Contoh penyakit yang sering menyerang pada anak-anak adalah polio, TBC, cacar, hepatitis, dan lain-lain.
Jadi jika tak ingin anak Anda terserang polio hingga kaki bengkok atau penyakit otak yang membuat idiot hingga mati, segeralah bawa si kecil ke bidan atau ke posyandu di sekitar rumah Anda agar diberikan imunisasi secara lengkap.
Biasanya bayi baru lahir langsung diberi vaksin BCG oleh dokter. Imunisasi ini penting karena di Indonesia masih rawan penyakit TBC.
Kemudian pada saat anak berumur 1 bulan diberi vaksin polio pertama. Jenis imunisasi yang diberikan adalah OPV (Oral Polio Vaccine).
Bentuknya tetesan dan isinya adalah kuman polio yang hidup. Ini penting karena Indonesia belum dinyatakan sebagai negara bebas polio.
Tapi jangan lupa, dalam 24 jam setelah dikasih OPV, kalau si bayi pup harus segera dibersihkan karena mengandung kuman polio.
###
Pada saat anak berumur 2 bulan, berilah vaksin Hepatitis B1 dan polio kedua. Kemudian pada saat berusia 3 bulan, berikan vaksin Hepatitis B2, polio ketiga, HiB (Hemafilus Influenza Type B) 1 dan DTP (Difteri Tetanus dan Pertusis) 1.
HIB ini efeknya bisa mematikan beberapa virus kalau terserang penyakit komplikasi.
Sedangkan DTP itu kuman pertusis yang dimasukan ke kuman yang dilemahkan sehingga vaksin ini menyebabkan panas pada si anak.
Untuk bayi berumur 5 bulan, beri vaksin HIB kedua dan DPT kedua. Kemudian pada saat berusia 6 bulan, beri vaksin Hepatitis B3 dan polio keempat.
Di usia 7 bulan, beri vaksin HIB ketiga dan DPT ketiga. Pas usia 9 bulan, berilah si anak vaksin campak.
Ini wajib diberikan karena penyakit campak masih sangat banyak menyerang anak-anak di Indonesia.
Di usia 12 bulan, si anak bisa mulai diberi vaksin MMR (Measles Mumps Rubella).
Namun jangan lupa, saat akan memberikan imunisasi kepada bayi, berkonsultasilah dengan pediatri atau dokter spesialis anak Anda karena daya tahan tubuh tiap anak berbeda.