Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Others > Injuries and Accidents > Kepala Terbentur? Jangan Panik | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kepala Terbentur? Jangan Panik

Si Kecil terjatuh dari tempat tidur? Jangan panik dulu.


Dita yang belum genap empat bulan, jatuh dari tempat tidur! Whuaa, sudah pasti bunda stres bukan kepalang. Khawatir kelak benturan itu membawa akibat susulan buat Dita.

Kepanikan orangtua Dita juga dialami para orangtua lainnya. Terutama saat anak mereka sudah semakin lincah bergerak. Contohnya saja Dita yang baru bisa tengkurap. Gerakannya lincah. Terkadang kalau tidur posisinya bisa berubah 180 derajat, ia juga suka melakukan gerakan mundur-mundur saat tidur. Nah, saat terjatuh kemarin, Dita luput dari pantauan sang Bunda. Padahal di sisi tempat tidur sudah ditaruh guling. Namun saking lincahnya Dita, guling pun mampu ditendangnya jatuh ke lantai. Bunda panik? Wajar. Tapi, tentunya jika tahu apa yang harus dilakukan dan pertolongan seperti apa yang diperlukan, sebenarnya tak perlu khawatir berlebihan. 

Memang, belum semua orangtua tahu apa yang harus diperbuat bila si kecil mengalami cedera kepala. Nah, berikut beberapa cara untuk menyikapi sang buah hati jika mengalami kecelakaan serupa.

###

Sebagai bentuk pertolongan pertama, kompreslah buah hati kita dengan air dingin. Selanjutnya, beberapa hal berikut ini barangkali dapat membantu orangtua bila mendapati anaknya mengalami benturan.
•    Cari tahu bagian yang terbentur
•    Pastikan apakah tidak ada benjolan di daerah kepala
•    Apakah pingsan atau tidak, muntah atau tidak
•    Ketahui adakah tulang yang tergeser atau memar

Jika ditemukan anak cidera, atau muncul gejala-gejala seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk deteksi lebih lanjut. Namun jika cidera atau gejala tadi tidak muncul, orangtua tetap harus melakukan pemantauan intensif terhadap anak di rumah selama dua hari sejak kejadian. Pantau terus anak setiap 2-3 jam hingga beberapa hari. Hal ini berguna untuk mencegah jika ternyata buah hati kita mengalami cidera dalam bagian tubuh yang tak terlihat. Jika beberapa saat kemudian, anak kita mengalami hal yang kurang nyaman bagi dirinya—misalnya dengan terus menangis—kita pun sudah siap untuk membawanya ke dokter anak atau dokter ahli.


###

Oh ya, semua itu adalah proses tindakan jika terjadi kecelakaan pada si kecil. Tentunya bunda tak ingin kejadian itu terulang lagi kan? Nah, untuk itu pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari buah hati kita jatuh atau terbentur kepalanya. Pencegahan yang bunda bisa lakukan di antaranya adalah:
•    Taruhlah kasur di lantai di samping tempat tidur si kecil
•    Berikan pelindung di sisi-sisi tempat tidurnya. Kalau perlu, jangan hanya satu guling, beri perlindungan lebih banyak di sisi kanan kiri si kecil.
•    Bila si kecil sudah terampil berjalan atau bahkan berlari, awasi terus jangan sampai tangannya menarik sesuatu yang dapat membahayakan, misalnya, saat ia hendak menutup pintu lemari, menarik taplak meja, dan lain-lain.
•    Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan karena amat berpeluang menimbulkan bahaya.
•    Jangan biarkan pipisnya ada di lantai, khawatir si kecil mudah terpeleset.

Hati-hati bunda, jangan sampai si kecil jatuh ya!

Related Article

Indeks Back to Top