Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Parenting > Teaching Linguistic Skills > Kok Diam Saja? | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kok Diam Saja?

Pada usia berapa tepatnya anak mulai mampu bicara? Bagaimana bila si kecil terlambat bicara?

Bunda Ika bingung, kemampuan berbicara Indah (12 bulan) tidak selancar Rena, teman seusianya. Indah juga tidak “secerewet“ Rena, yang meskipun belum jelas benar bicaranya tapi lebih sering terdengar ocehannya. Indah cenderung lebih banyak diam.

Bunda, bicara adalah tahap perkembangan yang telah dimulai sejak anak masih berusia di bawah satu tahun. Dan, tahap bicara mesti diperhatikan sedini mungkin, karena ternyata hal ini dapat dijadikan parameter ada tidaknya gangguan perkembangan pada anak. Tentu saja, tanpa mengabaikan tahap-tahap perkembangan lain, seperti motor kasar-halus dan sosialisasi/interaksi, yang punya peran penting juga dalam menentukan optimal tidaknya perkembangan anak.

Normalnya, paling cepat anak sudah mulai bisa berbicara pada umur 10 bulan. Awalnya baru kata-kata tunggal. Pada umur 18 bulan sudah mulai terdengar dia mampu merangkai kalimat yang pendek. Si anak kemudian sudah mampu menyusun kalimat yang sempurna setelah berumur 30 bulan. Tentunya ada variasi diantara umur-umur tersebut.

Anak juga tidak berkembang kemampuan berbicaranya bila ia mengalami tuli dan ketajaman penglihatannya rendah. Oleh sebab itu, upaya untuk mengamati kemampuan mendengar dan ketajaman melihat pada anak sedini mungkin adalah suatu hal yang penting. Anak yang tak bereaksi bila diberikan suara tepukan atau bola matanya tidak rajin bergerak-gerak ketika diajak berbicara, kemungkinan memiliki kelemahan di bagian tersebut.


###

Sebelum khawatir apakah seorang bayi terlambat bicara atau tidak, di bawah ini beberapa tahap bicara yang sebaiknya diperhatikan orangtua:

Usia

Kemampuan

0-1 bulan

Respons bayi saat mendengar suara dengan melebarkan mata atau perubahan irama pernapasan atau kecepatan mengisap susu

2-3 bulan

Respons bayi dengan memerhatikan dan mendengar orang yang sedang bicara

4 bulan

Menoleh atau mencari suara orang yang namanya dipanggil

6-9 bulan

Babbling, mengerti bila namanya disebut

9 bulan

Mengerti arti kata “jangan”

10-12 bulan

Imitasi suara, mengucapkan mama/papa dari tidak berarti sampai berarti, kadang-kadang meniru 2-3 kata. Bayi juga mengerti perintah sederhana seperti “Ayo berikan pada saya”

13-15 bulan

Perbendaharaan 4-7 kata, 20% bicara mulai dimengerti orang lain

16-18 bulan

Perbendaharaan 10 kata, beberapa ekolalia (meniru kata yang diucapkan orang lain), 25% dapat dimengerti orang lain

22-24 bulan

Perbendaharaan 50 kata, kalimat 2 kata, 75% dapat dimengerti orang lain

2-2,5 tahun

Perbendaharan >400 kata, termasuk nama, kalimat 2-3 kata, mengerti 2 perintah sederhana sekaligus

3-4 tahun

Kalimat dengan 3-6 kata; bertanya, bercerita, berhubungan dengan pengalaman, hamper semua dimengerti orang lain

4-5 tahun

Kalimat dengan 6-8 kata, menyebut 4 warna, menghitung sampai 10

 

 

###

Orangtua harus mulai waspada bila:
•    Pada usia 6 bulan, bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang atau sampingnya.
•    Pada usia 10 bulan, bayi tidak merespons bila dipanggil namanya.
•    Pada usia 15 bulan, anak tidak mengerti atau merespons terhadap kata “tidak” atau “jangan”.
•    Pada usia 21 bulan, anak tidak merespons terhadap perintah ‘duduk’, ‘ke sini’, atau ‘berdiri’.
•    Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh seperti mulut, hidung, mata atau kuping.

Bila hal-hal di atas terjadi, sangat disarankan agar orangtua segera berkonsultasi dengan ahli perkembangan anak supaya keterlambatan bicara dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.

Related Article

Indeks Back to Top