Duh pusing, setiap kali main dengan anak tetangga, si kecil selalu saling berebut mainan. Bagaimana meredamnya?
“Anak saya yang berusia setahun tampak sangat agresif ketika sedang bermain. Ia selalu mendorong anak lain yang ada di dekatnya dan mengambil mainan mereka,” keluh Ibu Ratna pada suatu ketika.
Ibu, bila si kecil berkumpul untuk bermain, pastikan bahwa Anda memahami perbedaan antara agresi, yang berarti adanya pelanggaran atas wilayah orang lain, dan perlindungan atas milik pribadi. Meskipun, terkadang sulit untuk membedakan kedua hal tersebut.
Salah satu pendekatan yang bisa ditempuh adalah memasukan si kecil ke suatu lingkungan dan membiarkannya berjuang untuk bertahan. Yang paling keras merebut dan paling sering memegang adalah yang memiliki mainan. Tetapi anak yang pasif cenderung memilih untuk menarik diri dari perebutan itu. Sementara anak yang agresif belajar bahwa penyerangan dapat dibalas.
###
Bila berbagi merupakan masalah utama, dan kerap terjadi pada si kecil, mintalah kepada orangtua dari anak yang lain untuk membawa mainannya sendiri ketika main ke rumah Anda. Namun tetap mesti diingat kondisi bahwa anak cenderung suka bermain dengan mainan temannya. Tapi, pada saat anak Anda merebut mainan temannya, teman bermainnya merebut mainannya, segera ia akan belajar bahwa cara untuk mendapatkan mainan adalah dengan memberikan mainan. Kepemilikan berarti hak milik, dan berbagi tidak timbul dengan sendirinya pada anak-anak, kecuali, tentu saja, mereka melihat bahwa dengan menyerahkan satu mainan maka mereka mendapatkan mainan yang lain. Baru pada tahap inilah konsep berbagi dipahami si kecil.
Namun, secara bertahap sesuai perkembangan usia, penting bagi orangtua untuk mengajari cara mengambil dan menerima mainan tanpa merebut. Sejatinya, banyak anak-anak tidak berkeberatan kok dengan hal berbagi ini, namun berbagi versi mereka memang lebih ke arah melepaskan mainan dengan cara merebut mainan lain dari temannya. Hal ini karena dalam pandangan mereka, aksi perebutan ini akan berakhir, hanya ketika mereka melihat sinar kemenangan di mata anak yang merebut mainan.
Hmmm, ibu masih tetap pusing karena perebutan mainan terus berlanjut? Satu-satunya cara, pisahkan mereka segera.