Inilah fase dimana kemampuan koordinasi otot-otot anak mulai bekerja dengan baik. Anak juga mulai lebih aktif bergerak.
Pada fase ini Ia tampak lebih sibuk bergerak dibandingkan fase sebelumnya.
Tumpuan Lutut
Merangkak adalah fase dimana anak belajar menyeimbangkan gerakan antara tangan dan lutut kakinya, sebagain tumpuan utama dalam bergerak. Biasanya ini dimulai pada usia 6-8 bulan.
Dengan merangkak ia telah mampu menggapai hal-hal di sekitarnya dengan lebih efisien. Ia bisa meraih botol susu di sampingnya, atau menggapai hal-hal yang menariknya, yang berada di sekitarnya.
Mula-mula ia hanya akan mampu merangkak maju sepanjang jarak 1-2 meter kedepan, namun seiring perkembangan ia dapat akan merangkak lebih jauh.
Ia juga akan mulai belajar merangkak secara mundur, dengan mengandalkan tumpuan pada lututnya.
Dari gerakan-gerakan merangkak ini, anak akan semakin kuat otot-otot kakinya untuk nantinya akan mampu melatihnya menyangga tubuhnya ketika belajar berdiri.
Dalam fase ini, dengan posisi tengkurap, anak sudah dapat menahan berat badannya hanya dengan satu tangan.
Ini akan melatih kekuatan pergelangan tangannya.
Terguling dari Ranjang
Karena makin aktif bergerak merangkak, dan makin mampu bergerak membolak-balikkan tubuhnya dari terlentang ke tengkurap atau sebaliknya, anak suka berguling-guling di ranjang.
Pada fase ini ia membutuhkan ranjang yang lebih besar, yang memiliki pagar pembatas pada pinggirnya. Ia mudah terguling dari ranjang, dan jika tak ada pembatas, bisa jatuh dari ranjangnya.
Usia 7 bulan merupakan usia rawan bagi anak untuk terjatuh dari tempat tidur.
Kontrol terhadap jari-jari tangannya juga sudah lebih sempurna, untuk itu ia suka bergerak dan memegang semua benda yang ada di sekitarnya.
Pada usia ini ia juga suka memegang segala sesuatu dan ia masukkan ke mulutnya. Ia sudah bisa memegang biskuit dan memasukkan ke mulutnya.
Ia suka merangkak menyusuri seluruh ruang ia berada.
###
Melatih Merangkak
Fase merangkak biasanya juga bersamaan dengan masa ia mulai bisa duduk dengan benar tanpa bantuan.
Pada fase ini ia sudah bisa menggerakkan kepalanya ke kanan-kiri, menggerakkan tangan, kaki, dan otot-otot sendinya telah lebih kuat menahan beban.
Mula-mula anak akan berlajar merangkak sendiri dengan sebentar-sebentar diselingi istirahat duduk, fase ini pada usia sekitar 6-7 bulan.
Pada usia sekitar 7-8 bulan ia telah lebih kuat. Untuk itu Anda perlu mengajari cara merangkak yang benar.
Yaitu dengan melatihnya merangkak melalui pergerakan tangan dan kakinya secara serasi. Sewaktu tangan kirinya bergerak maju, dalam waktu bersamaan kaki kanannya mengiringi turut bergerak maju.
Ketika tangan kanan melangkah maju, kaki kiri turut bergerak maju. Seperti ketika Anda berbaris. Jika cara merangkak ini sudah benar, anak akan semakin cepat dan terlatih kemampuannya merangkak maju.
Sehingga otot-otot kakinya semakin terlatih, sebelum ia belajar berdiri.
Merangsang Pergerakan
Untuk merangsang kemampuan anak agar semakin kuat dan cepat dalam merangkak, Anda sebaiknya merangsangnya dengan memberi umpan.
Misalnya letakkan topi, boneka, atau mainan yang berwarna mencolok, pada jarak tertentu di depan anak yang sedang tertelungkup, sehingga anak terangsang untuk bergerak maju, merangkak untuk menggapainya.
Merangkak ini merupakan fase penting, karena amat penting untuk melatih otot-ototnya. Kemampuan merangkak juga akan meningkatkan rasa percaya diri anak.
Latihan koordinasi antara gerakan tangan dan kaki yang baik sewaktu fase merangkak, akan sangat penting dalam mendorong dan mempercepat kemampuannya berdiri dan belajar berjalan pada fase berikutnya.
