Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Parenting > Teaching Motoric Skills > Ajari Anak Melangkah | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Ajari Anak Melangkah

Duh, senangnya saat si kecil sudah mulai belajar berjalan. Hati-hati  memeganginya Ma, bisa-bisa anak trauma loh kalau jatuh. Bagaimana stimulasi yang tepat agar si kecil semakin ahli melangkah?

Si kecil sudah mulai merambat-rambat, menarik-narik taplak meja yang bergelantungan di sisi meja? Atau, ia sudah mulai sering memegang-megang sisi apapun benda yang tinggi darinya untuk berdiri? Nah, itu biasanya pertanda anak sudah siap untuk berjalan.

Jika hal tersebut mulai bunda jumpai, biasanya bunda sering mulai menetahnya. Bisa dengan memegangi kedua tangannya atau kalau merasa khawatir bisa pegangi bagian ketiaknya. Lama waktu menetah tak ada batasan. Di usia belajar berjalan ini, anak masih takut-takut dan kadang jatuh.

Untuk menstimulasi anak agar mau belajar jalan, harus hati-hati. Jangan sampai anak trauma dan akhirnya malah takut berjalan. Kalau sampai terjatuh dan membuat anak merasa sakit sekali, umumnya membuat anak jadi trauma.



###

Mama mesti memperhatikan betul tahap perkembangan si kecil sebelum mulai berjalan agar dapat memberikan stimulasi yang tepat pada tiap tahapan. Sebelum menuju langkah pertamanya, anak melewati tahapan merangkak, mengangkat lengan, mengangkat pantat, duduk, berpegangan, dan merambat. Sering-seringlah menaruhnya di tempat tidur atau kasur di lantai untuk merangsang motorik kasarnya.

Setelah bisa duduk sendiri, orangtua bisa menstimulasinya dengan menaruh anak di boks atau di lantai yang beralas. Kemudian letakkan kursi atau meja kokoh sebagai pegangan. Sedangkan bila di boks kayu, biasanya anak akan mencoba berdiri sambil berpegangan pada tiang-tiang boks.

Dari posisi duduk dan tangan memegang pegangan, si kecil akan berusaha mencoba bangkit untuk berdiri. Sebaiknya meja atau kursi sebagai tempat pegangan harus kokoh, hingga anak tidak mudah jatuh.



###

Selagi dilepas di lantai, sebaiknya jangan menggunakan kaos kaki karena licin dan bisa membuatnya terpeleset lalu jatuh. Tentu saja pengawasan orangtua sangat diperlukan.

Memasuki usia 9 bulan umumnya anak betul-betul sudah bisa lepas dari pegangan, bahkan orangtua bisa menghitung dia berdiri dalam 2 detik. Setelah itu biasanya jatuh lagi karena keseimbangannya belum begitu baik. Namun jatuhnya tidak tergeletak dengan kepala terantuk ke lantai, melainkan dengan posisi terduduk. Karena itu, agar jatuhnya enak, sebaiknya lantai diberi alas.

Rata-rata, pada usia bulan ke-10 atau 11, anak sudah tidak berpegangan lagi ketika berdiri. Nah, kini ia sudah memiliki kestabilan. Ia juga sudah siap mempelajari langkah pertamanya. Tetap pegangi si kecil, dan menetahnya, waspada jangan sampai jatuh, sebelum akhirnya Anda melepas si kecil untuk melangkahkan kaki-kaki mungilnya tanpa bantuan siapapun.

Related Article

Indeks Back to Top