Apa sih sebenarnya penyebab perut kembung pada si kecil. Lantas, bagaimana mengatasinya?
Bangun tidur, Keenan (4 bln) tampak rewel, padahal tidur siangnya hari itu lumayan lama. Mama meraba perut Keenan, tampak keras. Lantas coba ditepuk-tepuk perutnya, terdengarlah bunyi nyaring, tung tung tung. Rupanya perut Keenan kembung.
Kembung terjadi karena di saluran usus perut terdapat kelebihan udara, tapi tidak banyak dan bisa dikeluarkan saat buang angin atau sendawa. Namun, ada beberapa keadaan yang bisa menyebabkan udara lebih banyak dari biasanya dan menyebabkan kembung.
Pertama, karena menelan udara terlalu banyak (aerofagi). Ini bisa terjadi pada anak yang sedang sesak napas sehingga frekuensi napasnya jadi lebih cepat dari biasanya. Karena lebih cepat, ada sebagian udara yang tidak masuk ke saluran napas, tetapi justru ke saluran cerna.
###
Bisa juga karena cara minum susu formula yang salah. Anak terus mengisap botol sementara isinya sudah habis. Alhasil, udara masuk dalam perut. Posisi botol juga berpengaruh. Jika saat minum posisi botol kurang tinggi, ada udara dari dalam botol yang ikut tertelan.
Kedua, karena proses peragian, yaitu pembentukan gas dalam usus sebagai akibat adanya gangguan pencernaan dan penyerapan makanan. Contoh kejadian yang paling sering adalah akibat adanya intoleransi laktosa. Pada keadaan normal, laktosa yang merupakan komponen terbesar dari susu akan dipecah dan dicerna dalam usus dan kemudian diserap. Namun di saat tak normal, proses pencernaan laktosa ini menghasilkan gas di dalam usus.
Intoleransi laktosa sebenarnya mudah sekali dikenali. Ciri khasnya, bila minum susu dengan kandungan laktosa, ia akan kembung, buang-buang air yang encer dengan bau yang asam, dan dijumpai adanya kemerahan di sekitar anusnya yang terjadi karena adanya iritasi kotoran yang memiliki sifat asam pada kulit si kecil. Hal ini tak akan terjadi pada anak yang meminum ASI.
###
Intoleransi laktosa juga bisa terjadi kala si kecil sedang diare, karena saat itu terjadi peradangan pada usus yang mengakibatkan berkurangnya produksi enzim pencernaan untuk laktosa. Akibatnya, terjadi intoleransi laktosa selama diare.
Ketiga, adanya gangguan passage atau perjalanan makanan. Umumnya disebabkan penyumbatan dalam saluran cerna yang menyebabkan terjadinya penimbunan udara dalam usus. Contoh, anak diberikan makanan padat (pisang) terlalu cepat. Akhirnya tak bisa dicerna usus dan jadi sumbatan dalam saluran usus. Ini harus segera ditangani karena bisa berakibat fatal. Bisa juga karena berkurangnya kalium dalam darah saat terjadi diare berat yang membuat usus tak bergerak sama sekali. Alhasil, terjadi penumpukan kotoran dan gas dalam saluran usus yang mengakibatkan kembung.
Keempat, walau jarang terjadi, karena faktor kelainan bawaan yang bisa menyebabkan kembung. Di antaranya, tak lengkapnya pembentukan saluran cerna yang membuat saluran buntu. Untuk kelainan yang sifatnya bawaan, sejak awal kelahiran biasanya sudah mulai ada tanda-tanda seperti sulit buang air besar atau malah tidak pernah buang air besar.
###
Kembung biasa (tanpa kelainan) bisa ditangani di rumah. Caranya mudah, diantaranya: posisikan anak setengah duduk. Bisa juga dipangku dengan posisi duduk agak tegak. Lalu punggungnya ditepuk-tepuk ringan agar ia mudah bersendawa dan lega.
Atau, bisa juga tidurkan di bahu Mama dengan posisi menghadap Mama. Posisi lain yang bisa dicoba adalah posisi menggendong si kecil dengan letak kepala lebih tinggi dan tubuhnya tengkurap di tangan penggendong. Posisi ini membuat ia sedikit tegak dan perutnya sedikit tertekan oleh berat badannya sendiri. Ini akan memudahkan udara dari dalam saluran cerna keluar, baik dalam bentuk sendawa atau kentut.
Ada pula cara lain, yakni memberi penghangat pada daerah perut sambil dipijat lembut. Tapi ingat, jangan ditekan terlalu kuat karena anak bisa muntah atau kesakitan.
Namun perlu diperhatikan Ma, jika kembungnya berlangsung lama, anak tak bisa buang angin, buang air besar (BAB), membuatnya sesak napas, dan disertari muntah terus-menerus dan berwarna hijau, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.