Inilah fase dimana kemampuan koordinasi otot-otot anak mulai bekerja dengan baik. Anak juga mulai lebih aktif bergerak.
Pada fase ini Ia tampak lebih sibuk bergerak dibandingkan fase sebelumnya.
###
Tumpuan Lutut
Merangkak adalah fase dimana anak belajar menyeimbangkan gerakan antara tangan dan lutut kakinya, sebagain tumpuan utama dalam bergerak. Biasanya ini dimulai pada usia 6-8 bulan.
Dengan merangkak ia telah mampu menggapai hal-hal di sekitarnya dengan lebih efisien. Ia bisa meraih botol susu di sampingnya, atau menggapai hal-hal yang menariknya, yang berada di sekitarnya.
Mula-mula ia hanya akan mampu merangkak maju sepanjang jarak 1-2 meter kedepan, namun seiring perkembangan ia dapat akan merangkak lebih jauh.
Ia juga akan mulai belajar merangkak secara mundur, dengan mengandalkan tumpuan pada lututnya.
Dari gerakan-gerakan merangkak ini, anak akan semakin kuat otot-otot kakinya untuk nantinya akan mampu melatihnya menyangga tubuhnya ketika belajar berdiri.
Dalam fase ini, dengan posisi tengkurap, anak sudah dapat menahan berat badannya hanya dengan satu tangan.
Ini akan melatih kekuatan pergelangan tangannya.
Terguling dari Ranjang
Karena makin aktif bergerak merangkak, dan makin mampu bergerak membolak-balikkan tubuhnya dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya, anak suka berguling-guling di ranjang.
Pada fase ini ia membutuhkan ranjang yang lebih besar, yang memiliki pagar pembatas pada pinggirnya.
Ia mudah terguling dari ranjang, dan jika tak ada pembatas, bisa jatuh dari ranjangnya.
Usia 7 bulan merupakan usia rawan bagi anak untuk terjatuh dari tempat tidur.
Kontrol terhadap jari-jari tanganya juga sudah lebih sempurna, untuk itu ia suka bergerak dan memegang semua benda yang ada di sekitarnya.
Pada usia ini ia juga suka memegang segala sesuatu dan ia masukkan ke mulutnya. Ia sudah bisa memegang biskuit dan memasukkan ke mulutnya.
Ia suka merangkak menyusuri seluruh ruang ia berada.
###
Melatih Merangkak
Fase merangkak biasanya juga bersamaan dengan masa ia mulai bisa duduk dengan benar tanpan bantuan.
Pada fase ini ia sudah bisa menggerakkan kelapanya kekanan-kiri, menggerakkan tangan, kaki, dan otot-otot sendinya telah lebih kuat menahan beban.
Mula-mula anak akan berlajar merangkak sendiri dengan sebentar-sebentar diselingi istirahat duduk, fase ini pada usia sekitar 6-7 bulan.
Pada usia sekitar 7-8 bulan ia telah lebih kuat. Untuk itu Anda perlu mengajari cara merangkak yang benar. Yaitu dengan melatihnya merangkak melalui pergerakan tangan dan kakinya secara serasi.
Sewaktu tangan kirinya bergerak maju, dalam waktu bersamaan kaki kanannya mengiringi turut bergerak maju. Ketika tangan kanan melangkah maju, kaki kiri turut bergerak maju. Seperti ketika Anda berbaris.
Jika cara merangkak ini sudah benar, anak akan semakin cepat dan terlatih kemampuannya merangkak maju. Sehingga otot-otot kakinya semakin terlatih, sebelum ia belajar berdiri.
Merangsang Pergerakan
Untuk merangsang kemampuan anak agar semakin kuat dan cepat dalam merangkak, Anda sebaiknya merangsangnya dengan memberi umpan.
Misalnya letakkan topi, boneka, atau mainan yang berwarna mencolok, pada jarak tertentu di depan anak yang sedang tertelungkup, sehingga anak terangsang untuk bergerak maju, merangkak untuk menggapainya.
Merangkak ini merupakan fase penting, karena amat penting untuk melatih otot-ototnya.
Kemampuan merangkak juga akan meningkatkan rasa percaya diri anak.
Latihan koordinasi antara gerakan tangan dan kaki yang baik sewaktu fase merangkak, akan sangat penting dalam mendorong dan mempercepat kemampuannya berdiri dan belajar berjalan pada fase berikutnya.