Banyak orangtua yang tidak menyadari, anak sudah dapat melakukan peniruan bahkan sejak usia dua bulan!
Papa terkejut mendapati Lidya (8 bln) ikut bertepuk tangan menirukan sang Mama yang menyanyikan lagu pok ame-ame.
Menginjak delapan bulan, keterampilan si kecil makin berkembang dengan kesanggupan mencontoh gerakan motorik, ekspresi emosi, ataupun peniruan objek. Tapi jangan berharap dengan hanya sekali memberi contoh, lantas anak langsung bisa tiru-tiru ya. Contoh harus diberikan berkali-kali sehingga memungkinkannya untuk merekam di dalam memori lalu mengikutinya.
Usia di atas 7 bulan, fungsi memori anak sudah semakin baik. Ini berarti kecakapannya untuk menangkap dan menyimpan apa yang dilihat dan didengarnya lalu kemudian ditirunya akan semakin baik pula.
Peniruan merupakan salah satu tugas perkembangan yang perlu dilalui anak, sebelum masuk pada keterampilan identifikasi. Pada usia delapan bulan misalnya, selain bertepuk tangan, si kecil juga sudah dapat mengangkat-angkat tangan. Kemudian, ia mampu melambaikan tangan serta melakukan gerakan kiss bye.
###
Tapi ingat, saat kita ingin si kecil mengikuti suatu gerakan, sesuaikan dengan kemampuan motorik yang ia miliki. Jangan memaksakan jika memang kesanggupannya belum sampai di situ. Namun, Mama dan Papa bisa melakukan berbagai rangsangan agar si kecil tergerak untuk mengikutinya.
Misalnya, gerakkan jari jemari kita di udara untuk ditirunya. Stimulus ini berguna untuk merangsang keterampilan motorik halus anak agar ia kelak terampil dalam memegang benda-benda kecil, seperti pensil, pena, gelas, sendok-garpu, dan sebagainya.
Kala menginjak 9-10 bulan, si kecil bisa diajak melakukan gerakan "mata genit" (beri contoh dengan menyipitkan/mengedipkan mata kita). Rangsangan seperti ini juga akan bermanfaat bagi pertumbuhan saraf-saraf di bagian kelopak matanya.
Selain beberapa manfaat tadi, stimulasi-stimulasi semacam ini juga dapat mengembangkan kemampuan indera peraba serta intelijensinya. Gerakan meniru menaikkan dan menurunkan mainan, umpamanya, memungkinkan anak merasakan permukaan yang kasar/halus dari mainan yang dipegangnya.
###
Nah di usia sembilan bulan, biasanya si kecil sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ini berkaitan dengan pertumbuhan emosinya yang sudah berkembang dan pembelajaran dari lingkungan terdekat, seperti orangtua, pengasuh, kakak, nenek/kakek dan lainnya.
Walau ia belum memahami apa itu senang, sedih, jengkel dan sebagainya, tapi melatih ekspresi emosinya tetap perlu. Cara paling sederhana adalah dengan selalu menunjukkan senyum dan tawa saat berhadapan dengannya.
Sejak usia tujuh bulan anak sanggup lho meniru perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untuk itu, beri ia lebih banyak kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan lewat perilaku-perilaku yang kita contohkan.
Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Anak tujuh bulanan tengah menggandrungi kegiatan seperti ini. Sekitar usia 8-12 bulan, si kecil juga mulai bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti memencet-mencet tombol keyboard komputer atau handphone.
###
Untuk itu, pilihlah mainan atau objek yang menarik dari segi warna, corak, bentuk, maupun bunyi. Rasa ketertarikan akan membuat anak mau menyentuh, mengambil, dan memegang benda/mainan tersebut sehingga stimulasi dapat berjalan lebih optimal.
Bagaimana kalau dia tidak bisa meniru? Jangan langsung panik Ma. Mungkin saja, ia hanya mengalami keterlambatan dan hanya perlu waktu lebih lama sekitar 1-2 bulan dalam perkembangannya. Ini pun normal-normal saja selama tidak ada indikasi gangguan lain. Jadi, santai saja ya Ma…