Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Development > Physical Development > Aku Bisa Ini dan Itu... | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Aku Bisa Ini dan Itu...

Tangga perkembangan yang semakin meningkat, dari merangkak, ke memanjat, lalu merambat, dan akhirnya berjalan adalah salah satu rangkaian gerak yang paling menyenangkan dalam perkembangan si kecil.

Memasuki usia sembilan bulan, anak menguasai gerakan merangkak. Untuk kebanyakan anak, hal ini juga berarti adanya kemampuan  merangkak-silang , yang memungkinkan terjadinya  keseimbangan yang lebih baik dengan cara mempergunakan kaki dan tangan dari  sisi tubuh yang berlawanan secara bersamaan. Merangkak-silang, mengajarkan anak untuk  mengatur fungsi salah satu  sisi tubuhnya dengan tangan yang lain dan menyiapkan anak untuk kecakapan fisik lainnya.

Begitu anak menguasai kecakapan perkembangan seperti merangkak, si kecil pun ingin bereksprerimen dengan berbagai variasi terhadap kecakapan itu. Perhatikan gaya si kecil merangkak,  ia akan menggoyangkan pantatnya, mengangguk-anggukkan kepalanya, dan membuat seluruh anggota tubuhnya bergerak.

Dengan merangkak, terbuka pula jalan baru bagi anak untuk bersosialisasi. Nah, sekarang, ia dapat menghampiri Anda dan tidak harus menunggu Anda menghampirinya. Ia akan merangkak ke arah Anda, berpegangan pada celana Anda sehingga ia bisa berdiri dan memberi isyarat ”Ayo main, Ma, Pa!”


###

Anak yang tidak melalui tahap merangkak kemungkinan berisiko dalam masalah koordinasi di kemudian hari karena merangkak adalah langkah awal untuk mempelajari keseimbangan.  Namun untuk sebagian anak hal ini tidak berlaku, ada banyak anak yang normal dan terkoordinasi dengan baik meskipun melompati tahap merangkak untuk bergerak maju ke cara bergerak lainnya. Misalnya, ada anak yang berjalan dengan menggunakan lututnya, bukan merangkak. Ada juga yang dengan cara mengesot yakni salah satu  kaki terjulur ke depan dan kaki yang lain ditekuk di bawah lututnya. Bahkan ada anak yang mengesot dengan sangat baik sehingga ia kurang minat untuk merangkak.

Perhatikanlah juga perkembangan saat anak merangkak menuju tempat tidur atau sofa. Ia akan mencengkeram seprei tempat tidur atau kain, dan menarik tubuhnya ke atas sejauh ia bisa. Ini dilakukan si kecil dalam rangka memperluas kecakapan bergerak.

Karena sistem syaraf anak berkembang dari kepala sampai kaki, lengannya akan lebih kuat dan lebih terkoordinasi daripada kakinya. Ia akan menarik diri ke atas dengan kedua tangannya, sementara lututnya yang lemah tertekuk dan jari kakinya terlipat ke dalam, akhirnya si kecil mampu  belajar berdiri dengan mendorongkan kakinya sambil menarik tubuh dengan menggunakan tangannya.


###

Setelah anak berdiri sambil memegang sisi sofa atau kursi, ia mulai memanjat melewati tumpukan bantal dan khususnya permainan menaiki sang Papa yang terbaring di lantai. Kemudian, anak akan menemukan aktivitas utama dari memanjat. Anda akan memergoki ia mendongak ke atas tangga. Dan anak Anda mungkin akan dapat memanjat anak tangga tersebut di akhir tahun pertama usianya.

Sekali anak mulai merambat, ia siap untuk berjalan di depan Anda sambil Anda pegangi. Berdirikan buah hati Anda di antara kaki Anda, peganglah kedua tangannya, dan melangkahlah bersama-sama. Kemudian, saat si kecil belajar berdiri sendiri dalam waktu lebih lama, ia siap melangkah seorang diri untuk kali pertama. Pada saat anak mengambil langkah pertamanya seorang diri, berdirilah sejauh satu kaki darinya, ulurkan lengan Anda, seolah mengatakan ” Ayolah, Nak. Kamu bisa!”

Related Article

Indeks Back to Top