawatan yang benar.
Perlu tidaknya penggunaan minyak kayu putih atau telon dan bedak pada
si kecil adalah salah satu topik hangat yang kerap ditanyakan para
orangtua. Dan selalu saja kontroversial, sebab ada yang pro dan kontra.
Lantas, sebenarnya seberapa besar pengaruh minyak dan bedak terhadap
kesehatan dan tumbuh kembang si kecil?
Ma, Pa, pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah.
Hanya ada dua faktor; seberapa besar konsentrasinya dan seberapa
iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu
putih yang asli, misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah
campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi yang
ditimbulkan pun berbeda.
Jadi, tak ada larangan orangtua memakaikan minyak kayu putih pada
anaknya, tergantung seberapa iritatif dan sensitif kulitnya. Apalagi
pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa.
Pori-pori ini digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup
dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit. Akibatnya, kulit jadi
kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja
dan dikeringkan.
###
Lalu, bagaimana mengatasi bayi kembung, perlukah misalnya, pemakaian
minyak telon? Bila anak kembung, cukup ditelungkupkan atau
ditengkurapkan. Kalau banyak angin di perutnya, akan keluar kentut.
Sebab, dengan ditelungkupkan, gas di perut akan mencari tempat yang
lebih tinggi untuk kemudian keluar.
Pemakaian minyak telon jika berdasarkan keyakinan orangtua tak apa-apa,
maka silakan. Sekadar informasi saja bahwa minyak telon juga bisa
menyebabkan kulit si kecil merah-merah, meski tak membahayakan. Tapi
memang itu sifatnya iritasi.
Sementara untuk penggunaan bedak, sebetulnya di Indonesia tak perlu
penggunaan bedak, baby oil, baby lotion, dan segala macam. Sebab,
tingkat kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering.
Praktik lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk
membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah yang basah karena
keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik
untuk tumbuh kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh
kuman. Itu sebabnya, bila tak mandi, terjadi pembusukan oleh bakteri
yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher,
selangkangan, yang lebih cepat terjadi pembusukan.
###
Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang
ada nanah-nanah kecil di lipatan seperti leher. Solusinya, anak
dimandikan, namun jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin
sekali. Pakailah sabun khusus, selain untuk membersihkan juga
menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman. Oke, selamat merawat si kecil!