Mendengar merupakan aktivitas penting bagi bayi. Sejak sebelum lahir, bayi sebenarnya sudah bisa mendengar, melalui hubungannya dengan ibu sewaktu dalam rahim. Setelah dia lahir, dia akan mempergunakan telinganya untuk mengumpulkan informasi, melalui suara-suara yang ia terima dari lingkungan sekitarnya. Yang akan sangat berguna untuk merangsang perkembangan otak, dan menentukan tingkat kecerdasannya kelak. Besaran informasi yang bayi terima, akan menjadi timbal balik yang turut merangsang perkembangan aspek-aspek fisik serta kemampuan beraktivitas seperti duduk, tengkurap, merangkak, berdiri, dan berjalan. Pendengaran bayi sudah akan sempurna pada akhir bulan pertama usia bayi. Walaupun ia belum mengerti dan memahami semua informasi yang ia dengar. Masih diperlukan waktu panjang, bayi akan bisa menghargai informasi-informasi yang ia dengar.
Suara Mama
Sejak awal bayi akan mendengar semua suara yang dia terima, terutama suara yang keras dan nyaring. Dia akan memberikan respon-respon pada suara yang paling familiar yang telah dia dengar. Suara mama-nya biasanya yang paling pertama dia kenali, karena interaksinya yang banyak. Mama biasanya yang paling sering mengajaknya bicara atau membicarakan sebuah cerita padanya.
###
Pada umur 3 bulan, daun telinga bayi akan membesar. Otak bayi sudah mulai bisa membedakan suara dan bahasa. Bau sudah bisa dibedakan oleh bayi melalui indera hidung. Sehingga dia memiliki referensi respon yang banyak. Oleh karena itu bayi sudah bisa berkomunikasi. Ia bisa mendengar suara, dan mungkin akan memandang sumber suara untuk waktu lama, jika suara itu dianggap menyenangkannya. Tetapi ia juga akan menolak, melalui tangis, memalingkan muka, atau gerakan-gerakan menolak, jika ia menerima suara yang tidak ia senangi.
Pada umur 5 bulan, bayi sudah bisa memsatikan darimana asal suara berasal, dan sekaligus segera memberikan responnya terhadap informasi yang ia terima. Dia juga telah mengenal namanya, yang biasanya secara berulang-ulang disebut-sebut oleh mamanya. Dia sudah bisa melihat ke arah Anda, jika Anda memanggil namanya, atau mengajaknya berbicara. Meski ia belum bisa menjawab, ia sudah bisa memberikan respon dengan tersenyum atau mengeluarkan suara nyaring.
###
Perlakuan
Pendengaran bayi sudah berkembang sejak masih sangat muda, bahkan ketika masih di kandungan. Kualitas informasi yang ia terima akan sangat menentukan perkembangannya kelak. Ada banyak cara agar bayi mendapatkan informasi yang berkualitas. Ada yang sejak awal bayi telah diperkenalkan dengan suara-suara musik jazz atau classic. Banyak yang mempercayai, bayi yang sering diputarkan lagu-lagu klasik karya Bethoven atau Mozart, akan berjiwa halus dan cerdas di masa mendatang. Di dalam tradisi muslim, bahkan sejak awal bayi sudah diperkenalkan dengan bunyi azan dan lantunan bacaan Al Qur’an. Yang penting, kualitas suara yang didengar oleh bayi sejak awal akan sangat membantu perkembangan kepribadiannya. Untuk itu latihlah mendengar suara-suara yang lembut namun memilika banyak ragam nada.
Pada umur 5 bulan, selain pendengarannya semakin baik, ia juga akan selalu memperhatikan mimik teman bicaranya. Dia akan mencoba menghapal dan mengingat ‘huruf vokal’ seperti ‘aaa, ooo, eee’ dan sejumlah konsonan yang mudah diingat seperti ‘m’ dan ‘p’.
###
Yang Perlu Diperhatikan
Kebanyakan bayi sudah memiliki pendengaran bagus ketika lahir. Tetapi beberapa bayi akan memiliki masalah, terutama bayi yang lahir prematur atau yang kekurangan oksigen ketika lahir. Bayi yang memiliki sejarah keluarga yang memiliki kehilangan pendengaran, biasanya juga akan lemah dan lambat kemampuan pendengarannya untuk berkembang.
Umur 1 – 3 bulan
Untuk menguji kemampuan pendengaran bayi, cobalah membuat suara, misal dengan bertepuk tangan di dekat belakang kepala bayi. Jika bayi terkejut, berarti pendengarannya baik.
Umur 4 – 6 bulan
Panggil namanya, untuk melihat kemampuannya mengenali dan merespon suara. Jika dia menggerakkan kepala atau mengedip-ngedipkan mata untuk mencoba mencari-cari arah sumber suara, berarti respon pendengarannya semakin baik.
###
Umur 6 – 10 bulan
Lihatlah kemampuan respon pendengarannya, apakah dia merespon panggilan namanya. Apakah ia mengenali suara-suara yang paling familiar di lingkungannya, seperti suara mamanya. Lihat responnya juga misalnya terhadap bunyi dering telepon.
Umur 10 – 15 bulan
Cobalah uji pendengaran bayi dengan mencocokkan suatu bentuk suara dengan sebuah simbol gambar. Misal suara harimau dengan gambar harimau. Jika ia tidak dapat mendeskripsikan dan mengidentifikasi macam-macam suara, berarti ia tuli. Seharusnya bayi pada usia segitu sudah bisa mengidentifikasi macam-macam jenis suara.
Umur lebih dari 15 Bulan
Bayi sudah bisa mengidentifikasi macam-macam suara, dan sudah mulai belajar tentang bahasa, dan nama-nama barang.