Cannot use a CONTAINS or FREETEXT predicate on table or indexed view 'cmsPropertyData' because it is not full-text indexed. LEARN > Article and tips > Newborn and Baby > Baby Development > Development Milestones > Duduk | Morinaga Platinum - The Platinum Generation starts here

  • LEARN
  • -
  • Article and tips

Send to Friends
Print

Duduk

Duduk merupakan tonggak penting dalam perkembangan bayi Anda. Kemampuan duduk secara mandiri akan memberi bayi perspektif baru tentang kehidupan di dunia. Duduk memberi latihan penguatan pagi otot punggung, pinggul dan otot leher agar bisa menahan kepalanya dengan tegak. Duduk juga merupaka langkah awal sebelum ia belajar, merangkak, berdiri dan berjalan.

90 Persen Bayi bisa Duduk di Umur 4-7 bulan
Bayi akan berusaha belajar duduk secara mandiri tanpa bantuan pada usia antara 4 – 7 bulan. Pada masa ini Ia juga telah mampu tengkurap, berguling-guling, dan sudah mulai mampu menahan kepalanya tegak. 90 persen bayi mulai dapat duduk mandiri –tanpa bantuan- selama beberapa menit pada usia ini. Beberapa bayi kadang baru pada umur 8 bulan bisa duduk mandiri.

Perkembangan
Anda dapat melatih bayi dengan menyandarkan tubuhnya pada bantal yang agak tinggi, sampai ia betul-betul kuat menyangga kepala dan tubuhnya untuk duduk. Mulai bulan ke-4 otot leher, kepala, dan pinggang bayi semakin kuat, sehingga akan memudahkannya untuk belajar duduk.

Pada umur ke 5-6, ia mulai belajar duduk, namun sebaiknya tetap didampingi, dengan memberikan tumpuhan bantal yang empuk, agar ketika ia terjadi dapat segera tersangga. Pada bulan ke-7 mungkin ia sudah dapat duduk tanpa bantuan, dalam waktu antara 5-10 menit. Namun ia akan benar-benar mampu duduk pada usia 9 bulan keatas.

Bayi mula-mula akan berkembang belajar menjaga keseimbangan tubuh ketika duduk, dengan mengandalkan tumpuannya pada kedua tangannya. Setelah bisa duduk dengan baik, ia akan mulai belajar duduk samping tubuhnya berputar kekanan dan kekiri, sambil berupaya mengambil sesuatu melalui tangannya, ini biasanya terjadai pada umur 7-8 bulan. Bimbingan pengasuh sangat dibituhkan pada fase ini, untuk menjaganya dari kemungkinan jatuh dan terkilir. Kehendak bayi untuk aktif semakin besar, dan keinginan mencoba berbagai aktivitas sangat kuat, namun kemampuan kekuatan tubuh dan koordinasi ototnya masih lemah.

Baru menjelang umur 9 bulan biasanya ia akan mampu duduk sempurna tanpa bantuan.

Perlakuan
Membantu bayi mengangkat kepala dan dadanya sangat diperlukan pada bayi usia ini. Tangan juga perlu dilatih dengan seskali menariknya, agar semakin kuat menahan beban. Tempatkan bayi pada ranjang yang empuk, karena kemungkinan ia akan terjatuh seringkali terjadi.

Bayi pada umur ini juga sangat menyukai cermin, dan suka bercermin sambil menyembur-nyemburkan mulutnya. Berbagai mainan ringan dan cermin dapat digunakan untuk merangsang pergerakan ototnya, dengan cara memancingnya agar mau bergerak meraih barang mainan itu. Latihan koordinasi antara gerakan tubuh, dan kekuatan lengan tangan dan leher penting untuk memberikan latihan pada bayi dalam menahan beban.***

Related Article

Indeks Back to Top