Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Parenting > Teaching Linguistic Skills > Si "Burung Kakak Tua" Peniru | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Si "Burung Kakak Tua" Peniru

Dengarkan ocehan si kecil, ia sudah pandai meniru suara-suara lho.

“Brmmm-brmmm…!” kata Rizky (12 bulan), meniru suara mobil Papa yang akan berangkat ke kantor. Tak beda jauh dengan Meta yang mengenal betul suara favoritnya. “Meong, meong… ,” ujarnya sambil menunjuk kucing peliharaannya seraya memandang Mama dengan mesra.

Pada usia Rizki dan Meta, anak batita dapat mengomunikasikan hampir semua keinginan sehari-harinya dengan kata-kata. Dan, kebanyakan hal itu awalnya berasal dari meniru suara-suara.

Suara-suara memang menjadi pusat perhatian si kecil di usia ini. Anak-anak usia ini cepat mengenal beragam suara, bahkan bisa meniru suara yang ia dengar. Kemampuan ini merupakan gambaran dari kecerdasan kognitif terutama memori dan bahasa.

Banyak anak batita masih tidak mengartikulasikan sebagian besar kata-katanya dengan benar pada tahap ini, tetapi mereka memperhalus kemampuannya untuk menggunakan perubahan intonasi dnegan benar ketika mengomunikasikan kata-kata. Seperti “Aik” berarti “Naik”.

###

Anak di bawah satu tahun memang dibekali kepekaan terhadap beragam rangsangan, terutama auditori. Maka tak mengherankan jika si kecil mampu membedakan rangsang suara yang didengarnya dengan sumber suaranya. Coba tanyakan, “Guk, guk… Hayoo, suara apa itu?” Ia pasti menjawab guguk, atau menunjuk ke arah hewan yang dimaksud.

Kalaupun si kecil Anda belum terampil atau kurang pengetahuan tentang suara hewan-hewan dan sumber bunyi lain seperti kereta api, deru mobil atau pesawat, Anda bisa melatihnya.

Misalnya, dengan menggunakan laptop, telepon, piano, atau mainan bertombol yang ada fitur mengenal suara hewan. Ketika ditekan gambar sapi, keluarlah suara sapi. Ada pula mainan, buku dan permainan lain yang mengeluarkan bunyi untuk mengasahnya.

Latihan memori dan kepekaan menangkap rangsang auditori bisa pula dilakukan dengan cara terbalik. Sebutkan nama hewan atau obyek yang punya suara, biarkan ia menebak. Bagus juga main tebak hewan ini disertai ekspresi dan bahasa tubuh yang atraktif. Kegiatan ini asyik dilakukan sebagai jeda saat mengantar tidur, sambil mendongeng atau membacakan cerita.

###

Anda dapat membuat grafik mengenai perkembangan ocehan si kecil dengan merekam kata dan frasa yang dikatakan buah hati Anda pada setiap tahap perkembangan. Sebagai tambahan dari kata-kata yang direkam, rekam juga kalimat yang panjang dan rumit, khususnya kata-kata panjang yang dengan lucu ia kacaukan. Hal yang lebih menarik lagi adalah dengan membuat catatan harian tentang pikiran anak batita: hal yang menurut Anda ia pikirkan melalui sesuatu yang ia katakan dan lakukan.

Dengan membaca dan memutar kembali rekaman ini ketika anak Anda bertambah tua, maka hal itu membantu Anda menghidupkan kembali salah satu tahap yang paling menarik dari perkembangannya.

Related Article

Indeks Back to Top