Pada usia 9 bulan, anak mulai selektif memilih orang yang mencintai dan dicintainya. Dia akan menetukan siapa saja yang akan dibiarkan menyentuh dan bermain-main bersamanya.
‘’Nak, lihat kakek datang sayang…’’, kata sang ibu.
‘’Iya sayang, ini kakek…sini-sini kakek gendong ya..’’, rayu si kakek.
Tapi kakek mendapat respon kurang menyenangkan.
Si kecil hanya memandangi lelaki tua itu dengan mata penuh ketakutan. Ia pun membuang muka dan mendekap erat ibunya.
Tatkala sang kakek benar-benar menggendongnya, bayi mungil berusia 9 bulan itu pun menangis kencang dan berusaha meraih sang ibu sebisanya.
Peristiwa di atas mungkin pernah dialami Anda.
Jangan kecewa, perilaku itu wajar karena bayi berusia sekitar 9-12 bulan mengalami stranger anxiety.
Menurut para ahli dari Departemen Pediatri, Universitas Arkansas, stranger anxiety merupakan ungkapan penolakan bayi terhadap orang lain yang dianggapnya sebagai ‘orang asing’ dalam kehidupannya.
Bahkan bagi sebagian anak, hal itu dapat saja berlangsung hingga sekitar 15 bulan.
Tidak hanya kepada kakek yang jarang berkunjung, stranger anxiety dimungkinkan terjadi pada anak yang jarang berhadapan dengan sang ayah.
Misalnya, karena ayah bekerja di luar negeri dan hanya pulang beberapa bulan sekali saja.
Masalah timbul, terutama bila pada saat kepulangannya, ayah tidak meluangkan waktu yang cukup untuk memperkenalkan diri sebagai seorang ayah.
Kasus yang sama bisa pula terjadi takala Anda memutuskan untuk mengganti baby sitter. Biasanya, tak mudah bagi anak usia tersebut untuk menerima orang lain dalam kehidupannya.
Sebaliknya, pada mereka yang biasa menyentuhnya dengan rasa kasih sayang, ia akan memiliki rasa cinta dan rasa rindu, meski pun orang tersebut tidak memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan darah sama sekali.
Bersama orang-orang yang dipercayainya itulah, sang anak akan memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi dunia.