Si kecil Anda sudah mulai bersuara? Ah, pasti ia juga sudah mulai bermain dengan busa di mulut dari air liurnya. Bagaimana merangsang si kecil berkomunikasi?
”Bffff…bffff…”, Dio memainkan gelembung-gelembung air liur di mulutnya, suaranya sudah mulai terdengar. Ya, itulah tanda yang paling menonjol pada anak usia 4-6 bulan. Artinya, si kecil sudah mulai berkomunikasi.
Pada usia ini pula, anak mulai membuat suara dari bahasa yang sesungguhnya, mengoceh. Bunyi suaranya lucu, “Aaaaa…, eeeee...” Itulah bahasa si kecil. Menyenangi bahasa tidak hanya membuat anak belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik, itu juga membantu orangtua berkomunikasi dengan si buah hati secara lebih baik pula.
Lantas, bagaimana caranya mendorong si kecil untuk aktif berkomunikasi dengan bahasanya?
###
Pertama, buka dialog. Pergunakan kata-kata yang ia kenal, seperti namanya, dan ulangi sesering mungkin. Pada bulan keempat kebanyakan anak akan merespon secara tetap nama mereka. Pada usia ini anak mengenali keunikan nada suara yang Anda sajikan untuknya. Cobalah tes berikut: bicaralah dengan si kecil dari belakang tanpa memanggil namanya, lalu ulangi kalimat yang sama dengan memanggil namanya, ia akan langsung berpaling ke arah Anda.
Kedua, minta si kecil terus bergabung dengan Anda. Bayi bisa ikut serta dalam percakapan yang Anda lakukan, namun juga bisa berpaling. Untuk tetap mengikat perhatiannya, gunakan kata pembuka seperti ”Halo”, ”Hai”, Anda akan tetap menahannya selama percakapan berlangsung. Ketika Anda melihat bahwa pandangan si kecil sudah mulai menerawang, ulangi kata isyarat pembuka tadi untuk mengikat ulang perhatiannya.
Ketiga, dialog empat mata. Ajak buah hati berdialog empat mata. Mulailah dengan mulut dan mata yang terbuka lebar, ia akan memperhatikan dengan takjub gerakan mulut Anda saat berbicara.
Keempat, perluas ketertarikan bahasa anak. Ketika anak mulai tertarik terhadap benda yang ia kenal, menatap kucing yang sedang berjalan contohnya, perluas ketertarikannya dengan mengatakan ”Itu ada kucing!”. Beri nama kucing tersebut dan mulailah memanggil-manggil, ”Pus.., pus.., pus....”
###
Selain beberapa cara di atas, cara lain untuk mengajari berbahasa pada anak adalah dengan menggemakan kembali suara si kecil. Dengan Anda meniru suara yang dihasilkan si kecil, itu akan membuat si kecil berpikir Anda mendengar apa yang diucapkannya dan tertarik dengannya.
Mendorong anak untuk mendengarkan adalah hal yang penting dari perkembangan bahasa. Untuk itu, ajak terus si kecil bercakap-cakap. Biarkan ia merespon dengan bahasa dan suara yang dihasilkannya. Dengan cara ini, kemampuan anak untuk mampu mendengarkan secara sungguh-sungguh dapat ditingkatkan.
Langkah aktif yang Anda ambil dalam membantu si kecil supaya bisa menikmati bahasanya, tidak hanya menolong anak untuk dapat berkomunikasi dengan baik, tetapi juga membantu Anda berkomunikasi dengan si kecil. Selamat ngobrol!