Semua orangtua pasti khawatir dan sedih melihat si kecil tubuhnya panas setelah diimunisasi. Cobalah untuk menghindari reaksi berlebihan.
Ada beberapa orangtua yang parno alias paranoid membawa anaknya ke dokter atau Posyandu untuk
diimunisasi, meskipun tahu manfaatnya. Alasannya? Ternyata mereka takut anaknya
rewel dan menangis terus menerus akibat suhu badannya meninggi. Padahal jika paham bagaimana
menghadapinya, reaksi parno tadi
sebetulnya tidak perlu terjadi. Sebab, panas setelah diimunisasi itu memang
wajar adanya.
Reaksi
pasca imunisasi biasanya selain demam atau panas juga muncul ruam dan benjolan
pada bekas suntikan. Pemberian vaksi imunisasi Dipteri Pertusis Tetanus(DPT)
dan campak adalah yang paling sering mengakibatkan kondisi ini.
Memang,
jika kita kurang memahami hal ini, biasanya akan memicu kekhawatiran pda
kondisi anak. Nah, karena itu, kita juga perlu tahu sedikit soal ilmu
kedokteran. Dalam dunia kedokteran, efek pasca imunisasi yang timbul dibedakan
menjadi beberapa jenis. Biasanya ada yang tergolong efek farmakologis, efek
samping, interaksi obat, intoleransi dan reaksi alergi. Secara klinis efek-efek
ini agak sulit dibedakan. Reaksi alergi biasanya terkait dengan kepekaan si
anak dengan vaksin itu sendiri, sementara efek lainnya terjadi karena potensi
yang dapat ditimbulkan oleh vaksin.
###
Karena
itu, sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Asalkan orangtua membekali
diri dengan pengetahuan yang memadai akan kemungkinan yang terjadi setelah
vaksinisasi, perasaan khawatir yang berlebihan bisa dihilangkan. Percayalah, para
petugas kesehatan atau dokter telah dibekali cara memberikan vaksin, dosis, dan
cara penyimpanan vaksin yang benar.
Meski
begitu, kita sebagai orangtua pun juga tetap harus bersikap cepat dan tanggap. Jika menemukan ada
kejanggalan, segera kontrol ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Imunisasi
adalah jaminan proteksi kesehatan anak kita agar terhindar dari penyakit.
Inilah perwujudan cinta kita kepada
mereka. Imunisasi ibarat asuransi untuk masa depan kesehatan buah hati
kita. Jadi, hindari parno yang berlebihan. Justru kita harus lebih takut jika imunisasi
tak dilakukan, sebab risiko cacat dan kematian senantiasa mengintai. Hayoo...
apakah anak Anda sudah diimunisasi? Jangan sampai ada yang terlewat yaa....