Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Others > Illnesses and Accidents > Kenali Penyebab Anak Susah Makan | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Kenali Penyebab Anak Susah Makan

Siapapun orangtua akan dibuat prihatin melihat si kecil tak mau makan. Segala cara telah dicoba tapi kok sama saja. Ada apa ya dengan si kecil?

“Hayo sayaaang…sesuap saja…Ini enak kok”
Pernah omong seperti itu pada buah hati kita? Itulah nada rayuan yang acap diberikan orangtua pada anak kala susah makan. Berbagai cara sering kita lakukan agar sang buah hati mau makan. Tentunya, kita tak ingin anak kita sakit atau pertumbuhannya jadi terhambat karena ia jarang atau bahkan tak mau makan.

Ternyata, jika sang buah hati tak doyan makan, ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Setidaknya, ada tiga faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab umum anak ogah makan: nafsu makan hilang, gangguan proses makan di mulut, dan faktor psikologis.

###

Faktor pertama bisa terjadi karena terganggunya saluran pencernaan. Hal ini ditandai antara lain dengan gejala perut kembung, sering cegukan, kerap buang angin, muntah karena menangis, dan kotoran keras. Selain itu kulit anak menjadi sensitif, muncul biang keringat, atau timbul bintik-bintik kemerahan seperti gigitan nyamuk.

Kemampuan koordinasi pergerakan morik kasar (menggigit, mengunyah dan menelan) di sekitar mulut juga sangat berperan dalam proses makan. Kalau koordinasi ini terganggu faktor kedua pun muncul. Nah, jika faktor pertama dan kedua terjadi, konsultasikanlah ke dokter anak.

Penyebab lain anak susah makan adalah gangguan psikologis. Yang terakhir ini sering disebut-sebut sebagai pemicu utama.  Untuk memastikannya memang kadang sulit, karena dibutuhkan pengamatan yang cermat dari dekat dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal tersebut hanya mungkin dilakukan oleh orangtua, dan jika memungkinkan dibantu oleh psikater atau psikolog.

Gangguan psikologis ini bisa memunculkan—antara lain—ttrauma pada anak saat makan tiba. Untuk itu orangtua harus menciptakan kondisi dimana makan adalah saat-saat yang paling menyenangkan untuk anak agar mereka tidak tampak terpaksa/tertekan. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi menemani  buah hati kita makan. Kesabaran inilah yang kadang hilang dari orangtua atau pengasuh, sehingga ketika anak makan terkesan terburu-buru. Bahkan tak sedikit anak yang sering terkena omelan karena lama mengunyah dan menelan makanannya. Kalau itu yang terjadi, pantas saja kalau mereka ogah-ogahan. Jadi, lebih sabar hadapi buah saat mengajak makan yaa... 

 

Related Article

Indeks Back to Top